14
Jun
09

karina27 bertutur … (1)

Masih terbayang jelas dalam ingatan yang tersimpan selama usia terjalani …
Kala itu my Mom sedang ‘perebut-kan’ anak-anak-Nya dengan my beloved Daddy.
Lelaki yang kupanggil my beloved Daddy … seorang yang rupawan, perpaduan gagah dengan senyum-nya yang manis. Berketurunan Jerman-Belanda yang kemudian tinggal di Indonesia. Daddy memiliki rumah besar dengan pekarangan yang sangat luas menembus 2jalan.

Daddy menggendong 2 adik-ku di kedua belah rangkul lengan-nya. Aku yang kala itu berusia 4 tahun memegang ujung baju Mommy. Dibelakang-ku kakak memegang ujung baju mini-ku.
Kami, anak-anak sangat ke-takut-an. Tapi tak mampu berbuat apapun. Kedua adik-ku menangis.
Saat menuturkan kalimat ini, rasa sesak menjalar perlahan bersama aliran darah, merindingkan tubuhku. Mata terasa perih dan berkaca. Aku tak habis mengerti mengapa peristiwa tsb seolah menyatu dalam ruang memory, terawat dan tak hilang oleh masa. Sementara cukup banyak kejadian lebih ‘anyar’ tak mampu kuingat.

Beberapa waktu kemudian, Mommy membawa kami mengunjungi satu rumah sederhana, berbeda jauh dengan rumah Daddy yang megah di tepi jalan raya di pusat kota. Rumah di hadapanku, berada dalam gang sempit sangat jauh dari jalan raya. Kuingat, dengan lugu ku-bertanya: “Ini rumah siapa Mom?”. “your daddy”, Mommy menjelaskan. Dasar anak kecil, aku masih ajukan pertanyaan: “Daddy-ku bukan ini!” Mommy terlihat sedikit kesal: “Sekarang your Daddy yang disini, ngana harus panggil Daddy”. Aku protes … protes seorang anak kecil yang belum mengerti arti hidup.
* karina27 *

kisah bersambung …

created by dinda'kk, Sep 07, 2008
like a sugar daddy


15 Responses to “karina27 bertutur … (1)”


  1. 22 April 2010 at 17:32

    Hm…cerita yang sedih….saya tunggu kelanjutannya…salam

  2. 19 June 2009 at 06:29

    @ jiwakelana @ CSDW @ komuter @ KangBoed
    * Terima kasih berkenan tinggalkan pesan,
    Jujur sampai saat ini masih merasa sulit berkisah,
    meski telah diambil alih karina27
    Berulang kali terbesit ingin menutup blog.
    Tapi rasa kasih telah menyatu disini bersama teman2 semua
    sungguh merupakan ikatan kebersamaan yg mampu memberi semangat
    meski hanya sekedar bertegur sapa di dunia maya.
    Rasanya ingin tanpa jati-diri hingga mampu bertutur tanpa beban
    menjadi galau, sementara sungguh ingin berbagi
    dan kiranya layak untuk di’bagi’-kan.
    Sementara yg terlibat dalam kisah, adalah orang2 yg kusayangi
    betapapun pernah menyakitiku.
    Sesungguhnya, aku tak cukup mampu membenci orang lain

    * Anak kecil meski belum mengerti, tapi memiliki kepekaan
    meski tak mampu meng-ungkap. Rewel dan tangis adalah bentuk kepekaan-nya.

    * Hayooo, siapa yaa si kecil yang suka protes?
    KayakNa, yg nanya juga Zuka proteZ wEktu MIsih cah cilik🙂

  3. 3 KangBoed
    18 June 2009 at 21:55

    ooo.. belum di apdeeet yaaa.. semoga selalu dalam berkah dan lindungan ALLAH SWT
    Salam Sayang

  4. 16 June 2009 at 09:57

    anak kecil hanya bisa protes………
    kehidupan yang belum bisa dimengerti…

  5. 16 June 2009 at 00:47

    Anyak kecil nyang suka protes itu nama lengkapnya siapa bude?🙄 Kenalin dunk😀
    Oke, cerita lanjutannya kutunggu yah😀

  6. 16 June 2009 at 00:28

    sepertinya kamu mengalami masa kanak-kanak yang kelabu.., ah..mungkin terlalu dini untuk mengomentari. klopnya aku tunggu aja kelanjutan kisah kamu, namun kalau aku gak salah prediksi kamu mengalami masa yang sama denganku.., telah melalui hidup tanpa keutuhan keluarga yang sempurna.

  7. 15 June 2009 at 22:19

    karina27 menjawab

    @ Santri Gundhul
    Whuuuuaaaaa … ndak punya kopi hitam disini.
    Lha wong nunggu 27 gelas pesanan beras kencur-nya koq🙂
    Juga maHu tuh di lempar pakE Pisang Goreng Keju. Tapi yang anget ya.
    Selonjoran-nya jangan lama2 lho, ntar ANE reFot cari Zuguhan.
    dah malem, tuh pada tutup warung-Na.
    btw … RaGayu itu opo tho artine?
    yen ragaTyu, kulo ngertoZ … di-ragat-i tambah ayu.
    Wah ndak nyambung sakabena. ben!
    Thanks ya, ngerti aza sy lagi reZaH … mo tutupZ buQyu 😦

    @ KangBoed
    … Wuih … ‘jauuuh’ buangetZ teropong-Na
    @ sunarnosahlan @ tuyi 😦

    @ masher @ em
    * jujur … ada pertentangan bathin tuk turunkan kisah ini.
    tapi waktu semakin sempit.
    Dengan berbagi cerita, diharapkan dapat membantu:
    > ‘teman2 senasib’, ‘calon generasi penerus yg senasib’; yg tak mampu bertutur
    > diri sendiri agar terlepas beban yang terpanggul sekian masa
    selainnya: ingin agar kerabat mengetahui apa yang terjadi sesungguhnya,
    … menjadi catatan … yang tertinggal, meski raga tak lagi di semesta ini.

    * Ada cibir, prasangka negatif …
    sementara kisah sebenarnya belum terungkap.
    sementara dibalik tindakan, keputusan
    setelah alami perputaran kejadian berulang
    yg beralasan bersebab.
    Terkadang sulit terjelaskan dalam ruang / wkt terbatas

    * Kesan yang ditangkap pembaca, bila kurang berempati …
    bahwa penulis: seorang yang banyak berkeluh kesah, RIYA,
    tak mencerminkan akhlak yg Islami karena bertutur aib

    sementara dengan keterbatasan bertutur,
    mencoba menggabungkan ‘semua’ yg memungkinkan
    sementara nyaris setiap ruas kalimat, saling memberi informasi
    meski terselubung, meski seolah tak berkait
    dan sebagai penulis yg baru belajar menulis, belajar bertutur
    tetaplah seorang manusia biasa, yg tak lepas dari kesalahan.

    * Ntahlah apakah kisah diatas mampu dilanjutkan, atau akan menutup blog
    meski keinginan terkadang sedemikian ‘kuat’ …
    sesungguhnya tujuan memiliki blog adalah untuk INI
    biarlah hati menuntun … mohon ampunkan HambaMU, ya Allah

    @ casrudi
    kebetulan kejadian ini terekam sedemikian rupa
    sehingga mampu terbayang jelas.

    @ chrysanti
    Yup. Sy juga mengaguminya dan selalu terkenang senyumnya
    Beliau telah almarhum tepat dihari pernikahan sy.
    Seolah menunggu sy ‘terlepas’ …

  8. 15 June 2009 at 20:32

    Loh Kang Boed ini pigimane…orang ceritanya saja belon kelar kok sudah BERAKHIR.
    Huaaaaaaaaaakkks..kaks…Lempar Pisang Goreng Keju

    Saya menunggu lanjutannya saja noh..Bu’.
    Kali ini bisa sambil selonjoran kan…??? Sekaliyan nunggu KOPI…

    Salam…Salim…Ragayu

  9. 9 KangBoed
    15 June 2009 at 16:23

    hmm.. syukurlah segalanya berakhir dengan baik..
    Salam Sayang

  10. 15 June 2009 at 12:39

    masa anak-anak memang menyenangkan…

  11. 15 June 2009 at 12:24

    Saya tunggu sambungan ceritanya, biar komplit ngomentarinya…
    salam kenal dari kami..

  12. 12 em
    15 June 2009 at 07:45

    I am waiting..to next story…

  13. 14 June 2009 at 12:36

    Anak kecil cenderung untuk selalu jujur… Baru terpikir apa yang dialaminya setelah dewasa nanti…🙂

  14. 14 June 2009 at 11:30

    wah.. papanya pasti ganteng berat ya sis? :p

  15. 14 June 2009 at 11:26

    masa-masa kecil masa yang teramat indah untuk dikenang


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Thanks to: Wordpress

by-dinda27
Wordpress
Add to Technorati Favorites
dinda'kk2009.
June 2009
M T W T F S S
« May   Jul »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 8 other followers

Categories

Archives

Blog Stats

  • 36,936 hits
free counters 140209
PageRank Checking Icon 110609

Top Clicks

  • None

RSS ‘kawanku’ mahluk tak bernyawa

  • By: judi poker online
    I have read so many posts on the topic of the blogger lovers except this paragraph is in fact a good piece of writing, keep it up.

RSS Ruang Terselubung

  • mahluk itu datang lagi
    Beberapa menit lalu ada benda asing mencengkeram kuat ubun-ubun, merayap perlahan melewati dahi seakan hendak menutupi seluruh wajah. Kugerakkan kepala berusaha menghalau, tapi tak mampu digerakkan. Makin dicoba lepaskan diri, semakin membekapku. Aku kalut. Benda itu menyerupai gumpalan gelember daging, kenyal terbalut kulit … lebih lembut dari kulit bayi. B […]

%d bloggers like this: