04
Dec
08

bocah kecil-ku

by-dindakk-may-11-2008-111karyaku ke 111, May 11, 2008

Tersenyum haru, terbayang adan kecil-ku. Muka bulat, bola mata tajam bening, lekat memandang mata bunda penuh rasa ingin tahu – dan sejuta makna kasih sayang. Maafkan bunda nak, sekian lama tak sadari betapa masa kecil kalian sangatlah berharga terlewatkan, telah tersiakan masa, sementara bersibuk diri berperang melawan waktu dan sejumlah tanggung-jawab pertahankan kebersamaan agar sosok ayah menetap diantara kita. Betapa rasa bersalah membayang sisa usia. Penyesalan ini seolah tak terpahami akan arti pengorbanan yang ternyata tak mendapat tempat selayaknya.

Biarlah waktu menjawab, betapa kasih bunda tak habis sepanjang masa. Betapa rindu akan masa kecil kalian yang terhilang sementara ketak berdayaan merantai jiwa berbilang tahun. Dada mengharu terbayang pandangan mata tak bersalah kalian manakala saksikan bunda tak menentu atasi duka. Betapa ingin memeluk adan kecil-ku. Tuhan ampuni, ku telah tempatkan diri pada tanggung jawab yang tak seharusnya jadi beban-ku… kesampingkan penuh keterpaksaan akan keinginan bocah-bocah kecil-ku yang masih sangat butuhkan keberadaan-ku demi sosok kuasa seorang pendamping.

Bunda ingat, setiap hendak tidur, selalu mencari jemari bunda, menggenggamnya sepanjang adan tertidur. Baru tersadari sekarang bahwa adan-ku mencari rasa aman. Bahwa kalian kehilangan bunda berbilang tahun.

Saat ini ketika curahkan haru biru emosi jiwa, air mata rindu membuncah menyesak dada yang menyepi. Terbayang, saat Adan di kelas 3SMP, adan bilang “gamau jauh dari bunda“. Dan ketika figur ayah meninggalkan kita semua, adan bingung dan memutuskan pergi jauh dengan hati kecewa karena ke tak pahaman akan diam nya bunda sepanjang usia kalian. Adan sedih, melihat kehancuran hati bunda. Tahukah, kepergian kalian semakin membuat jiwa terbelah, meski tuk mencari ilmu. Maafkan bunda tak sanggup jelaskan yang teralami, demi rasa cinta bunda akan figur ayah melebihi cinta bunda akan diri sendiri (sudah luntur sekarang, maklum dicuci terus pakE sabun cuci).

Tak terduga tercetus inginnya adan lanjutkan sekolah ke negari Sakura. Sementara bunda seorang diri dampingi kalian, diantara sejumlah ‘pandangan sinis’ kerabat akan kesanggupan seorang dinda berstatus ‘perempuan-sendirian’ tuk tuntaskan pendidikan anak-anak nya.

Kini, meresapi kalian telah usaikan pendidikan dan bertanggung jawab terhadap commitment hidup, yang ingin bunda sampaikan… kalian bocah-bocah kecil kebanggan nurani bunda. Kusayang kalian sepanjang masa. You are in my heart, on my mind, my prayer. I love you. Allah always bless you two. December 04, 2008 – 05:05AM


4 Responses to “bocah kecil-ku”


  1. 5 December 2008 at 22:20

    Anak… tidak akan cukup rasanya sejuta kata meski saling dirangkai satu sama lain untuk mendefinisikan arti kasih sayang orang tua pada anaknya, saya baru menyadari hal itu ketika telah memiliki Bagus, sementara dulu…
    sebagai seorang anak, saya mengukur kasih orang tua dari seberapa besar uang jajan saya setiap bulannya😛
    Bagus… jangan niru bapak ya wekeke…

    ** dinda27 :
    oh gitu ya? 🙂 Keadaan den Bagus gimana? Semoga dikarunia-i kesehatan lahir-bathin. Amin. Mbak koq jadi kepikiran.
    O’ya nanti kalO lapang waktu, mO kirim pigura ke alamat email jij … gimana? Salam sayanK buat den Bagus.

  2. 5 December 2008 at 05:24

    amin. Terima kasih ya Mas.

  3. 4 December 2008 at 19:05

    hmmmm…..keren nian bocah kecil itu
    semoga kelak menjadi anak soleh
    sprti dambaan Bunda dan Ayahnya
    syukran katsir ukhti

  4. 4 December 2008 at 08:16

    Jadi teringatkan memori bersama ayah. Pagi-pagi sekali menjenguk sawah. Bermain lumpur sepuasnya tak pernah kena marah. Maklum kata ayah, karena anakku belum sekolah.
    Tiga tahun masuk sekolah, ayah tak lagi bersama kita.
    Salam

    * dinda27:
    Bingung mO jawab apa. Seolah isi kepala penuh memory, tiba2 dada sesak.
    Terima kasih telah berbagi. Pastinya kenangan indah Mas tentang figur ayahnya, terukir sepanjang masa.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Thanks to: Wordpress

by-dinda27
Wordpress
Add to Technorati Favorites
dinda'kk2009.
December 2008
M T W T F S S
« Nov   Jan »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 8 other followers

Categories

Archives

Blog Stats

  • 36,935 hits
free counters 140209
PageRank Checking Icon 110609

Top Clicks

  • None

RSS ‘kawanku’ mahluk tak bernyawa

  • By: judi poker online
    I have read so many posts on the topic of the blogger lovers except this paragraph is in fact a good piece of writing, keep it up.

RSS Ruang Terselubung

  • mahluk itu datang lagi
    Beberapa menit lalu ada benda asing mencengkeram kuat ubun-ubun, merayap perlahan melewati dahi seakan hendak menutupi seluruh wajah. Kugerakkan kepala berusaha menghalau, tapi tak mampu digerakkan. Makin dicoba lepaskan diri, semakin membekapku. Aku kalut. Benda itu menyerupai gumpalan gelember daging, kenyal terbalut kulit … lebih lembut dari kulit bayi. B […]

%d bloggers like this: