13
Mar
09

Mohon maaf …

Berikut ini ada beberapa curhat di sela waktu yang seharusnya sudah duduk manis di tempat lain. Mmm… menggilir rumah-rumah ke-dua-ku, agar semua terkunjungi.

* Mohon maaf bagi pe-simak. Penuturan di blog ini tidak gunakan bahasa Indonesia baku. Bila masih mengenyam di bangku pendidikan, mungkin (tata) bahasa-ku mendapat warna merah meriah. Mohon maaf sedalamnya. Aku tak sanggup ungkap dalam kalimat lugas, to the point (bahasa kerennya). Aku bersembunyi di balik tutur bahasa-ku.
* Terima kasih teman-teman yang sudi mampir, beri saran, pesan dan kritikan pada blog ini.
Bila ingin berbincang, silahkan gunakan data email add yang muncul pada kolom comment masing-masing. Sayangnya saya tak pandai apply dan sangat jarang chat. Tapi monggo di coba menyapa lebih dulu. Tolong cantumkan jati diri (mis: fulan dari WordPress) pada subject yang dapat digunakan sebagai alasan untuk tidak dikategorikan sebagai spam. Mohon maaf bila tak mendapat respon segera. (lha saya-nya jarang OL)
Salamku.

——————-

* Tentang dan untuk ke 3 tamuku😦
2 hari lalu terlintas, tamu-ku ‘akan hadir bersama ke dua pasangan suami istri tsb.’, saat kuterima pesannya: “akan berkunjung tanpa sopir”. Seperti biasa siratan kuhempas kuat, demi hilang-kan sugesti diri, bersu’uzon-ria atau apapun namanya. Selalu mencoba berpikir positif, seperti yang selama ini coba kulakukan di setiap menerima sesuatu-yang-tak-diundang.
Ternyata sesuatu-yang-tak-diundang benar-benar hadir di depan mata-ku, kemarin, saat ku lihat tamuku datang bertiga lagi
Gusti Allah bila kunjungan ini sebatas silahturahmi, maka tak akan ada beban. Sayangnya ku tak mampu berkata tidak, meski itu tuk kebenaran membela diri sendiri. Jujur aku tidak suka! Ntahlah, hingga kini selalu terpukul dengan kelemahanku. Anehnya aku mampu pasangkan badan demi membela kebenaran orang lain. Meski akhirnya terpuruk, karena memang tidak siap adu argumentasi. Seperti anak kambing yang marah karena saudaranya diusik, lalu songsongkan tanduk kecilnya tanpa mengukur kekuatan bahwa tanduknya akan patah terbelah saat menghadapi lawannya

Ku tahu tulisan ini akan terbaca tamu-tamu-ku seperti tulisan terdahulu, meski tak diucapkan, tapi tersirat jelas. Pada kesempatan kali ini ku ungkap jujur: Mohon maaf aku meyakini apa yang kuyakini, meski ku terlihat gelisah. Tapi itu bukan alasan tuk menggoyang keimananku. Ku ingin mati sebagai muslimah. Aku tidak ingin mengulang kesalahan besar yang sama di sisa usia-ku. Kuharap kalimat ini mampu menjawab apapun. Terima kasih telah berupaya, tapi maaf kalian telah salah menilai. Mohon maaf aku tidak mengundang untuk hal seperti praduga kalian. Silahkan berkunjung sebatas silahturahmi. Salam persaudaraan.


4 Responses to “Mohon maaf …”


  1. 15 March 2009 at 22:27

    Semoga mbak tetap istiqomah.
    Salam.

  2. 2 maman
    14 March 2009 at 18:50

    Untuk mencapai derajat yg lebih tinggi, tentu kita akan selalu diuji selalu.Bersyukurlah mbak selalu diuji oleh Allah untuk selalu “naik tingkat”. Itu tandanya mbak telah jadi perhatian khusus oleh Allah. Terus terang, saya cemburu dan iri tentang kedekatan Allah dengan mbak… Jangan dianggap bahwa mbak dizalimi, tetapi justru mbak lagi ujian untuk naik tingkat… Pertahankan mbak.. Tetapi ingat suatu hal.. JANGAN PERNAH MENGELUH…

    Tetapi aku yakin, mbak telah menjadi orang besar dan berjiwa besar.

    Salam dan doaku selalu utk Mbak…

  3. 14 March 2009 at 15:04

    Ada apa sobat ku..?
    kembalikan semuanya pada Allah Swt..
    agar tenang yang kan kau dapatkan..dan ku yakin itu yang selalu kau lakukan di setiap kau mengambil langkah demi menapaki hidup kita yang tinggal sepenggal ini..
    mari saling doa biar tenang hati kita..sobat..

    ku bersama mu..;-)

  4. 14 March 2009 at 06:21

    * Sms nya telah sy terima kemarin siang ketika sedang di jalan. Ternyata nomor anda tidak tercatat dalam phone book dan kartu nama. Saya yakin ini dari tamu-ku, menilik kalimat pesan nya.
    Sejak kemarin telah sy putuskan memblokir nomor tersebut untuk sementara waktu, sekedar ingin tenangkan diri. Terima kasih atas niat baiknya, selebihnya dapat disimak kembali kalimat diatas: Tentang dan untuk ke 3 tamuku. Salam.
    (ya memang benar, di tempat tinggal sekarang)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Thanks to: Wordpress

by-dinda27
Wordpress
Add to Technorati Favorites
dinda'kk2009.
March 2009
M T W T F S S
« Feb   Apr »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 8 other followers

Categories

Archives

Blog Stats

  • 36,936 hits
free counters 140209
PageRank Checking Icon 110609

Top Clicks

  • None

RSS ‘kawanku’ mahluk tak bernyawa

  • By: judi poker online
    I have read so many posts on the topic of the blogger lovers except this paragraph is in fact a good piece of writing, keep it up.

RSS Ruang Terselubung

  • mahluk itu datang lagi
    Beberapa menit lalu ada benda asing mencengkeram kuat ubun-ubun, merayap perlahan melewati dahi seakan hendak menutupi seluruh wajah. Kugerakkan kepala berusaha menghalau, tapi tak mampu digerakkan. Makin dicoba lepaskan diri, semakin membekapku. Aku kalut. Benda itu menyerupai gumpalan gelember daging, kenyal terbalut kulit … lebih lembut dari kulit bayi. B […]

%d bloggers like this: