06
Dec
08

Ter’suguh’kan Tsunami

Sebelum kejadian Tsunami diberitakan …
ku terbangun dan tersentak kuat, kala tersuguhkan pemandangan mengerikan selama beberapa menit. Tampak nyata seolah sedang berada di tempat kejadian.

Cerita ini adalah copy paste dari blog milik dinda27 atau dinda’kk.

*Dec 06, 2008 – 08am*
foto-milik-yuichi-nishimura-hokkaido1 tsunami-haekal
gambar 1 milik Yuichi Nishimura                         gambar 2 – milik Haekal

Ass.
Tentang Tsunami
, ada kejadian tak terpahami kebetulan teralami …
Sebelum peristiwa itu terlihat langsung di Metro Tv
(kebetulan jarang nonton TV), sy tak kan pernah tahu bahwa yangtertampakkan sebelum kejadian adalah Tsunami. Pemandangan mengerikan itu nyata dihadapan sy, se-nyata melihat apa yang tampak di sekeliling. Lumpur pekat, mayat, potongan kayu dll bertebar di-mana2. Beberapa menit terlihat dan bergerak seperti layaknya melihat kejadian. Wass, dindakk
Adalah komentar-ku pada artikel Tsunami, saat berkunjung ke blog seseorang pada 22-09-2008.
Mari kuperjelas kejadian-nya …

Di kurun waktu tsb., terlalu bersibuk diri memanage kehidupan sebagai single mum. Informasi yang masuk hanya seputar fashion, karena itu-lah dunia yang sedang kutekuni. Intinya, tak ada berita dari luar yang terekam di-alam pikiran.

Di bulan December 2004, terasa getar kuat aroma kematian dalam jumlah tak berbilang. Seperti apakah? Tak cukup kata melukiskan, selain menggiring penyimak bersendiri di pemakaman pada malam hari. Berani? Ku tak ber-nyali melakukannya.
Permisalan ini kurang mengena, wasting time tuk buktikan satu perasaan ekstrim.
Begini… Pernah-kah berada dilingkungan kerabat yang seorang anggota keluarganya sedang sakit keras? Menjelang akhir hayatnya, akan te-rasakan ‘aura’nya. Akan terbawa suasana tak menentu. Kelam, sunyi, sendiri, ketakutan, azab, dan sebungkah rasa tak nyaman.

Nyaris sebulan berada di’sini’. Bukan atas mau-ku, terjadi diluar kendali. Tak da kemampuan ‘berlari’, selain memohon ketentraman bathin disaat teralami.

Psstt … sebenarnya kurang tepat kaitkan ketenangan batin dengan masalah keimanan. Sementara, banyak yang berpendapat dan memberi penilain salah terhadap ‘sosok minoritas ini’. Sementara, kadar keimanan seseorang adalah mutlak milik Allah dalam menilai.

Sebelum kejadian Tsunami diberitakan …
ku terbangun dan tersentak kuat kala tersuguhkan pemandangan mengerikan selama beberapa menit. Tampak nyata seolah sedang berada di tempat kejadian. Berserak ‘tubuh’ manusia, tepatnya (maaf) bangkai yang tak lagi utuh … terbalut lumpur pekat … bercampur segala bentuk puing, bangkai binatang. Suasana mencekam, mungkin inilah kiamat kecil.
Yang terlihat bukan gambar mati. Seakan menyaksikan perputaran kejadian, seolah dibawa berkeliling …

Tak paham arti yang tersuguhkan. Sempat tercenung lama. Tiba-tiba ada keinginan kuat hidupkan TV tuk pertama kali setelah sekian lama tak kusentuh.

Tercekat seakan habis nafas ini manakala tersaksikan pemandangan yang nyaris sama seperti yang terlihat beberapa waktu sebelumnya. Innalillaahi wa innailaihi rojiuun, Allahuakbar … Ampunkan hambaMU … Airmata ini tak terbendung hingga berbilang bulan. Dan masih tersisa berbutir disudut mata saat menurunkan tulisan ini.

Wahai sahabat ku di seluruh dunia, bila tiba waktunya, maka tak seorang-pun mampu berlari dari ketentuanNYA.

* disunting November 07, 2008 * Terima kasih Haekal dari Friendster atas izin copy foto Tsunami. Foto pertama milik Yuichi Nishimura, Hokkaido. Copy paste dari ITIC, Tsunami Glossary, dan Wikipedia.com

* Mohon di koreksi bila ada salah penulisan.


16 Responses to “Ter’suguh’kan Tsunami”


  1. 9 March 2014 at 10:09

    2014/03/09-09:54WIB
    Baru saja tubuh peroleh tanda cukup kuat, disertai bunyi-halus retak bangunan.
    <> /TuT’doB’puCKu-S\ ®

  2. 19 January 2014 at 03:11

    Tahajud yuuk.
    Air bersih tak ada? Tayamum aja
    Allah Maha Mengerti, ketika hambaNYA sedang bersungguh hat I..

  3. 22 March 2012 at 13:15

    semoga saja di indonesia tidak ada tsunami lagi

  4. 5 maman
    4 March 2009 at 14:00

    ha..ha… DUREN??? ok ntar ambo carikan untuak Uni ciek…. nampaknyo Uni paralu les private bahaso Minang.. ha..ha… maokasih yooo…. nio randang jo dendeng balado ndak… Salam ambo ka Uni jo seluruh keluarga

    ** Eleh eleh kaaang … ikut aksen Sunda akh… indaklah paralu private.
    nah lOh apaan tuh artiNA nio? KalO randang jo dendeng balado, mmm … masakan nyang aye paling suka masak wEktu maNGsih adE paTJIar. Olahan daging sekilo di-suwir jadi dendeng, jadinya sikiiit. Sekali lahap buat lauk habislah (bukan aye nyang ngabisin). Tapi sedaap nian. Udah akh jadi laper. Salam.

  5. 28 February 2009 at 00:25

    Jadi teringat film “the eyes” bisa melihat sesuatu sebelum terjadi. Semoga mbak Dinda bisa memanfaatkan kelebihan tersebut. Thanks

    • 28 February 2009 at 21:28

      Selama ini menahan diri, mencegah agar tak ter-sugesti.
      mengkondisikan diri senantiasa tak-yakin
      meski telah terjalani nyaris selama usia, dikurangi sekian tahun🙂
      Terkadang bingung dan resah sekian lama.

      Contoh-nya: Tentang ‘hilangnya’ Adam Air.
      Sebelum kejadian, sempat ter’tampak’kan jatuhnya pesawat-berserakan-puing di laut
      Sempat pula di’datangi’ lebih dari sekali para korban yang tewas.

      Pertama kali di beritakan di TV, spontan berujar gemas: “di laut!”
      Setiap diperlihatkan usaha pencaharian di darat, sy gelisah panas dingin,
      tapi ga’ paham cara menyampaikannya.
      Hingga si sulung sarankan untuk telphon.
      Ketika dapatkan no untuk sms, sempat sms berulang kali.
      (semua sms ke metro tv serta reply -nya masih tersimpan di hp)
      Alhamdulillah kebetulan esok-nya pencaharian di darat di hentikan,
      setelah sekian lamanya. Spontan sy merasa tenang.

      Di kemudiannya, tepatnya di tahun 2009 ini jauh lebih berpasrah diri.
      Agar tak ikut sakit (badan) ketika ada yang alami musibah
      Agar tak terlalu gelisah saat lebih dini tersuguhkan sesuatu hingga hari H

      btw… sy belum pernah lihat the eyes, nyaris ga’ nonton tv biar ‘tenang’.
      Makasih ya Mbak.

  6. 27 February 2009 at 17:50

    ** Biaso ba’e-lah … (bukan ba’so lho!) eh bener ga’ sih?😀
    ih cape meren ada cengkok ooooo. maklum terbiasa cengkok nJawani: injih injih injih
    mohon maaP bila adE salEh katE.
    Terima kasih atensinyo … wah ada sinyo😀

    Mohon maaf ambo tuh male (sy malas) balas sms, jawab telphon.
    Palagi tuk copy darat, huhuhu tak lei minat (tak lagi berminat). La’ beku!
    Kecuali sama yang DUREN, cari ridho aman.
    KalO copy panas, lumayan pengusir kantuk. (padahal sih gangopi)🙂 Salam.

  7. 9 maman
    23 February 2009 at 14:52

    maaf ya mbak…. itukan sayang sesama teman… maaf kalo merasa tak nyaman…

  8. 10 maman
    21 February 2009 at 23:36

    Ha…ha… kalo alamat yg disini gak bisa ngirim oleh2 lho mbak XYZ … Pengennya alamat rumah yang pertama, yang di XYZ… he..he… maaf dah gangguin mbak XYZ .. Salam

    ** dinda27:
    Alamak gawat nEh. Kok jadi bablas😦 (maaf comment-nya disunting ulang)
    … nanti kalO dah punya pendamping, sy beri alamatnya ya.
    Salam buat Uni di rumah.

  9. 21 February 2009 at 18:13

    Wa’alaikum salam.
    Terima kasih tuk segalanya.
    Alamatnya ya disini ini lho mas. Ini rumah kedua-ku🙂 Salamku.
    (ga berani panjang lebar, takut lepas kontrol lagi)

  10. 12 maman
    21 February 2009 at 15:45

    Ass.. Mbak…

    Lama ku tercenung membaca “sepenggal kisah” kehidupan mbak… entah sudah berapa kali halaman dan topik ini saya baca. Ada pesan penting yang ingin mbak sampaikan, yaitu jujur terhadap apa yang ada sama kita, artinya jujur dengan diri sendiri. Tetapi satu hal juga mbak, dibalik semua peristiwa itu, apakah mbak sadar (tetapi saya yakin mbak dah tau), bahwa semuanya itu adalah “rahmat” yang diberikan oleh Allah dengan cara lain. Saya sungguh ta’jub dan merasa kerdil dibandingkan dengan cerita dari kehidupan mbak. Saya jadi malu sendiri, yang kadang tanpa sadar (dan jujur lho) membandingkan fenomena kehidupan mbak dengan nuansa kehidupan saya. Saya belum apa-apanya sama mbak…
    Hanya saja pesan saya, janganlah mbak selalu menghindar dari kenyataan yang ada. Sentuhlah dunia ini mbak, karena dunia ini masih membutuhkan sentuhan mbak. Masing-masing diri kita ini adalah penting dalam pandangan Allah, tergantung bagaimana kita menyikapinya. Sesungguhnya Allah itu tidaklah bersia-sia dalam menciptakan sesuatu. Kita ini adalah “karya’Nya. Sebagai karya dari Allah yang baik, mari kita balas dengan karya kita juga. Untuk berkarya itu, diperlukan keterbukaan diri.
    Sebagai sahabat mbak (ngaku-ngaku ya… ge-er kali saya ya mbak…) saya sungguh salut dengan perjalanan kehidupan mbak, dan mbak sebagai wayang/boneka kehidupan dari dalang, telah mampu beperan dengan baik. Walaupun kadangkala perannya itu tidak sesuai dengan apa keinginan kita. Saya masih ingat seorang bijak bekata, sesungguhnya kehidupan itu bukan apa yang kita mau, tetapi adalah mau apa kita dengan kehidupan. Karena, kehidupan kita telah diatur sedemikian rupa dengan sistematik oleh yang maha pengatur.
    Mbak, dimana alamatnya… (he..he… ngelantur…)… Maaf ya, aku orang yang gak tau adat, ngaku2 dekat ama mbak, tetapi gak tau kemana mau ngirim alamat suratnya… ha..ha…
    Salam ta’zim….
    Sobat mbak yang ndak tau diuntung….

  11. 2 February 2009 at 22:54

    Assalamu’alaikum

    Ketika kita diberikan ‘kepekaan’ yang lebih dibanding orang lain maka pergunakanlah anugerah itu dengan sebaik-baiknya. Kepekaan itu adalah anugerah yang Allah titipkan kepada kita untuk dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Minimal kepekaan itu dijadikan pemberian yang akan mengingatkan kita untuk selalu mengingat yang Maha Besar, yang Maha Pencipta.

    Seperti apa yang disebutkan di film Superman : ‘Dimana ada kekuatan yang besar maka disana tersimpan pula tanggung jawab yang besar’

    Mudah-mudahan ‘kepekaannya’ itu dapat mempertebal keimanannya, mempertebal keyakinannya akan Dzat Allah SWT.

    • 15 February 2009 at 17:17

      @ Jafar Soddik
      Wa’alaikum salam.
      Mohon maaf baru di respon.
      Amin. Benar uraian Mas.

      Acapkali butuh waktu panjang tuk ‘yakin’ bahwa semua yang ter’alami’ bukan suuzon. Dimana hadirnya tak dihadirkan, seketika, bukan pula olah pikiran. Pemaparan yg teralami tak saja timbulkan ke-tak-mengertian anggota keluarga terdekat, meski sebenarnya ‘keberadaan’ sy terpahami … sy-pun sering abaikan yang ‘tersirat’ yang ‘tertampakkan’. Hingga kejadian demi kejadian ‘tersaji’ nyata menendang kepongahan peng-abai-an yang sempat merasuk hari terjalani.

      Semua bersebab.
      Bila tak mencoba abaikan yg ‘tersirat’ yg ter’tampak’kan, tak ayal lagi kan terjebak seolah men-sugesti diri. Betapa tak nyaman kondisi ‘terdeteksi’ sejak dini … terlalui berbilang waktu, teralami sejak kecil. Betapa akan gelisah ketika mencium aroma kematian dari orang yang kita kenal baik sementara ‘mereka’ dalam keadaan sehat wal’afiat, dsb.nya
      —-
      Contoh nyata (penuturan berikut ini mungkin akan di hapus):
      mohon maaf penuturan telah di hapus

      ** 2010

      sy paham hidup mati adalah urusan Allah. Manusia tak punya hak mencampuri urusanNYA.
      Sy sadar kalimat: Betapa akan gelisah ketika mencium aroma … dst.nya, sangat tak baik diucapkan.
      Sebenarnya ingin berkata jujur, kisahkan kondisi yg teralami. Sangat tak inginkan kemunculannya yg sungguh tak terduga. Tidak juga mendahului, karena manusia-ini cuma setitik debu bagi Allah.

      Kondisi seperti ini sungguh sangat tidak nyaman, karena masih berlangsung hingga kini. Bila tak mampu beradaptasi, akan terpengaruh dan menjadikan …


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Thanks to: Wordpress

by-dinda27
Wordpress
Add to Technorati Favorites
dinda'kk2009.
December 2008
M T W T F S S
« Nov   Jan »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 8 other followers

Categories

Archives

Blog Stats

  • 36,935 hits
free counters 140209
PageRank Checking Icon 110609

Top Clicks

  • None

RSS ‘kawanku’ mahluk tak bernyawa

  • By: judi poker online
    I have read so many posts on the topic of the blogger lovers except this paragraph is in fact a good piece of writing, keep it up.

RSS Ruang Terselubung

  • mahluk itu datang lagi
    Beberapa menit lalu ada benda asing mencengkeram kuat ubun-ubun, merayap perlahan melewati dahi seakan hendak menutupi seluruh wajah. Kugerakkan kepala berusaha menghalau, tapi tak mampu digerakkan. Makin dicoba lepaskan diri, semakin membekapku. Aku kalut. Benda itu menyerupai gumpalan gelember daging, kenyal terbalut kulit … lebih lembut dari kulit bayi. B […]

%d bloggers like this: