STICKY
Terkejut seketika saat mendengar penjelasan mereka …
“Itu anak pertama kami yang baru setahun lalu meninggal karena kecelakaan”
Saat menuturkan tulisan ini, bulu kuduk-ku berdiri tegak, sementara mentari pagi bersinar lembut.
.
* Mohon maaf kepada keluaga Rd.WR.dr …
Tanpa mengurangi rasa hormat, penuturan kejadian ini tuk melengkapi rangkaian-kisah blog dinda27.
Dan gambar yang disertakan ‘sekedar’ menampilkan kreasi dinda27 semata.
.
Menjelang Idul Adha 2006, seorang teman mengundang ku berkunjung ke kota-nya sekaligus diminta menginap di rumahnya. Ntah mengapa ku-sanggup-i.
Sesungguhnya, sejak berbilang tahun berusaha menghindar bermalam di rumah siapapun. Bagi-ku lebih nyaman bermalam di losmen daripada menginap di kediaman kerabat berumah mewah sekali pun.
.
Rencana beriringan mobil, batal. Ntah mengapa ‘kaki’ yang baru di servis rutin 35ribu km tiba-tiba bermasalah. Di-kemudian-nya ku-bersyukur, ternyata ada ‘pesan’ di-sebalik kejadian … ketika menyadari bahwa perjalanan ke luar kota di hari libur sangat menyebalkan. Macet-nya mana tahan.
Tapi kami yakin dengan formasi bertujuh dalam satu ‘kaki’, dimana ada 3 ‘tuan’ sopir, tentunya dapat saling bergantian bila kami kelelahan. Dan ternyata aku yang satu-satunya ‘sopir’ perempuan, di bebas tugaskan. Cape meren di-suguh macet.
.
Tiba-lah kami di dusun lebat pepohonan dengan beberapa bangunan tua yang letaknya saling berjauhan. Sunyi tanpa penerangan di sepanjang jalan tua. Terkesan magis. Tak terbayang bila berkendara sendiri. Atut ei !
Dari kejauhan terlihat satu bangunan tua di tengah hutan kecil yang luas-nya berhektar.
.
Di sekeliling rumah terparkir beberapa kendaraan. Tapi tak satupun penghuni-nya kukenal selain Mbah – ibu temanku. Dan ini adalah kunjungan perdana-ku.
Rupanya ada acara kumpul keluarga.
Lebih dari 6 kamar tak-lah cukup menampung lebih dari 30 orang. Rasanya tak sampai hati mendapat kamar utama sendiri. Kasihan para lelaki tidur beralas tikar dan kasur di lantai dingin. Tapi sungguh menyenangkan, mereka semua welcome meski ku pendiam dan hanya bicara bila di-sapa.
.
Sejak awal kunjungan, ada seorang gadis manis menarik perhatian-ku. Selalu mengikuti kemana ku melangkah. Kami tak saling bertegur, tak ada yang aneh.
Sehari sebelum pulang, kami sempat bertatap mata. Kali ini ada pancaran aneh, ku tak perduli.
Wajah kami ramah meski tanpa senyum. Rupanya itu pertemuan terakhir.
Penasaran, kutanya pada teman kemana gadis yang selalu mengikuti ku. Ada sesal-ku tak menyapa.
Kusebut ulang ciri gadis itu manakala teman-ku terlihat kebingungan menjawab tanya-ku.
Percakapan kami sudahi tanpa penjelasan, tanpa ada keinginan tahu-ku lebih jauh.
.
Dua jam kemudian ada yang ingin menemuiku. Suami isteri dan seorang gadis …
“yaaa gadis ini yang saya maksud,” ujar-ku tiba-tiba.
Mereka bertiga saling pandang kebingungan. Kemudian memperkenalkan diri-nya.
Penghuni rumah yang lainnya menjauh seolah memberi kesempatan kami berbincang.
Tiba-tiba suami isteri tersebut bertanya, gadis seperti apa yang selama ini kulihat.
Tanpa curiga sedikitpun, kujelaskan … “selalu kenakan jeans biru dan kaos, berambut panjang … bla bla bla. Ku-tunjuk gadis yang duduk di sebelahku. “Seperti ini wajahnya, tapi dia lebih kurus“.
.
Terkejut seketika saat mendengar penjelasan mereka …
“Itu anak pertama kami yang baru setahun lalu meninggal karena kecelakaan”
Saat menurunkan tulisan ini, bulu kuduk-ku berdiri tegak, sementara mentari pagi bersinar lembut.
Rumah tsb. memang terkesan ‘angker’ bersahabat.
Konon di jaman dahulu, pemiliknya adalah orang tua teman-ku. Keturunan berdarah biru.
Sebagian anggota keluarga ini berkecimpung di dunia kedokteran dan berkarir bagus. Teman-ku sendiri pernah terpilih sebagai wanita berkarir cemerlang kedua … Artinya mereka realistis.
Beruntung ‘gadis’ yang tertampakkan, adalah anggota keluarga. Bila bukan siapa-siapa, aku akan dianggap aneh.
.
Kejadian seperti ini adalah bagian dari kehidupan-ku sejak kecil. Aku bahkan tak mampu membedakan yang terlihat itu manusia bernyawa atau ujud manusia selainku, seperti pada ‘gadis’ tersebut.
It is real me, with true story of life.
.
* 08November, 2008. Copy paste dari FS blog milik-ku sendiri,
Kupersembahkan untuk Rd.WR,dr … semoga cepat selesai specialistnya.












hii apaan itu, aku merinding nie
Blognya bagus amat yaaaa, amat aja biasa-biasa saja……
Salam kenal, tengok juga blog aku ya =>>>>>>>>>>>>>>.
waduh mbak kayaknya punya indera ke6 nich,ampe bisa lihat yg gituan segala ,ih sereem
serem ah mbak
ceritanya serem
salam kenal
ceritanya serem juga.
judulnya serem sekali >.<
ya di tanyain togel aka siapatau keluar kan lumayan
angker bgt tuh kawannya gak bernyawa,….
wah jadi ingat acara miskista,MISTERI KISAH NYATA, kurang lebih tahun 2000-an
Lagi nyari artikel tentang komputer dan antivirus, eh malah nyantol di blog ini, lagi nyari referensi tentang antivirus ansav juni 2010 neh, ada yang bisa bantu?
Wah indigo rupanya ya….salut deh
salam
http://thomasandrianto.wordpress.com/2010/04/24/naikin-abg-cuma-rp-2000-berminat/
sereemmmm
merinding
ga demen yg horor2 mbak
saya baru liat judulnya aja lngsung merinding
.
bacanya ga sampe abis deh
atuutt
@ phii♥김현중
Sejujurnya mbak sangat tidak suka horor, bahkan takut.
Apapun cerita atau tontonan tentang horor, selalu dihindari.
Kalaupun dituturkan di blog dinda27, karena teralami.
Kemunculan-nya tak diundang dan tak diinginkan.
Salam.
@ bundadontworry
* Salam kenal kembali Mbak.
Awalnya juga sempat diperlakukan seperti pengakuan mbak.
Tapi bagi kerabat yg sangat dekat, pada akhirnya maHFum.
* Sebenarnya sedikit membingungkan penggunaan kata bisa.
Bila bisa, artinya ada kemampuan kapan dan dimana saja.
Mungkin lebih pas bila gunakan kalimat:
bahwa mereka-lah yang maHu ‘tampakkan-diri’.
Dan tentunya atas se-izin NYA.
Karena ‘penglihatan’ tsb bukanlah hal lazim.
Dan pada umumnya, ybs. lebih banyak menyimpan semua pengalaman dalam diam.
Cape juga kalau selalu di-cap sebagai bla-bla-bla.
Kecuali ybs. telah meyakini. Dan tentunya terpulang pada lamanya waktu terjalani.
* Bila akhirnya sy coba ungkap di-blog dinda27,
karena ingin beri kesaksian hidup bahwa kondisi ini memang ada.
juga sebagai masukkan bagi siapapun yang berada dalam kondisi ini
agar tidak menjadi bingung berkepanjangan.
Cukup lama akhirnya semakin men-sadari (dari usia balita hingga 2004)
bahwa ‘penglihatan’ dan ‘siratan’ yang muncul, tidak selayaknya terabaikan.
Meski tetap saja sy abaikan, demi mencoba tuk hilang-kan suuzon atau apapun.
Mungkin coba berteguh tuk menerima pendapat awam yg senantiasa di kait-kan
dengan kesehatan jiwa. Lebih men-sedihkan bila dikaitkan dengan masalah keimanan:
bahwa kondisi tsb sangat tidak layak disikapi dalam keseharian, karena mendahului Allah.
Sementara … kami tak meng-hadir-kan-nya. Kami juga ingin hidup wajar.
Sayangnya, ketika akhirnya benar2 terjalani …
senantiasa ada percikan sesal telah mengabaikan-nya.
* Takut? Tepatnya merinding abiz.
Kadang2 iya juga sih, apalagi bila malam hari sendiri pula.
Tapi bila diperlihatkan bahwa kita takut, mereka makin menjadi.
Kalau sudah keterlaluan, (pastinya juga dengan doa dan)
biasanya saya pukul pipi atau gelengkan kepala berulang, bila punya kemampuan bergerak
hanya tuk hilangkan ‘penampakkan’. Sayangnya berdurasai ber-menit2 baru bisa hilang.
Nah, biasanya ini tentang ‘siratan’ kejadian yang ‘tertampakkan’
semisal sedang saksikan kejadian kecelakaan didepan mata.
Setelah reda, biasanya sy tutup dengan doa berulang.
* Monggo tukeran link-nya. Blog Mbak sudah sy link.
@ Terima kasih kunjungan teman2. Salam.
ditambahin ya mbak dinda, boleh tukeran link ?,salam.
salam kenal mbak dinda, setelah saya baca tulisan diatas, saya merasa bersyukur sekaligus takjub, akhirnya saya mendapatkan teman senasib, yaitu yg bisa melihat makhluk lain ciptaan Allah swt, sewaktu kecil saya nggak ngerti dan juga nggak peduli, lama lama timbul rasa takut, karena teman2 mengatakan saya suka mengkhayal, hanya ibu saya yg mengatakan; makanya jangan tinggalkan dzikir utk selalu mendapatkan perlindunganNYA, akhirnya sampai sekarang saya sudah terbiasa melihat ‘mereka’, mau serem kek, cantik kek, atau berantakan sekalipun, selama ‘mereka’ tidak menganggu saya, saya tidak perlu merasa takut lagi,yah, jadi biasa2 aja, utk saya ini saya anggap gift dari yg Maha Kuasa, salam.
enak ya mbak bisa liat ‘dunia lain’??
@ inos
Apa iya begitu?
Masalah-nya kami menjadi bagian yang ditepikan, karena tak lazim.
Butuh waktu lama agar mereka maHFum
bahwa keberadaan tsb bukan atas maHu kami.
Sayang-nya kami cenderung diam.
Keren!!! Seolah “dia” ingin meyakinkan kita bahwa ada “mereka” selain “kita”; standing, waiting, watching…
@ partelon
Kadang kelewatan juga. Masalah-nya gak maHu lihat yang aneh2.
buku ya teman nya.. kan dia gak bernyawa juga.. canda aja.. salam pemilu damai 2009 jangan salah pilih ya..
@ acut
yup.
oceee
terusin gak yah bacanya??
….
@ oRiDo
Anda berhak tentu-kan apa maHu anda.
merinding bacanya
Ihh serem mbak, aku ini penakut tapi suka baca atau lihat acara TV yang serem-serem. Jadinya malah ga berani kemana-mana…
Thanks
@ yulism
Nah lho, Mbak-ayu kebalikan ku.
Aku tuh nyaris ga’ pernah mau nonton tv atO cari perkara lihat yang serem2. KalO kecolongan juga, spontan mata ditutup, atau picingkan mata supaya gambar seremnya ga’ terlihat.
Ndilalah kok yang serem2 itu datang langsung, ga’ kulonuwon ada di depan mata.
Wis tah kebangetan medeni pisan. (Sudahlah, keterlaluan juga menakutkan).
Dari yang cuma badannya sampai langit2 (raksasa kalee. Makhluk ini datang seminggu 3x di kamarku, tengah malam. Waktu baru pindahan ke rumah baru, selama ber-bulan2. Aduuh suwER aku ketakutan!), atau kepala aja dari beberapa mahluk, dll …
stop akh, bisa panjang ceritanya.
KalO aku harus berani ke-mana2, lha wong dewean, pendiam pula. Thanks ya.
@ yulism
Note:
Comment diatas TAK berkaitan dengan halusinasi – ilusi – atau gejala apapun. Bukan rekayasa, adalah cerita nyata. Penuturan ini bagian dari catatan perjalanan spiritual dinda27 / dinda’kk
Tukang kayuh … kitu.
Alooow ‘lom bobok? Dah lewat tengah malam …
Alamak, dakocan dari almarhum bisa jatuh sendiri (ini beneran!).
ya.. kalo ga ada becak, ojek deh ojek
Travel Becak Yande? Hmm… Director & Owner: Yande, Tukang Genjot: Yande alahh…
Alooo Yande…
Mana ada tukang becak di ‘hutan’ dalam kota pinggiran. Siapa yang naik?
Eh ntar qita buka travel becak Yande di sana yaH
wahh… klo saya dijelaskan begitu sudah lari pulang mbak, klo ternyata parkir mobilnya ga bisa keluar, saya bakal nekat malak tukang becak yang lewat, yang penting minggat ndisik