Archive for October 10th, 2008

10
Oct
08

gambar hati Almarhum

Kuawali kisah nyata perjalanan tak lazim ku dari kejadian semalam.

Ku sedang membuat gambar untuk tulisan: Uni ku tersayang, selamat jalan … Mencoba berulang kali meng-copy gambar hati agar terlihat lebih ‘hidup’ melalui cara yang kuyakini benar, tetap tak berhasil. Media gambar seperti terkunci. Akhirnya harus puas dengan satu gambar hati.
Setelah menyisipkan http wordpress dan click save, seperti biasa akan ku-delete dan mencantumkan http lain untuk website ku lainnya dengan cara copy-paste. Hingga lebih dari sepuluh kali di-bingung-kan munculnya gambar hati dengan FONT size 499,96. Sementara yang sedang kukerjakan hanya click copy tulisan http. Selama ini belum pernah menggunakan font size dengan angka sebesar itu. Dan gambar hati yang selalu muncul berulang kali tsb meski telah kuhapus berulang kali, tidak seperti gambar hati yang sudah jadi. Gambar yang ntah dari mana datangnya ini bentuknya memanjang menutupi area gambar dibagian kiri. Karena kesal akhirnya kuhapus gambar tsb, kuhentikan usaha mengcopy http.

Masih tak menyadari apa yang teralami semalam, hingga sejam lalu secara tiba-tiba terlintas… apakah gambar tersebut di maksudkan untuk ku?! Guna menjelaskan bahwa Uni-pun menyayangiku. Wallahualam

Saat menyelesaikan gambar, airmata ini mewarnai kenanganku tentang almarhum. Kemarin adalah hari ketiga dan terakhir diadakannya tahlilan. Aku tak hadir, sedang tak enak badan. Sudah beberapa hari ini sakit. Andai ada yang menemani, pasti akan hadir… Aku tak lagi berani mengendarai mobil sendirian di malam hari dengan kondisi lengan kiri cidera.

Beberapa jam lalu setelah sholat maghrib, ku bergumam: “Uni, aku ga’ bisa ke rumah ya, tapi akan ngaji untuk Uni“. Kupersembahakan bacaan surat ini pada MU Allah, untuk Uni-ku tersayang. Tolong berikan tempat yang layak, terimaLAH arwah serta amal ibadah nya. Beri Uni-ku pengampunan dunia akhirat. Amin
Kucoba menyelesaikan beberapa surat hingga lelah. Selamat jalan Uni – ku tersayang …
dinda, *10 10 2008 / 08:20am*

Advertisements
10
Oct
08

Uni tersayang … selamat Jalan(2)

Jenazah telah dimasukkan liang lahat, ketika kami tiba. Padahal mobil kami beriringan. Antrian mobil untuk parkir biang ke‘terlambat’an. Kerumunan pelayat menutupi tepian liang lahat, tak mampu kulalui. Airmataku deras mengalir, terpaksa menjauhi pelayat. Sementara keluarga ini terkesan cukup ‘tegar’.

Teringat sewaktu almarhum ayahku dimakamkan. Kami sekeluarga terlihat ‘ikhlas’. Merasakan betapa ‘almarhum’ menderita sekian lama, sehingga kami pasrah melepas kepergiannya. Meski saat itu tak berkesempatan menjaga almarhum. Aku juga sakit, bahkan pernah kejang dan terpaksa berbaring di ruang sebelah tempat tidur almarhum, saat memaksa menjenguk.

Ketika makam mulai sepi, kuhampiri gundukan tanah merah penuh bertabur bunga, tak jauh disamping si cantik yang terpekur mengelus gundukkan tanah. Uni… saudara ku cuma Uni seorang, meski tak lagi anggota keluarga ini sejak 11tahun lalu. Tapi Uni melebihi saudara kandung, uni adalah panutan-guru-kakak-ibu-teman-sahabat, aku bangga – kagum – hormat dan sayang Uni, Sejak hidup sendiri, setiap Idul Fitri, Idul adha… cuma Uni yang kuperlukan. Aku ga’ punya siapa-siapa lagi. Tahun lalu rupanya tahun terakhir kita berlebaran bersama. Allah berikan tempat yang layak buat Uni-ku. Cukup lama ku ‘bicara’ dalam hati sambil ber doa.
Sebelum pulang, kupeluk si cantik cukup lama. Kali ini tak mampu menahan sedih, terisak terbata sambil mengucap sesuatu. Isak tangis tertahan yang terdalam, adalah ke-dua kali selama hidupku di ‘depan’ umum. Pertama sewaktu ayah-ku berpulang pada 07 – 07 – 2007.
Sebelum meningalkan makam, kuhampirin Uda yang sedang istiahat di mobil. Ada tiga teman nya sedang berbincang. Bermaksud menjauh, ketika Uda menawariku masuk mobil. Ke3 lelaki di depanku memberiku tempat. Aku: ‘Uda, aku pamit pulang ya’. Kupeluk Uda, kucium kening dan punggung tangannya. Rupanya adik ipar telah berdiri dibelakangku. Sempat terdengar: ‘Titip dinda, tolong dijaga ya’. Nah lho siapa yang perlu diperhatikan, kok malah aku yang mendapat perhatian Uda. Rupanya kalimat yang sama diucap si bungsu juga: “Om, titip tante ya”, kata iparku dijalan pulang menirukan si bungsu. Ipar: ‘Uda sama anak-anaknya itu sayang sama mbak lho
Memang kusadari sejak tak lagi sebagai anggota keluarga ini, hubungan kami jauh lebih mesra. Dimata bathin ku sejak mengenal Uni berpuluh tahun lalu, adalah sosok yang luar biasa. Dan perubahan perilaku Uda yang tadinya WAH… sejak bertahun belakangan ini berbalik menjadi sosok yang kukagumi.

Tiba-tiba kepala terasa sakit, artinya harus segera pulang istirahat.
Rupanya rasa sakit berangsur hilang selama dalam perjalanan, sehingga tak perlu diantar kerumah. Sepanjang perjalanan pulang, setiap ganti perseneling mengaduh kesakitan. Lengan kiriku memang masih cidera.
dinda *10 07 2008*




Thanks to: Wordpress

by-dinda27
Wordpress
Add to Technorati Favorites
dinda'kk2009.
October 2008
M T W T F S S
« Sep   Nov »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 8 other followers

Top Posts

Categories

Archives

Blog Stats

  • 37,772 hits
free counters 140209
PageRank Checking Icon 110609

Top Clicks

  • None

RSS ‘kawanku’ mahluk tak bernyawa

  • By: Twennye K
    Salam kangen 'tuk teman² yg pernah berkunjung ke blog dinda27 / dinda'kk 2017/01/27

RSS Ruang Terselubung

  • mahluk itu datang lagi
    Beberapa menit lalu ada benda asing mencengkeram kuat ubun-ubun, merayap perlahan melewati dahi seakan hendak menutupi seluruh wajah. Kugerakkan kepala berusaha menghalau, tapi tak mampu digerakkan. Makin dicoba lepaskan diri, semakin membekapku. Aku kalut. Benda itu menyerupai gumpalan gelember daging, kenyal terbalut kulit … lebih lembut dari kulit bayi. B […]