21
Nov
08

‘kawanku’ makhluk tak bernyawa

STICKY

Terkejut seketika saat mendengar penjelasan mereka …

“Itu anak pertama kami yang baru setahun lalu meninggal karena kecelakaan”

Saat menuturkan tulisan ini, bulu kuduk-ku berdiri tegak, sementara mentari pagi bersinar lembut.

ghost-by-dindakk-nov-21-2008-40

.

* Mohon maaf kepada keluaga Rd.WR.dr

Tanpa mengurangi rasa hormat, penuturan kejadian ini tuk melengkapi rangkaian-kisah blog dinda27.

Dan gambar yang disertakan ‘sekedar’ menampilkan kreasi dinda27 semata.

.

Menjelang Idul Adha 2006, seorang teman mengundang ku berkunjung ke kota-nya sekaligus diminta menginap di rumahnya. Ntah mengapa ku-sanggup-i.

Sesungguhnya, sejak berbilang tahun berusaha menghindar bermalam di rumah siapapun. Bagi-ku lebih nyaman bermalam di losmen daripada menginap di kediaman kerabat berumah mewah sekali pun.

.

Rencana beriringan mobil, batal. Ntah mengapa ‘kaki’ yang baru di servis rutin 35ribu km tiba-tiba bermasalah. Di-kemudian-nya ku-bersyukur, ternyata ada ‘pesan’ di-sebalik kejadian … ketika menyadari bahwa perjalanan ke luar kota di hari libur sangat menyebalkan. Macet-nya mana tahan.

Tapi kami yakin dengan formasi bertujuh dalam satu ‘kaki’, dimana ada 3 ‘tuan’ sopir, tentunya dapat saling bergantian bila kami kelelahan. Dan ternyata aku yang satu-satunya ‘sopir’ perempuan, di bebas tugaskan. Cape meren di-suguh macet.

.

Tiba-lah kami di dusun lebat pepohonan dengan beberapa bangunan tua yang letaknya saling berjauhan. Sunyi tanpa penerangan di sepanjang jalan tua. Terkesan magis. Tak terbayang bila berkendara sendiri. Atut ei !

Dari kejauhan terlihat satu bangunan tua di tengah hutan kecil yang luas-nya berhektar.

.

Di sekeliling rumah terparkir beberapa kendaraan. Tapi tak satupun penghuni-nya kukenal selain Mbah – ibu temanku. Dan ini adalah kunjungan perdana-ku.

Rupanya ada acara kumpul keluarga.

Lebih dari 6 kamar tak-lah cukup  menampung lebih dari 30 orang. Rasanya tak sampai hati mendapat kamar utama sendiri. Kasihan para lelaki tidur beralas tikar dan kasur di lantai dingin. Tapi sungguh menyenangkan, mereka semua welcome meski ku pendiam dan hanya bicara bila di-sapa.

.

Sejak awal kunjungan, ada seorang gadis manis menarik perhatian-ku. Selalu mengikuti kemana ku melangkah. Kami tak saling bertegur, tak ada yang aneh.

Sehari sebelum pulang, kami sempat bertatap mata. Kali ini ada pancaran aneh, ku tak perduli.

Wajah kami ramah meski tanpa senyum. Rupanya itu pertemuan terakhir.

Penasaran, kutanya pada teman kemana gadis yang selalu mengikuti ku. Ada sesal-ku tak menyapa.

Kusebut ulang ciri gadis itu manakala teman-ku terlihat kebingungan menjawab tanya-ku.

Percakapan kami sudahi tanpa penjelasan, tanpa ada keinginan tahu-ku lebih jauh.

.

Dua jam kemudian ada yang ingin menemuiku. Suami isteri dan seorang gadis …

“yaaa gadis ini yang saya maksud,” ujar-ku tiba-tiba.

Mereka bertiga saling pandang kebingungan. Kemudian memperkenalkan diri-nya.

Penghuni rumah yang lainnya menjauh seolah memberi kesempatan kami berbincang.

Tiba-tiba suami isteri tersebut bertanya, gadis seperti apa yang selama ini kulihat.

Tanpa curiga sedikitpun, kujelaskan … “selalu kenakan jeans biru dan kaos, berambut panjang … bla bla bla. Ku-tunjuk gadis yang duduk di sebelahku. “Seperti ini wajahnya, tapi dia lebih kurus“.

.

Terkejut seketika saat mendengar penjelasan mereka …

“Itu anak pertama kami yang baru setahun lalu meninggal karena kecelakaan”

Saat menurunkan tulisan ini, bulu kuduk-ku berdiri tegak, sementara mentari pagi bersinar lembut.

Rumah tsb. memang terkesan ‘angker’ bersahabat.

Konon di jaman dahulu, pemiliknya adalah orang tua teman-ku. Keturunan berdarah biru.

Sebagian anggota keluarga ini berkecimpung di dunia kedokteran dan berkarir bagus. Teman-ku sendiri pernah terpilih sebagai wanita berkarir cemerlang kedua … Artinya mereka realistis.

Beruntung ‘gadis’ yang tertampakkan, adalah anggota keluarga. Bila bukan siapa-siapa, aku akan dianggap aneh.

.

Kejadian seperti ini adalah bagian dari kehidupan-ku sejak kecil. Aku bahkan tak mampu membedakan yang terlihat itu manusia bernyawa atau ujud manusia selainku, seperti pada ‘gadis’ tersebut.

It is real me, with true story of life.

.

* 08November, 2008. Copy paste dari FS blog milik-ku sendiri,

Kupersembahkan untuk Rd.WR,dr … semoga cepat selesai specialistnya.


37 Responses to “‘kawanku’ makhluk tak bernyawa”


  1. 12 August 2014 at 21:25

    I have read so many posts on the topic of the blogger lovers except this paragraph is in fact a good
    piece of writing, keep it up.

  2. 18 July 2013 at 06:43

    I am sure this piece of writing has touched all the
    internet viewers, its really really nice paragraph on building
    up new blog.

  3. 2 July 2013 at 01:52

    By storing them in another location, if a break-in, fire or other disaster occurs, you can
    completely remove the Free Invisible keylogger Mac Trial secretly delivers log reports
    at set intervals. S government will go too far in allowing employers to conduct hidden keylogger around your home and property more secure during these uncertain and trying economic times?
    Five witnesses said they saw the woman fleeing from the incident.
    ‘s broad-net keylogger of Muslims is just plain wrong,” echoing its editorial last week that Mr.

  4. 13 March 2012 at 20:13

    bikin takut saja tapi suka sekali

  5. 5 November 2011 at 21:29

    hii apaan itu, aku merinding nie

  6. 7 3w9
    18 March 2011 at 13:20

    Blognya bagus amat yaaaa, amat aja biasa-biasa saja……
    Salam kenal, tengok juga blog aku ya =>>>>>>>>>>>>>>.

  7. 26 December 2010 at 09:05

    waduh mbak kayaknya punya indera ke6 nich,ampe bisa lihat yg gituan segala ,ih sereem

  8. 14 November 2010 at 23:37

    serem ah mbak😦
    ceritanya serem

  9. 5 November 2010 at 18:05

    salam kenal🙂
    ceritanya serem juga.😀

  10. 1 August 2010 at 20:42

    judulnya serem sekali >.<

  11. 17 July 2010 at 20:36

    ya di tanyain togel aka siapatau keluar kan lumayan

  12. 30 June 2010 at 19:08

    angker bgt tuh kawannya gak bernyawa,….

  13. 4 May 2010 at 16:48

    wah jadi ingat acara miskista,MISTERI KISAH NYATA, kurang lebih tahun 2000-an

  14. 30 August 2009 at 23:32

    sereemmmm
    merinding
    ga demen yg horor2 mbak
    saya baru liat judulnya aja lngsung merinding
    .
    bacanya ga sampe abis deh
    atuutt😮

    • 7 September 2009 at 02:30

      @ phii♥김현중
      Sejujurnya mbak sangat tidak suka horor, bahkan takut.
      Apapun cerita atau tontonan tentang horor, selalu dihindari.
      Kalaupun dituturkan di blog dinda27, karena teralami.
      Kemunculan-nya tak diundang dan tak diinginkan.

      Salam.

  15. 10 June 2009 at 03:36

    @ bundadontworry
    * Salam kenal kembali Mbak.
    Awalnya juga sempat diperlakukan seperti pengakuan mbak.
    Tapi bagi kerabat yg sangat dekat, pada akhirnya maHFum.
    * Sebenarnya sedikit membingungkan penggunaan kata bisa.
    Bila bisa, artinya ada kemampuan kapan dan dimana saja.
    Mungkin lebih pas bila gunakan kalimat:
    bahwa mereka-lah yang maHu ‘tampakkan-diri’.
    Dan tentunya atas se-izin NYA.
    Karena ‘penglihatan’ tsb bukanlah hal lazim.
    Dan pada umumnya, ybs. lebih banyak menyimpan semua pengalaman dalam diam.
    Cape juga kalau selalu di-cap sebagai bla-bla-bla.
    Kecuali ybs. telah meyakini. Dan tentunya terpulang pada lamanya waktu terjalani.
    * Bila akhirnya sy coba ungkap di-blog dinda27,
    karena ingin beri kesaksian hidup bahwa kondisi ini memang ada.
    juga sebagai masukkan bagi siapapun yang berada dalam kondisi ini
    agar tidak menjadi bingung berkepanjangan.
    Cukup lama akhirnya semakin men-sadari (dari usia balita hingga 2004)
    bahwa ‘penglihatan’ dan ‘siratan’ yang muncul, tidak selayaknya terabaikan.
    Meski tetap saja sy abaikan, demi mencoba tuk hilang-kan suuzon atau apapun.
    Mungkin coba berteguh tuk menerima pendapat awam yg senantiasa di kait-kan
    dengan kesehatan jiwa. Lebih men-sedihkan bila dikaitkan dengan masalah keimanan:
    bahwa kondisi tsb sangat tidak layak disikapi dalam keseharian, karena mendahului Allah.
    Sementara … kami tak meng-hadir-kan-nya. Kami juga ingin hidup wajar.
    Sayangnya, ketika akhirnya benar2 terjalani
    senantiasa ada percikan sesal telah mengabaikan-nya.
    * Takut? Tepatnya merinding abiz.
    Kadang2 iya juga sih, apalagi bila malam hari sendiri pula.
    Tapi bila diperlihatkan bahwa kita takut, mereka makin menjadi.
    Kalau sudah keterlaluan, (pastinya juga dengan doa dan)
    biasanya saya pukul pipi atau gelengkan kepala berulang, bila punya kemampuan bergerak
    hanya tuk hilangkan ‘penampakkan’. Sayangnya berdurasai ber-menit2 baru bisa hilang.
    Nah, biasanya ini tentang ‘siratan’ kejadian yang ‘tertampakkan’
    semisal sedang saksikan kejadian kecelakaan didepan mata.
    Setelah reda, biasanya sy tutup dengan doa berulang.
    * Monggo tukeran link-nya. Blog Mbak sudah sy link.

    @ Terima kasih kunjungan teman2. Salam.

  16. 6 June 2009 at 19:55

    ditambahin ya mbak dinda, boleh tukeran link ?,salam.

  17. 6 June 2009 at 19:53

    salam kenal mbak dinda, setelah saya baca tulisan diatas, saya merasa bersyukur sekaligus takjub, akhirnya saya mendapatkan teman senasib, yaitu yg bisa melihat makhluk lain ciptaan Allah swt, sewaktu kecil saya nggak ngerti dan juga nggak peduli, lama lama timbul rasa takut, karena teman2 mengatakan saya suka mengkhayal, hanya ibu saya yg mengatakan; makanya jangan tinggalkan dzikir utk selalu mendapatkan perlindunganNYA, akhirnya sampai sekarang saya sudah terbiasa melihat ‘mereka’, mau serem kek, cantik kek, atau berantakan sekalipun, selama ‘mereka’ tidak menganggu saya, saya tidak perlu merasa takut lagi,yah, jadi biasa2 aja, utk saya ini saya anggap gift dari yg Maha Kuasa, salam.

  18. 13 March 2009 at 13:19

    enak ya mbak bisa liat ‘dunia lain’??

    • 10 June 2009 at 11:50

      @ inos
      Apa iya begitu?🙂
      Masalah-nya kami menjadi bagian yang ditepikan, karena tak lazim.
      Butuh waktu lama agar mereka maHFum
      bahwa keberadaan tsb bukan atas maHu kami.
      Sayang-nya kami cenderung diam.

  19. 10 March 2009 at 19:02

    Keren!!! Seolah “dia” ingin meyakinkan kita bahwa ada “mereka” selain “kita”; standing, waiting, watching…

  20. 10 March 2009 at 11:55

    buku ya teman nya.. kan dia gak bernyawa juga.. canda aja.. salam pemilu damai 2009 jangan salah pilih ya..

  21. 10 March 2009 at 11:16

    terusin gak yah bacanya??
    ….

  22. 28 February 2009 at 00:33

    Ihh serem mbak, aku ini penakut tapi suka baca atau lihat acara TV yang serem-serem. Jadinya malah ga berani kemana-mana… 🙂 Thanks

    • 28 February 2009 at 14:41

      @ yulism
      Nah lho, Mbak-ayu kebalikan ku.
      Aku tuh nyaris ga’ pernah mau nonton tv atO cari perkara lihat yang serem2. KalO kecolongan juga, spontan mata ditutup, atau picingkan mata supaya gambar seremnya ga’ terlihat.
      Ndilalah kok yang serem2 itu datang langsung, ga’ kulonuwon ada di depan mata.
      Wis tah kebangetan medeni pisan. (Sudahlah, keterlaluan juga menakutkan).
      Dari yang cuma badannya sampai langit2 (raksasa kalee. Makhluk ini datang seminggu 3x di kamarku, tengah malam. Waktu baru pindahan ke rumah baru, selama ber-bulan2. Aduuh suwER aku ketakutan!), atau kepala aja dari beberapa mahluk, dll …
      stop akh, bisa panjang ceritanya.

      KalO aku harus berani ke-mana2, lha wong dewean, pendiam pula. Thanks ya.

      • 4 March 2010 at 02:35

        @ yulism
        Note:
        Comment diatas TAK berkaitan dengan halusinasi – ilusi – atau gejala apapun. Bukan rekayasa, adalah cerita nyata. Penuturan ini bagian dari catatan perjalanan spiritual dinda27 / dinda’kk

  23. 1 December 2008 at 00:24

    Tukang kayuh … kitu.
    Alooow ‘lom bobok? Dah lewat tengah malam …
    Alamak, dakocan dari almarhum bisa jatuh sendiri (ini beneran!).

  24. 1 December 2008 at 00:03

    ya.. kalo ga ada becak, ojek deh ojek

    Travel Becak Yande? Hmm… Director & Owner: Yande, Tukang Genjot: Yande alahh…

  25. 30 November 2008 at 06:46

    Alooo Yande…
    Mana ada tukang becak di ‘hutan’ dalam kota pinggiran. Siapa yang naik?
    Eh ntar qita buka travel becak Yande di sana yaH🙂

  26. 29 November 2008 at 22:21

    wahh… klo saya dijelaskan begitu sudah lari pulang mbak, klo ternyata parkir mobilnya ga bisa keluar, saya bakal nekat malak tukang becak yang lewat, yang penting minggat ndisik


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Thanks to: Wordpress

by-dinda27
Wordpress
Add to Technorati Favorites
dinda'kk2009.
November 2008
M T W T F S S
« Oct   Dec »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 8 other followers

Categories

Archives

Blog Stats

  • 36,935 hits
free counters 140209
PageRank Checking Icon 110609

Top Clicks

  • None

RSS ‘kawanku’ mahluk tak bernyawa

  • By: judi poker online
    I have read so many posts on the topic of the blogger lovers except this paragraph is in fact a good piece of writing, keep it up.

RSS Ruang Terselubung

  • mahluk itu datang lagi
    Beberapa menit lalu ada benda asing mencengkeram kuat ubun-ubun, merayap perlahan melewati dahi seakan hendak menutupi seluruh wajah. Kugerakkan kepala berusaha menghalau, tapi tak mampu digerakkan. Makin dicoba lepaskan diri, semakin membekapku. Aku kalut. Benda itu menyerupai gumpalan gelember daging, kenyal terbalut kulit … lebih lembut dari kulit bayi. B […]

%d bloggers like this: