30
Oct
08

Bungsu-ku

Dua hari menjelang lebaran, aku dikejutkan dering telphon-nya. Bahagia hati ini setiap mendengar suara berat-nya. Bungsu-ku ini paling sYusYah, ‘sapa’nya means something. Coba simak ucapannya:”Bunda lagi dimana? Ad mO pulang nEh” Alhamdulillah biar cuma dua kalimat singkat. Itulah si-kecilku yang tidak lagi kecil, fotocopy ibunya bangetz.

Tahun ini tak ingin direpotkan bebenah rumah. Lelah diperbudak rutinitas yang pernah membuat-ku lupakan diri sendiri. Lagipula sulung-ku tidak pulang. Bertugas jaga rumah-sakit katanya. “Ya sudah nak, beramal sambil berlebaran dengan pasien. Lagipula tahun ini Bunda ingin bersendiri”

Secepat itu bungsu-ku sudah didepan pagar. Kalimat pertamanya:

Bunda, tukeran tempat dUnk. Punya bunda diluar garasi. Ad punya, baru di steam nEh“.

Aku: “Coba lihat aja punya siapa lebih bersih”.

Dia sempat memuji: “Wah bersih, padahal dah lama gak dipakE. Bawahnya pasti kotor“.

Aku:”Bunda lagi malEs cuci nak”.

Lanjutnya: “Nanti biar Ad yang steam.

Tak lama berselang kulihat dia mencuci si-hitam mulus kesayangannya padahal tidak kotor. Sungguh duplikat ku.

Kaca depan di’eein burung aja dia dah ribut bunda”, kata sulungku suatu hari.

Dia sedang mengamati goresan kecil di bagian pintu depan sebelah kanan, saat kuhampiri dengan rasa ingin tahu. “Memang tadi parkir dimana?”

Keesokkan hari… “Bunda, badan Ad pegel smua nih. Tolong pijetin donk.

Nah lOh badan besar dan sekekar ini (179cm) masih juga minta dipijat bundanya yang mungil (156cm). Terpaksa kupijat juga punggungnya dengan rasa sayang tentunya

Aduh bunda, jangan keras-keras donk, sakit smua nEh,” protesnya. Padahal biasa aja tuh.

Alhasil lebaran kali ini berdua bungsu-ku sholat IED di Mesjid perumahan.

Alhamdulillah, terima kasih Gusti Allah.

Pulang dari mesjid, kudapati bungsu-ku tiduran berselimut.

Knapa nak?” Bingung juga sih, sejak dipijat dia mengeluh sakit.

Memang kalau tidak tahu cara memijat yang benar, bukan sehat yang di dapat, justru sebaliknya. Selama bertahun minta dipijat, dia belum pernah mengeluh seperti ini. Ada perasaan bersalah …

Se-jam kemudian kulihat dia memasukan pakaiannya ke-ransel.

Sebelumnya, aku diberi-nya hadiah. “Terima kasih ya nak.”, ucapku terharu berbinar atas perhatiannya,.

Jujur sedih, sempat kucegah agar dia menunda pamit-nya.

Alasannya akan berobat di rumah sakit perusahaan, karena di cover.

Padahal sudah ku minta berobat dirumah atau minta resep obat ke kakak-nya.

Like mother like son. Itulah bungsu-ku. Akhirnya ku-di-tinggalkan dengan pandangan menghiba-ku. Alhamdulillah tidak ada airmataku yang mengalir seperti yang sekian lama selalu teralami setiap putra-ku pamit.

Allah blesses and keeps you safe.


4 Responses to “Bungsu-ku”


  1. 2 December 2008 at 00:54

    Cerita tentang guru, ingat masa lalu. Ingin ke farmasi, tidak diizinkan Ortu. Maka jadilah calon guru yang gemetaran kalau ngajar. Suatu hari saat praktek, seorang murid angkat tangan. Sy hampiri karena suaranya pelan. “Bu guru kok cantik ya” kata bocah laki2 SD yang masih bau kencur dengan suara keras. Spontan suasana kelas jadi riuh. Tutor tersenyum memandang saya diujung kelas.
    Kalau Mas Iman menamai diri guru goblok, maka sy guru super goblok.🙂
    Thanks ya sudi luangkan waktu.

  2. 1 December 2008 at 09:26

    nikah masih belia? saya sendiri nikah saat umur 22 tahun. bu dinda nikah umur brapa? betul, disamping jadi murid saya juga guru. tapi guru goblok🙂 he he he

    iman supriyono

  3. 11 November 2008 at 06:44

    Wa’alaikum salam
    Terima kasih untuk semuanya.
    Wah ga’ sangka lho di kunjungi Mas Iman.
    Benar yang terbaca memang tulisan ‘guruku …’
    Ada pelajaran berharga sy dapatkan setelah menyimaknya.
    Tentang anak2, saya pernah menikah diusia sangat belia.
    Wass, dinda’kk

  4. 11 November 2008 at 05:14

    enak ya anak anak sudah pada gedhe. kalo sulungku baru kelas 3 smp, si bungsu yang nomor urut 6 malah baru tk, bareng kakak kembaranya
    salam kenal. assalamu alaikum

    iman supriyono
    http://www.snfconsulting.com


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Thanks to: Wordpress

by-dinda27
Wordpress
Add to Technorati Favorites
dinda'kk2009.
October 2008
M T W T F S S
« Sep   Nov »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 8 other followers

Categories

Archives

Blog Stats

  • 36,935 hits
free counters 140209
PageRank Checking Icon 110609

Top Clicks

  • None

RSS ‘kawanku’ mahluk tak bernyawa

  • By: judi poker online
    I have read so many posts on the topic of the blogger lovers except this paragraph is in fact a good piece of writing, keep it up.

RSS Ruang Terselubung

  • mahluk itu datang lagi
    Beberapa menit lalu ada benda asing mencengkeram kuat ubun-ubun, merayap perlahan melewati dahi seakan hendak menutupi seluruh wajah. Kugerakkan kepala berusaha menghalau, tapi tak mampu digerakkan. Makin dicoba lepaskan diri, semakin membekapku. Aku kalut. Benda itu menyerupai gumpalan gelember daging, kenyal terbalut kulit … lebih lembut dari kulit bayi. B […]

%d bloggers like this: