STICKY
* Inilah awal ber-tumbuhnya rasa cintaku.
Di-kemudian-nya ada kerinduan … ingin tunaikan ibadah haji.
Hingga bertahun kemudian, keinginan ke Tanah Suci di dengar Allah.
Rencana berkisah religi dibulan suci Ramadhan, tak terujud. Penulis tak cukup mampu mengungkap. Sementara gambaran kisah telah bergulir. … yakh! ada beban moral disebaliknya …
Telah lama keinginan bertutur menjadi bayang mengemuka. Mungkin bila abaikan semua bentuk tepo-selero, maka kebebasan berekspresi menjadi lebih mudah. Meski sadari bahwa cerita cukup LAIk diungkap.
Well … let it flow likes a water … , din. Agar tak jadi dendam menulis berkepanjangan.
“Ok din, daripada bicara ga’ jelas, mending nulis yang mau di-ungkap.“
Seperti yang dituturkan seseorang, penulis coba berbagi disini …
Selama 4tahun setelah mengucap kalimat Syahadat, banyak kejadian membuatku kecewa mendalam. Hingga tak mampu peroleh sentuhan jiwa sebagai muslimah. Banyak kejadian tak terduga sangat menyakitkan, justru datang dari pihak yang pernah ‘memaksa’ku beralih keyakinan. Mohon maaf bila kata “memaksa” ini sangat tak berkenan.
Kala itu tak ada pilihan lain tuk selamatkan nyawa. Sungguh, ku hanya ingin bicara jujur dari nurani terdalam.
Mereka bungkus ego keduniawian atas-namakan Islam, kedepankan cukilan ayat-ayat Qur’an sebagai pembenaran pada semua bentuk perbuatan tak-berkenan-nya. Memunculkan asap kemarahan-ku kemudian memicu bergantung akan satu Allah milik seluruh isi dunia tanpa kerangka agama tertentu.
Ketak-berdayaanku telah lampoi batas, menjadikanku benci pada orang-orang yang mengaku beragama Islam tapi tega memutar-balik-kan-fakta mendera mengancam memfitnah. Islam menjadi demikian asing, menggiring-ku hingga ke titik NOL. Sama seperti awalnya sebelum ku ‘disini’. Bahkan seringkali merasa putus asa ketika dirundung kesusahan, tak paham harus bagaimana memohon pertolongan. Ku-jadi gamang. Sementara ku-dilepas tanpa bimbingan kerokhanian.
Diusia kehamilan tua, tiba-tiba ada kerinduan membuncah ingin baca Al-Qur’an. Sementara sekian lama sungguh teramat sulit bagiku mempelajari tulisan arab atau sekedar menghafal beberapa surat. Bahkan tak mampu pelajari. Boleh jadi telah ternodai kecewa.
Ketika itu bulan puasa. Bermodalkan Al-Qur’an ‘kecil’, mas-kawinku serta buku panduan tipis seharga seribu tiga, hati tertuntun mulai membacanya setiap usai sahur.
Kubuka kedua buku, membaca bahasa Arab-nya dalam tatanan ejaan Indonesia, kusimak terjemahan bahasa Indonesia kemudian cermati huruf arab-nya. Dari mulai tiap huruf, per-kata, per-kalimat, per-surat … hingga diakhir Ramadhan, satu buku tipis berisi sejumlah surat selesai terbaca. Subhanallah, aku benar-benar dikarunia-i kemampuan mengeja Al-Qur’an dalam kerangka huruf arab.
11* Inilah awal ber-tumbuhnya rasa cintaku.
Di-kemudian-nya ada kerinduan … ingin tunaikan ibadah haji.
Hingga bertahun kemudian, keinginan ke Tanah Suci di dengar Allah.
Beberapa tahun setelah ‘ber-haji’ ada kerinduan ingin kembali ke tanah suci. Ku-beranikan pergi sendiri, dengan teman-teman yang baru kukenal saat di airport.
Sewaktu umroh, aku mendapat seorang kawan yang se-kamar denganku. Dikemudian-nya kami berteman dekat.
Ketika tiba di Indonesia, baru ku-sadari bahwa mbak A adalah istri seorang pimpinan Rumah Sakit angkatan milik Pemerintah. Sangat rupawan, bersahaja dimata bathinku.
Dia mengajak-ku serta di-pengajian IIDI (mohon maaf bila ada salah penulisan).
Penerimaan mereka sungguh sangat bersahabat, menyentuh hati. Tak ada perbedaan status. Meski aku single parent, meski ku bukan dari keluarga dokter. Keberadaanku disini ditempatkan sebagai anggota kehormatan, karena satu-satunya orang ‘luar’.
Allah-pun memberi karunia yang lain … Allhamdulillah dalam 2minggu di kesendirian-ku, dilimpahkanNYA kemudahan khatamkan Qur’an. Adalah waktu khatam tersingkat sejak menjadi muslimah.
Memang sempat sakit beberapa hari hingga tersendat dalam ibadah membaca Qur’an.
Mungkin Allah hendak menegurku agar tak jadi besar kepala ingin usaikan lebih singkat dari 2minggu.
Pada kesempatan kali ini ingin hatur-kan terima-kasih kepada teman-teman IIDI yang telah berkenan menerima ku pada saat itu, khususnya mbak A. Semoga Allah senantiasa melindungi kita semua dan mempersatukan dalam rasa persaudaraan dunia akhirat.
Selamat menjalankan ibadah puasa, mohon maafkan lahir bahin.
*Sep.14, 2009*

*Nov. 04, 2009*
Sebagai masukkan, dapat disimak silang komentar dinda27 berikut dibawah ini
(komentar pada tgl.16Sep.’09 dan pada tgl.20Sep.’09). Terima-kasih.













menyentuh sekali perjalan islaminya kapan ya saya bisa melihat dan memutari ka’bah?
*Nov. 04, 2009*
Sebagai masukkan, dapat disimak silang komentar dinda27 berikut dibawah ini
(komentar pada tgl.16Sep.’09 dan pada tgl.20Sep.’09). Terima-kasih.
** Maksud kalimat penutup diatas dalam artikel tsb.::
1. komentar pada tgl.16Sep.’09
> comment dengan no urut 15 (merespon comment dari: @ cah ndueso)
2. dan pada tgl.20Sep.’09
> comment dengan no urut 11 (merespon comment dari: @ Bahasa, please!)
Semoga keimanan dan ketaqwaan mbak semakin kokoh-kuat dalam bimbingan, petunjuk dan ridho-Nya
Salam hangat dari Surabaya.
@ Pakde Cholik
Amin. Terima-kasih Pakde. Salam juga.
Aku masih bingung soal cinta…
@ elrangga
Suatu hari cinta-yg-tak-biasa akan mendatangimu …
Selamat Idul Fitri…
Mohon maaf lahir batin
Salam kenal
@ html1155
Selamat berlebaran. salam kenal juga. Terima-kasih ya.
..
ak tak harus memeliki
Salam Takzim
Menulis kadang salah
Singgah kadang tak teratur
Inginnya melepas salah
dengan Jarak coba ku Atur
Minal A’idin Wal Faidzin, mohon maap lahir dan batin
Batavus menekuk lutut
@ zipoer7
Salam kenal. Selamat Idul Fitri
..
alhamdulillah, saya suka mendengar kisah-kisah para muallaf, akan semakin memperkuat iman sy pribadi, salam kenal
@ Bahasa, please!
‘tuk kasus tertentu, semisal penuturan seseorang pada tulisan diatas ini,
sebenarnya beberapa kali mendapat teguran keras
tatkala mencoba bicara jujur tentang perjuangan keimanannya.
mereka yg mendengar, menganggap tak layak dibicarakan.
Sementara kisah ini sesungguhnya ingin ungkap sisi yg boleh jadi dianggap tabu.
Sesungguhnya pemaparan ini dapat menjadi masukan bagi kita semua
sekaligus jadi pelajaran …
mengapa ada yg makin berteguh, dan tak sedikit yg berkebalikan.
Tentunya setiap keputusan setelah lalui serangkaian peristiwa.
Salam kenal kembali.
Kenalin dgn mbak A-Z dong!
@ Indonesia Menulis
siapa tuh mbak A-Z ?
..
belum ada pujangga cinta manapun yang bisa mengartikan cinta dengan sempurna…
@ cah ndueso
Benar … bila ditilik dari sudut pandang umum, dari kaca-mata awam. Tapi …
Pernahkah terbayangkan keimanan ‘kokoh’ “muasal ibu” dibalik total
tanpa pilihan demi selamatkan nyawa?
sementara … masih sangat mencintai keimanan-awal yg telah mendarah daging.
Seseorang dalam kisah diatas mencoba bicara jujur …
Proses munculnya rasa CINTA demikian nyata dan sangat teRESAPi
Inilah CINTA yg tidak biasa
Dari pengetahuan NOL besar, kemudian harus mengambil keputusan,
adalah yg tersulit. Sama dg menukar nyawa, dan memang demikian adanya.
Kemudian ketika sedang menguatkan akar keimanan, tiba2 muncul kebencian
karena kecewa mendalam terhadap si-pembawa belahan-jiwa-nya saat itu, sangatlah manusiawi.
bukan kecewa biasa, disana ada pertaruhan yg lebih dalam sebagai landasannya.
Kemudian menjadi CINTA yg sesungguhnya, melibatkan jiwa-nya-keimanan yg terhidupkan
adalah anugerah tak terkira melebihi apapun.
Kemudian ketika sipembawa-sang-belahan-jiwa meninggalkannya dg luka menganga,
seseorang tsb tetap berteguh tak bergeming. bahkan semakin CINTA terhadap keimanannya.
dan proses rasa CINTA ini belum berakhir, hingga kini …
Terima kasih atas comment-nya. Selamat beribadah puasa.
Ya memang kita akan kembali merindui Al-Quran bila mau mendekatinya dan meyakininya. semoga tetap pada pendirian yang kokoh amien.
@ kawanlama95
amin.
“nalikaneng nandang wuyung, hanyondro roso godaning sukmo. marang sastro kaserat ing kidung, hangrerepo marang candra lan kartiko”
ketika hidayah itu telah turun, rasa cinta pun akan semakin mendalam
@ akang zhitoer
* eleh2 kang … ane butuh penterjemah nEh …
* alhamdulillah dan insyaAllah atas perkenanNYA,
hidayah akan senantiasa diturunkan, agar semakin cinta hingga akhir hayat.
* Matur suwun njih. salam kenal.
Itulah Islam mbak…penuh kasih sayang dan kedamaian
Apalagi bagi umatnya yang senantiasa mendekat,memohon dan mempelajari seluruh wahyu Nya..
* dyah suminar
… InsyaAllah. Terima-kasih ya Mbak.
…
__emangsih briblm cukup ngerti sama yang ini..cuma ucapsyukur alhamdulillah untuk allah__
___
__
___bulan ramdahan memang bulan penuh anugrah dan hikmahh,,,bripun merasakan
__ka nda bri cuma bisa bil semangat ia ka…visualnya bri suka
@ bri
‘makasih Bri support-nya.
..
__keduua bri..horee..baca dulu deh….oia nda sahur udah??aiodeh sahur dulu trs__
______________________
_________________trs selamat berpuasa hari ini
@ bri
selamat berpuasa juga.
pertamaaaaxxxx……