05
Nov
09

KDRT 3 … Serpihan kisah yang terserak

Serpihan kisah yang terserak …
Salah satu bukti betapa masalah KDRT (kekerasan dalam rumah tangga) ini masih diletakkan di ‘lorong sepi’. KDRT tidak saja terjadi pada pasangan suami istri, begitu banyak kekerasan yang dilakukan orang dewasa terhadap anak-anak yang kisahnya terkunci rapat tak terungkap. Pada umumnya korban merasa malu, seolah membuka aib. Penulis juga belum mampu kuak secara terang-terangan, seakan menunggu ‘pemicu’ di ruang tanggapan. Sehingga cerita terserak bergulir diantara kolom tanggapan. Berikut ini serpihan yang dicoba letakkan di halaman baru, meski akhirnya menjadi 2 halaman berbeda dengan topik yang sama. Mari simak tanggapan dari yang mengalami secara langsung.

@ Tanggapan ke 9, respon X pada 4 Agustus 2009
* Setahu saya, KDRT ini terjadi sejak awal pernikahan mereka. Dimana kekerasan dilakukan juga terhadap anak dan saudara2nya. Dan konon porsi tuk istrinya jauh lebih banyak.
* Musyawarah …
Tampaknya tak banyak membawa hasil, karena sifatnya hanya sesaat. Temperamen pelaku KDRT memang keras, mudah korsleit. Sulit ya kalau sudah tabiat.
* Mengalah-pun tak banyak membawa hasil.
Terkadang hal remeh dari sikap badan yg salah semisal memandang tajam cukup mampu memicu timbulnya kekerasan.

Cerita singkat berikut ini, sisi lain dari sikap nerimo .
** saya sendiri pernah mengalami, pada 11tahun silam … ketika tuk pertama-kali saya banting piring dilantai karena tak sanggup menahan luka hati. saat suami (mantan kini) bicara terus terang tak mau melepas istri simpanannya.
Sebenarnya percakapan dari hati ke hati, kami lakukan dengan sangat baik. Kebetulan type saya bukan pelawan, persisnya nerimo. Saya sangat mencintainya, melebihi nyawa sendiri (itu dulu). Boleh jadi dia terkejut, kemudian mengejar saya hingga ke kamar. Membanting tubuh saya berulang, menampar wajah berkali, mencekik (cukup lama). Sementara saya tidak mampu melawan, hanya menangis minta ampun agar dia berhenti dari keberingasan-nya. Saya pikir akan mati karena siksaan itu dilakukan cukup lama. Saat tak mampu lagi bernafas, tiba-tiba bungsu-ku masuk kamar dan tercekat. Setelah kejadian itu saya koma 10 hari.

Catatan tambahan: setiap kali selesai bersikap kasar, dan mendapati istri menangis terisak … tiba-tiba suami menjadi sangat bergairah. Sungguh memuakkan!!

@ Tanggapan ke 50, respon X pada 29 Oktober 2009
Sejujurnya saya bingung bagaimana menanggapi penuturan melati. Saya paham perasaanmu atas ketakberdayaan bersikap tegas. Lagi-lagi demi kepentingan buah hati, seolah biarkan semua ke-tak-patutan berlangsung terus.
Beberapa dari para istri seakan memiliki sejuta maaf atas perlakuan tak layak suaminya, selama tak bertalian dengan kehadiran PIL.

Mungkin kisah nyata berikut ini dapat dijadikan bahan masukkan.
Sebut saja R, juga alami KDRT lahir bathin sejak awal pernikahan. Nyaris tak ada perilaku yang mensalahi dari R selama mengabdi sebagai seorang istri.
Suami berulang kali melaksanakan rencana pembunuhan secara terselubung. Kehidupan R dibebani batasan sekaligus bertanggung jawab terhadap keluarga suami, antara lain diharuskan merawat ’sendiri’ ibu mertua yang sakit psikhis. Meski suami punya pekerjaan sangat memadai, tapi kehidupan R dan anak2 terlupakan. R yang berpendidikan, dilarang melanjutkan kesarjanaannya, dilarang bekerja setelah menikah dan hanya diperbolehkan mengurus keluarga dan keluarga suami. Dilarang membantu dalam bentuk apapun tuk keluarga R sendiri. R diperlakukan seperti pembantu. Sekalipun dalam keadaan sakit.
Ketika suami coba membunuhnya LAGI, R pun tersadar dan akhirnya mengabulkan perceraian sesuai kehendak suami … dalam kondisi masih sangat cinta pada suami. R tak perduli akan bagaimana kehidupannya nanti. Dia percaya Allah tak kan tinggal diam. Dibesarkan ke2 anaknya hingga berhasil. Selama menjanda R bahkan tak lagi perduli akan bagaimana tuk dirinya sendiri. Yang terpenting baginya, anak2nya sekolah hingga selesai. Meski R, seorang perempuan menarik, dia tidak berpikir masalah keduniawian semata. Hidupnya sangat prihatin tuk diri sendiri. Tapi telah sanggup membawa anak2nya ketempat terhormat.

@ Tanggapan ke 51, respon X pada 31 Oktober 2009
* perempuan dalam kisah nyata diatas, meski telah bersendiri tak lantas menadahkan tangan diatas. Tidak juga lantas bersedia menerima belas kasihan orang lain, baginya hal tsb bukanlah hal ‘patut’.
Pengamatan saya, R hidup dari rezeki Allah yang halal. Meski tuk dirinya sendiri terlihat seperti ‘berkekurangan’, tapi R mampu menghantarkan anak2 kandung dan sejumlah anak asuhnya hingga usaikan pendidikannya. R tidak berkekurangan, tak juga berkelebihan. tapi senantiasa merasakan tercukupi. Tergantung bagaimana mensikapi masa depan dan gaya hidup.
Serta percaya bahwa Allah tak kan pernah tinggal diam bagi hambanya yang bersungguh hati.
Memang tak mudah mengambil keputusan tuk menjadi orang tua ‘tunggal’. Artinya, mau tak mau menerima segala resiko atas ketetapan hati.

@Tanggapan ke 52, respon Z pada 1 November 2009
saya seeorang karyawati, saya juga suka berdagang. Secara ekonomi sama sekali tidak bergantung kepada suami. Rumah yang kami tempati adalah tanah dari orangtua saya, bangunanya dibangun berdua. Saya memiliki beberapa bidang tanah, rumah warisan dari nenek dan hibah dari orangtua saya. Justru karena kemandirian saya, saya dinilai istri yang tidak nurut suami, selalu melawan apa kata suami. 5th lalu saya pernah melaporkan suami kepolisi tapi dia bisa mencari kesalahan saya (waktu itu saya palsukan surat kuasa untuk mengambil uang di rekening tabungan dia, padahal uang itu adalah uang pencairan pinjaman bank yang jumlahnya tidak sedikit. Saya harus mengambilnya karena yang dipakai agunan adalah sertifikat rumah atas nama saya). Seandainya waktu itu punya cukup keberanian mungkin sudah terlepas darinya. Takut dilaporkan balik, saya cabut laporan. Dia pintar berpolitik dan memutar-balikan fakta. Dia selalu menuduh saya berselingkuh padahal dia sendiri entah dengan berapa banyak wanita dia selingkuhi. Memakai dalil2 islam (wanita2 peghuni neraka) padahal dia mualaf yang sama sekali tidak pernah ibadah. Pemabuk,penjudi dan tukang main perempuan. Kalau saya menjawab dia langsung kalap hancurkan apa saja yang ada didepanya. Katanya sah-sah aja bentindak begitu karena dia LAKI-LAKI dan wanita seperti saya harus menerima mentaati segala aturannya. Berangkat-pulang kerja harus tepat waktu , tidak boleh keluar rumah tanpa ijin suami, tidak boleh keramas apabila tidak sehabis berhubungan denganya, dll aturan2 yang bagi saya aneh. Saya seperti dipenjara. Menulis inipun karena dia tidak dirumah. Dia selalu mengobok-obok facebook ataupun email saya (ini email rahasia). Lama sudah pikirkan jalan rumah tangga saya, Saya berkesimpulan, suami tidak akan melepaskan saya karena harta, jadi dia kunci saya agar tidak terlepas darinya. Sungguh saya sangat ingin lepas dari monster itu…. tapi apa daya, suami super nekat dan bisa lakukan apa saja. Pernah dihadapan orang tua saya dia siram minyak tanah, rumah saya akan dibakarnya, sampai saat ini orangtua sangat mengkhawatirkan kondisi rumah tangga kami, tapi tidak bisa berbuat apa2. Saya sudah konsultasi dengan Ustad bahkan orang “pintar”, mereka bilang sebaiknya tidak bercerai, karena suami bisa lakukan apa saja. Saya disuruh melihat kedua putra saya karena mereka adalah anak yang baik, pintar dan sholeh( sungguhkedua putra saya 180 derajat berbeda dengan ayahnya). Kalaupun nekat pergi… dia pasti memburu kemana saya pergi… lalu bagaimana dengan sekolah anak????? Saya tidak bisa berpisah dengan mereka …………..oh ya… suami selalu bilang bahwa rumah tangga orang lainpun tak lebih baik dari rumah tangga kami, mereka pandai sembunyikan keadaan… benarkah?????

@ Respon X pada: 15 Februari 2009 dalam tulisan berjudul: Ter’suguh’kan Tsunami
Sejak awal mengenal mantan telah ‘terurai’ betapa rasa sakit akan teralami nantinya. Sy abaikan, selalu dan selalu. Ada kepongahan diri, dia tak kan mungkin tinggalkan sy. Karena semua permintaannya nyaris terpenuhi, bahkan tuk beralih agama.
Maaf kalau penuturan ini terlalu gamblang. Zalim, kata yang tepat gambarkan keberadaan diri bersamanya.
Dari membawa wanita kerumah berbilang kali. Diusir pulang kembali keluar pulau di hari yg sama ketika hamil tua sementara baru turun dari pesawat pada beberapa jam sebelumnya demi menjenguknya. Sy dilarang masuk karena dikamarnya ada wanita lain. Melarang sy beri perhatian orang tua sendiri. Bahkan memaksa sy bersumpah lebih mencintainya, dalam perjalanan menjenguk ayah yg sedang dioperasi jantung. Diperintahkan merawat sendiri ibu mertua yang ’sakit psykhis’ selama bertahun-tahun hingga wafatnya dalam diamnya saya. Demi nama baiknya. Diharuskan meng’hidupi’ kakak adiknya tanpa ‘koma’ sementara seringkali tak diperdulikannya kami bertiga (saya dan anak-anak).
Tak lama setelah ibu mertua wafat dia tinggalkan kami ditengah karirnya yang sedang menanjak demi perempuan lain yang juga pernah merampas suami orang. Dan sebagainya. Akh betapa bersyukurnya teralami hal yang melelahkan lahir bathin berbilang tahun. Tapi saya masih jauh lebih beruntung dibanding hamba Allah selainku.
Sy adalah istri penurut dan santun. He was number one, my everything … was then. I loved him so much. Betapapun buruk perilakunya, tersimpan rapat sebagai aib yang tak layak diungkap selain pada Allah semata. Hingga terkejut dalam duka tak berbilang ketika beringas menyiksa sy karena terasuk cinta terlarangnya dengan perempuan lain. Maka nyawa-pun nyaris lepas dari raga, sy mati untuk dia dan koma selama sepuluh hari. dan kisah inipun mulai terungkap demi kesembuhan bathin yang retak.

Ya Allah ampuni aku … mohon maaf bila kisah ini tertumpah tak terkendali, diluar dugaan sy. Mohon maaf penuturan ini sudah sangat jauh dari respon yang seharusnya diberikan. Semoga penuturan ini sempat terbaca oleh kaumku yang terpasung…

* Date: Oct 5,2008. Subject: Love is blind(?). Message from X
Compare with my true story …
I loved him (my ex-husband) so much more than anything in this world was then.
He was everything to me. Since the first time I met him, I found he was not a good man.
He had so many girl friends. But I still married him. Coze love is blind… ?!
During our marriage, he shown his bad side
I prayed, wished that he could change someday. Some years of our marriage with patient is not a short term. In the end i have to accept that he still choose another girl. to me my love had been soo deep, it blinded me, and I just realize that with him all this long is just living in prison of hell.
He did’nt change, never will and never can
I did’nt meant to frightened or judge you in any way.
Feels of compassion, like in the same boat, encourage me to told you my story
Hope it’ll bring benefit
It’s true… it’s hard to decide when to breakup and leave behind the one we loves but better pain in the beginning than the end.

** Terbit 08 11 2009


12 Responses to “KDRT 3 … Serpihan kisah yang terserak”


  1. 1 http://google.com
    14 February 2013 at 14:01

    Exactly how much time did it acquire you to write “KDRT 3 Serpihan kisah yang terserak dinda’kk”? It includes a lot of wonderful knowledge. Thx -King

  2. 2 bunda falah
    10 October 2010 at 18:46

    sebagai seorang istri, banyak pengorbanan baik lahir maupun bathin. terkadang karena kita sebagai wanita kita merasa di lemahkan. pada hakikatnya kita ingin kita juga di dengar, dan di perlakukan dengan baik sebagai seorang istri. kadang yang kita dapatkan tidak seperti itu. kita memendam sakit yang mendalam tapi kita tidak bisa berbuat apa – apa. terkadang ada selayang fikiran untuk mencurahkan perasaan ini, ingin berontak, ingin berlari jauh, tapi ada perasaan takut, takut karena banyak hal………… takut Allah, Orang tua, takut tetangga, takut………..takut……
    yang bisa aku lakukan hanyalah berpasarah kepada yang maha kuasa…….. mohon ampunan, jalan keluar yang terbaik bagi permasalahan yang menimpa kita. dan di beri ketabahan atas segala ujian yang allah berikan kepada kita

  3. 3 sriastuti
    9 March 2010 at 04:04

    Apakah X ini satu orang kah? Saya sering kemari baca artikelnya. Baru sekarang mau komentar, penasaran saja. Semoga X tabah menghadapi cobaan demi cobaan hidup, saya bersimpati. Kita smua mengalami cobaan hidup selama masih bernafas, tinggal bagaimana kita menyikapinya.
    Salam kenal mbak dinda.
    .

  4. 4 Ian
    4 March 2010 at 06:37

    nah kalau suami2 yang takut istri itu …
    seperti salah satu judul acara di tv, termasuk yang mana ya?
    salam kenal mbak.
    .

  5. 11 December 2009 at 06:24

    @Randy Hawai
    serembbb yaa? kayaknya ada yang lebih ekstrim dari kisah diatas. ‘lam kenal ya.

  6. 26 November 2009 at 15:14

    @ tentangku27
    Turut prihatin …

    @ XX – FB
    Terima kasih atas izinnya tuk copy paste-kan kisah anda.

  7. 26 November 2009 at 14:55

    Berikut ini copy paste message di FB sy, penggalan kisah salah seorang teman yg dipostkan pada 25 Nop. 2009. Kisah ini sengaja sy tampilkan, agar imbang … bahwa perselingkuhan tak hanya di dominasi para lelaki.
    Atas permintaannya, identitas pengirim tidak disertakan.
    (Terima kasih untuk XX, yg telah mau berbagi)

    * Ass Wr Wb …saya dulu seorang (pemeluk agama XX)….pd mulanya masuk Islam hanya karena pernikahan ttp sejak 1994 datang hidayahNYA dan sy memeluk Islam secara sadar, cukup amazing kisahnya dan pd akhir 2004 sy dipanggil Allah SWT berhaji…juga cukup amazing ceritanya…… ttp disaat2 sy tengah mendalami Islam datang goncangan kehidupan ..sy harus bercerai dng Istri krn dia selingkuh (berulang kali terpergok)…ttp begitulah kehidupan untuk beriman dengan benar orang harus melalui Ujian………begitu disalah satu ayat Al Quran.

    Begitulah kenyataan kehidupan yg harus terjalani”…… perceraian jd berat tuk dijalani terutama bila memikirkan dampak psikologisnya pd anak2 ……, tetapi dualitas dunia ( hari2 baik n hari2 yg tdk menyenangkan) hrs qt terima dng ucapan Alhamdullilaah. krn hal itulah yg membuat jiwa scr spritual menjadi dewasa. Bila qt mengalami kesulitan itu artinya Allah sdg menyapa qt….. ternyata sahabat paling setia yaa hanya Sang Khaliq……. Wass

  8. 9 tentangku27
    23 November 2009 at 06:46

    ada seorang teman baik, sudah almarhum. suatu hari dia curhat, gak biasanya.
    Karna pekerjaannya, menjadikannya sebagai orang yg selalu memberi jalan keluar buat problema kolega2nya termasuk diantaranya mereka2 yg menduduki posisi ‘atas’, selain itu juga keluarganya.
    Kala itu, dia bilang diusir istrinya. ini sudah terjadi ber-kali2.
    setiap ribut dengan istri, maka dia akan boyongan dengan semua pakaiannya, pulang ke rumah orang-tuanya.
    yang punya rumah memang si istri. kebetulan istrinya anak seorang kaya. tapi dia nikahi istrinya bukan karena itu.
    rupanya dia sudah gak tahan dengan perlakuan istrinya, tapi gak sanggup pisah dengan anak2nya.
    si istri suka bicara kasar, merendahkan, banyak menuntut. dan kurang hormat pada orang-tuanya.
    sebelum meninggal, alm. terlihat seperti sedang sakit. tapi dia tidak mau berterus terang.
    hingga akhirnya dia meninggal dunia dalam usia ‘muda’ …

  9. 12 November 2009 at 00:55

    Mohon maaf, tulisan KDRT 1 – 2 – 3 tidak dimaksudkan tuk mengecilkan posisi para suami.
    Setidaknya tulisan ini memberi suatu perasaan bahwa ‘kami’ tak sendiri, masih banyak yg lebih buruk dari kisah diatas.

    Sy yakin, tak sedikit kisah tentang perilaku istri yg tak selayaknya juga banyak dialami para suami. Sayangnya di blog ini hanya menuliskan kejadian yg benar2 melingkupi seputar kehidupan penulis, artinya yg telah diyakini ada dan dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

    Sy sangat menghargai bila ada dari para suami yg maHu mengungkap ‘kisah’nya disini. Untuk itulah kolom komentar ini sy biarkan terbuka, tuk siapapun.

    KDRT ini akan berkembang nantinya … menyangkut tentang kekerasan yg dialami anak2.
    Bila memungkinkan, bila masih diberi kesempatan tuk mengungkapnya.
    Salam.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Thanks to: Wordpress

by-dinda27
Wordpress
Add to Technorati Favorites
dinda'kk2009.
November 2009
M T W T F S S
« Oct   Dec »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 9 other followers

Categories

Archives

Blog Stats

  • 31,605 hits
free counters 140209
PageRank Checking Icon 110609

Top Clicks

  • None

RSS ‘kawanku’ mahluk tak bernyawa

  • By: Lynette
    I am sure this piece of writing has touched all the internet viewers, its really really nice paragraph on building up new blog.

RSS Ruang Terselubung

  • mahluk itu datang lagi
    Beberapa menit lalu ada benda asing mencengkeram kuat ubun-ubun, merayap perlahan melewati dahi seakan hendak menutupi seluruh wajah. Kugerakkan kepala berusaha menghalau, tapi tak mampu digerakkan. Makin dicoba lepaskan diri, semakin membekapku. Aku kalut. Benda itu menyerupai gumpalan gelember daging, kenyal terbalut kulit … lebih lembut dari kulit bayi. B […]

%d bloggers like this: