23
Aug
08

sama anak kok coba-coba

Tamu-ku datang ke rumah bersama ke-dua putrinya. Bercerita tentang perilaku suaminya yang peminum dan kini sedang dalam proses menikahi seorang pelacur.. yang konon, cacat fisik (mohon maaf tak hendak menyinggung siapapun). Perempuan pelacur itu seusia anak gadisnya yang pertama, 23th.

Setelah 2jam curhat berdua denganku di kamar (karena aku sedang sakit); kupanggil ke-dua putrinya. Kusarankan mereka tinggal di rumahku untuk sementara waktu. Karena ibu mereka ketakutan akan di perlakukan lebih buruk lagi oleh ayah mereka.

Sang suami usianya 56th, tidak bekerja. 2bulan terakhir ini sering berbuat kasar. Memaksa meminta uang pada sang istri yang sudah tidak bekerja lagi.

Percakapan kami kemudian berkembang ke masalah perawatan muka. Perempuan 46th, tamu-ku ini terlihat energetic, modis dan cantik. Seorang istri yang baik – setia dan ulet.
Oya tamu-ku ini, kata orang, istri ke dua. Namun di mata hatiku, pengabdiannya melebihi istri pertama.
Bukan ini yang hendak ku ungkap, tapi tentang…

Dengar apa kata anak bungsunya yang berusia 13th, berkulit gelap, serta jerawatan. Sementara sang kakak terlihat sangat cantik. Dia pernah memenangkan juara mojang geulis di-kota kecil ini semasa SMA-nya.
Iya muka ku jadi rusak begini kan juga karena mama. Mukaku dijadiin kelinci percobaan sama mama. Jadi sebelum mama pake, mukaku yang dipakein dulu”.

Aku terkejut ‘nelongso’ dalam hati. Kok bisa begitu ya? Meski sekedar dicobakan atau alasan apapun. Teringat iklan … “Sama anak kok coba-coba!”.
Aku tak punya hak untuk menjudge. Mungkin dia punya alasan tersendiri. Meski bagiku tetap tak terpahami…
Salam, dinda (August 23, 2008 – 8:25 am)

Wajah


2 Responses to “sama anak kok coba-coba”


  1. 17 October 2008 at 00:20

    saya ‘Tersanjung’, Kang Eppy berkunjung sekaligus memberi tanggapan ke blog sederhana ini.
    Jadi bahan renungan bagi saya pribadi dari kalimat terakhir … sebagai manusia terkadang lupa bahwa rasa lapar dan haus akan sesuatu telah menjerumuskan diri menjadi (maaf) kaum ‘tersebut’.
    Terima kasih Kang.

  2. 2 Kang Eppy
    16 October 2008 at 00:38

    Cerita yang menyayat hati ….
    Sama anak koq coba-coba …
    Kadang-kadang sifat manusia itu tidak dapat dimengerti …. padahal singa saja tidak pernah membunuh anaknya.
    Berangkali itulah bedanya … mengapa manusia harus mempertanggung jawabkan perbuatannya nanti didepan sang pencipta. Sedangkan singga dan sebangsanya tidak…. sehingga kaum binatang hanya makan bila dia lapar.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Thanks to: Wordpress

by-dinda27
Wordpress
Add to Technorati Favorites
dinda'kk2009.
August 2008
M T W T F S S
« Mar   Sep »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 8 other followers

Categories

Archives

Blog Stats

  • 36,935 hits
free counters 140209
PageRank Checking Icon 110609

Top Clicks

  • None

RSS ‘kawanku’ mahluk tak bernyawa

  • By: judi poker online
    I have read so many posts on the topic of the blogger lovers except this paragraph is in fact a good piece of writing, keep it up.

RSS Ruang Terselubung

  • mahluk itu datang lagi
    Beberapa menit lalu ada benda asing mencengkeram kuat ubun-ubun, merayap perlahan melewati dahi seakan hendak menutupi seluruh wajah. Kugerakkan kepala berusaha menghalau, tapi tak mampu digerakkan. Makin dicoba lepaskan diri, semakin membekapku. Aku kalut. Benda itu menyerupai gumpalan gelember daging, kenyal terbalut kulit … lebih lembut dari kulit bayi. B […]

%d bloggers like this: