05
Feb
09

i love you

Aku sedang berkemas peralatan speedy diatas meja kerja saat terdengar ketukan. Kuabaikan, tapi ketukan beraturan tsb tak kunjung henti seolah ingin menarik perhatian. tuk tuk tuk … tuk tuk tuk … tuk tuk tuk.

Tergerak coba mencari arah suara. Mmm … berasal dari sisi kanan. Beberapa onggok tas kuamati satu persatu, tak tampak pergerakan, semua tetap diposisi semula.

Perhatianku beralih ke meja rias. Arah suara cukup ‘tajam’ di seputar… ya Allah … dari 2 botol ultima II ?! Kuyakini YA! Terakhir, fondation ini dikenakan tuk samarkan wajah my beloved brother dihari terakhir keberadaan jasadnya didunia. Guna sembunyikan wajah beku yang telah jadi mayat. He is catholic, agama yang dianut keluarga kami yang sangat religius dimasa terdahulu.

Ketika kami ‘bertiga’ di kamar jenazah, astuti meminta izinku merias wajah dingin kaku almarhum. Kebetulan setiap akan bermalam keluar kota, ku bawa serta beberapa perlengkapan-rias-penunjang-penampilanku.

Aku memang muslimah sejak putuskan menikahi lelaki moslem, sedang jasad dihadapanku adalah my lovely brother yang tetap setia pertahankan agama ‘ibu’ hingga akhir hayatnya. (Meski lelaki yang pernah menemaniku, tak lagi berada dalam kehidupanku sejak 11tahun silam, aku tetap sebagai muslimah. Semoga hingga akhir hayatku, amin)

Refleks kuangkat salah satu botol ultima II. Tiba-tiba suara terhenti! Menitik airmataku.

“Ongen yaaa?! Ngen, aku sayang kamu. Aku sendiri sekarang, gak ada lagi yang bela-in kami di keluarga besar kita. Kamu selalu beri support, nasehat dan kuatkan semangatku di saat down. Selama ini kamu selalu ada, lindungi kami meski dari kejauhan. Terima kasih ya Ngen.”

Allah Maha Besar
Engkau Maha Tahu, Maha Bijak, Maha Kasih Sayang.
Hanya ENGKAUlah yang Maha Berhak menghitung amal kebajikan hamba-hamba ciptaanMU.
P.R.Schramm semasa hidupnya tetap berteguh dalam menjalani keyakinannya. Sebagai seorang muslim, kusadari adanya batas-an keIslam-an, tapi bagaimanapun juga tetap menghormatinya sebagai sesama mahluk ciptaanMU yang mempunyai hak kewajiban yang sama besar dalam menjalani kehidupan beragama di dunia ini. Aku tak ingin kemukakan apapun, aku tak punya hak apapun dalam menghakimi siapapun. Maha Hakim itu ada pada KeESAanMU, bukan pada manusia ciptanMU.

Konon setelah kematian, hubungan keduniawian terputus sama sekali, betapapun kedekatan tali sedarah. Penentuan tempat kekalnya manusia-pun adalah HAK KUASAMU. Apapun yang kuyakini tentang keIslaman-ku, bukanlah tolak ukur bahwa kedekatanku padaMU yang mencoba taat – akan serta merta jadi-kan-ku lebih tinggi derajatnya, ataupun tak serta merta ku akan dapatkan tempat disisiMU. Boleh jadi sebaliknya. Ya Allah ampuni aku, jangan biarkan itu terjadi. Allah izinkan ku bermohon dengan segala kerendahan ketulusan hati sebagai hambaMU yang penuh dosa, tolong letakkan kami di tempat terhormat di akhirat nanti …
Allah tolong beri kan jalan kemudahan bagi P.R.Schramm menuju ke Haribaan tempat persinggahan terakhirnya. Allah ampuni dosa-dosanya.

Selamat jalan Ngen, semoga mendapat tempat layak disisi Allah.
Ngen titip salam kangenku buat our daddies T.Schramm and Piet. I love you all.
Ngen, dimata bathinku you are the best one my real brother. I love you, i will miss you always.
Your sister, dinda27/dinda’kk. 05 02 09

dinda'kk@2008-275f by dinda’kk, May 20, 2008

Note:
Saat tulisan ini ter-usai-kan, tas hitam dibelakang kursiku terjatuh kedepan, seolah terdorong sesuatu. Mengamati posisi tas, seharusnya jatuh meluruh kebawah perlahan.


8 Responses to “i love you”


  1. 26 February 2009 at 11:14

    Turut berduka cita mbak Dinda..
    benar2 tersentuh membaca tulisan2 mu mbak
    lam kenal ya
    tks
    Decy

    ** Terima kasih ya Decy. ‘Lam kenal kembali.

  2. 21 February 2009 at 23:07

    Mbak Dinda aku ngak bisa berkomentar, cuman ingin memberikan compliment Salut buat mbak Dinda. Thanks and take care sist.

    ** dinda27:🙂 Thanks a bunch for all your comments and compliments. God bless you.

  3. 13 February 2009 at 05:45

    Jadi teringat dengan my beloved mother. Luar biasa postingan ini, mengingatkan kita akan kematian yang niscaya menghampiri kita semua. Hiks! Salam kenal, Dinda, dan terima kasih sudah mampir ke blog saya ^_^

    ** dinda27:
    Salam kenal yang kesekian kali.
    Rupanya bang Aswi lupa pernah mampir kemari
    dan beri komentar pada karya sy: I Love You Mom.
    Terima kasih ya bang. Salamku.

  4. 12 February 2009 at 22:09

    Dinda..aku merinding..
    aku pun telah di tinggal oleh abang ku satu-2nya,..
    dan itu sangat memilukan..
    jadi aku tau sekali rasa yg kau rasakan..
    kita berdoa tuk mereka yaa..semoga Allah menerima amal ibadah mereka..
    mengampuni kesalahan yg mereka pernah buat selama di dunia..
    amiin..

    ** dinda27:
    Amin.
    Emma, terima kasih tuk segalanya. Salamku.

  5. 5 umar
    11 February 2009 at 21:36

    mhhhh
    bagus ya postingannya

    ** dinda27:
    Terima kasih

  6. 5 February 2009 at 16:48

    Terharu, terbawa rasa sedih

    ** dinda27:
    Terima kasih


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Thanks to: Wordpress

by-dinda27
Wordpress
Add to Technorati Favorites
dinda'kk2009.
February 2009
M T W T F S S
« Jan   Mar »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
232425262728  

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 8 other followers

Categories

Archives

Blog Stats

  • 36,935 hits
free counters 140209
PageRank Checking Icon 110609

Top Clicks

  • None

RSS ‘kawanku’ mahluk tak bernyawa

  • By: judi poker online
    I have read so many posts on the topic of the blogger lovers except this paragraph is in fact a good piece of writing, keep it up.

RSS Ruang Terselubung

  • mahluk itu datang lagi
    Beberapa menit lalu ada benda asing mencengkeram kuat ubun-ubun, merayap perlahan melewati dahi seakan hendak menutupi seluruh wajah. Kugerakkan kepala berusaha menghalau, tapi tak mampu digerakkan. Makin dicoba lepaskan diri, semakin membekapku. Aku kalut. Benda itu menyerupai gumpalan gelember daging, kenyal terbalut kulit … lebih lembut dari kulit bayi. B […]

%d bloggers like this: