15
Sep
08

Selamat Jalan Sayang …

ghost-by-dindakk-2008-238

.

Beberapa hari ini kurang enak badan. hari ke dua terpaksa batal puasa, kepalaku sakit sekali. Setahun terakhir ini tidak lagi gegabah memaksakan puasa (nabi Daud) disaat sakit setelah alami sakit yang nyaris menghilangkan nyawaku (lagi).

Kemarin, ketika membuat gambar, terdengar dering sms masuk. Biasanya kudiamkan dan tetap asyik dengan pekerjaan. Tidak kali ini. Segera ku baca isi sms.

Ass. Apa kabar neng? Gimana keluarga? Aris kapan nikah? Ary dimana? Ary nya aku udah diambil ama yg punya yg paling sayang ama dia Allah swt. Jij yg sehat ya. Amin *Sent:12:06:01 / 12 09 2008 *Sender: Hanny

Berulang kubaca isi sms, mencermati nama pengirimnya. Seakan tak percaya dengan apa yang sedang kubaca. Jantungku berdetak kencang, lunglai seluruh tubuh. Tiba-tiba ku terisak …

Sekian lama kami tak saling beri khabar. Ia sahabat karibku. Relokasi menjadikan hubungan kami berjarak. Dulu, nyaris setiap hari ia mengirimku penganan, karena hobbynya masak dan buat kue. Kami sering pergi bersama. Waktu itu aku belum bisa kendarai mobil sendiri dan tak nyaman bila diantar sopir. Hanny selalu menjemput, kami ke Community Center. Nyaris semua fasilitas disediakan perusahaan. Area yang luas, ada kolam renang, lapangan golf, tennis-badminton-squash court, bowling (kegemaran-ku), spa dan fitness center. Ada movie room yang luas, library, restaurant, supermarket yang menyediakan kebutuhan sehari-hari yang langsung didatangkan dari luar negeri oleh pemilik perusahaan yang orang asing. Di-area ini berdiri apartment sekian lantai, perumahan bagi karyawan asing dan keluarganya serta beberapa karyawan Indonesia untuk level tertentu. Dan masih banyak lagi. Semua yang ada di area ini bernuansa ke baratan.

Kenanganku tentang Ary nya Hanny… tak jauh beda dari Ary-ku. Kedua Ary kami sama-sama lucu, pendiam dan smart. Karena wajah keduanya bagus, banyak yang sayang. Bedanya Ary nya Hanny berbola mata kebiruan. Ibunya Hanny asli orang asing. Sedang aku sekedarnya … yeah my dearest late step father is crossbreed, Dutchmen and German. (I love You dad, how i miss You so)

Suatu hari ketika keduanya asyik berenang, dihampiri ‘bule’ seusianya, merampas sesuatu dari tangan Ary-ku. Kedua Ary ini tampak kompak protes dalam bahasa Indonesia, sementara si bule berbicara keras dengan bahasanya. Kami berdua tersenyum memandangi mereka.

Bertahun kemudian kedua Ary kami tumbuh besar dan tentu saja good looking. Badan mereka berdua tinggi besar. Kami tidak saling bertemu lagi. Pernah Hanny ke rumah meminta air zam-zam dan doa-ku untuk mengobati adiknya yang sakit tumor ganas.

Kami tak kan pernah melihat Ary-nya Hanny lagi…. Selamat jalan sayang, Semoga mendapat tempat yang layak di sisi Allah swt. Amin.

dinda27 (September 13, 2008)


0 Responses to “Selamat Jalan Sayang …”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Thanks to: Wordpress

by-dinda27
Wordpress
Add to Technorati Favorites
dinda'kk2009.
September 2008
M T W T F S S
« Aug   Oct »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 8 other followers

Categories

Archives

Blog Stats

  • 36,935 hits
free counters 140209
PageRank Checking Icon 110609

Top Clicks

  • None

RSS ‘kawanku’ mahluk tak bernyawa

  • By: judi poker online
    I have read so many posts on the topic of the blogger lovers except this paragraph is in fact a good piece of writing, keep it up.

RSS Ruang Terselubung

  • mahluk itu datang lagi
    Beberapa menit lalu ada benda asing mencengkeram kuat ubun-ubun, merayap perlahan melewati dahi seakan hendak menutupi seluruh wajah. Kugerakkan kepala berusaha menghalau, tapi tak mampu digerakkan. Makin dicoba lepaskan diri, semakin membekapku. Aku kalut. Benda itu menyerupai gumpalan gelember daging, kenyal terbalut kulit … lebih lembut dari kulit bayi. B […]

%d bloggers like this: