19
Jun
09

di suatu senja …

STICKY

Bila suatu saat ‘anda’ tertuntun membaca cerita ini …
Usia kita terpaut terlampau jauh. 12tahun lebih muda dariku …
mungkin diawal tahun kebersamaan semuanya seolah dapat terjalani.
Setelah masa-masa indah, faktor usia mampu menjadi bumerang.
Semoga ada hikmah yang terpetik

Hari menjelang sore, ketika kemudikan kaki empat-ku keluar dari perumahan.
Di pertigaan jalan, berpapasan dengan sedan putih.
Sekilas mata kami beradu pandang. Dia tersenyum. Berisyarat memberi jalan tuk-ku.
Sepintas terlihat mobilnya tersalip beberapa kendaraan.
Ntah mengapa timbul isengku memperlambat laju, ketika tak tampak lagi mobilnya.
Dan lega mendapati mobilnya melaju mendahului beberapa kendaraan dibelakangku.

Kupacu kaki empat-ku memasuki tol. Terlihat mobilnya-pun memasuki area yang sama.
Hmmm tak biasanya ku-melambat di jalan bebas-hambatan, adakah hendak imbangi laju mobilnya? Ntahlah, mengapa dia-pun tak lajukan kendaraannya.
Dengan mobilnya yang lebih ber-kelas, seharusnya mampu meninggalkanku.
100km perjam, rasanya sangat lambat. Biasanya ku melaju 130 hingga 140km perjam.

Sedikit oleng saat mengemudi, tubuhku memang sedang sangat letih.
Merasa tak yakin, segera kutepikan dan turun memeriksa ban. Semuanya ok.
Tampak olehku dia hentikan mobil-nya, bersegera menghampiriku. Sayangnya ku sedang bergegas dan hanya sanggup melempar senyum, masuk ke dalam mobil tanpa menunggu-nya.

Keluar tol, di lampu merah, dia lambaikan tangan seolah berisyarat akan lurus.
Ku tersenyum dan tetap lanjutkan perjalanan, berbelok kearah berlawanan.

Beberapa saat kemudian, terkejut mendapatinya tengah mengikuti-ku… hingga tiba di airport.
Kutepikan mobil tak jauh dari pos keamanan, setelah ‘meyakini’ lelaki ini bukan orang jahat.
Dia menghampiri-ku. Kubuka kaca.
Mmm posturnya tinggi besar, lelaki yang rupawan dengan senyum manisnya.
Ku-tetap di belakang kemudi saat dia menyalami ku, perkenalkan diri serta memberiku kartu nama.
Saya cemas melihat anda sepertinya kurang sehat”, suaranya terdengar sejuk di telinga.
Kuterima kartu-namanya, disertai permohonan maaf karena harus bersegera masuk.
Diapun persilahkan diriku sambil merunduk memberi sikap hormat, membuatku tersenyum.

3 bulan berlalu, karyawanku memberitahu ada telphon dari seseorang.
Terkejut saat mengetahui siapa si penelphon. Ternyata dia.
Ketika kutanyakan, benar kata mereka, lelaki ini sering telphon. Tapi tak disampaikan, mengingat kondisi kesehatanku yang diharuskan istirahat total.
Memang setelah pertemuan di airport, seminggu kemudian ku terbaring lemah di rumah sakit selama beberapa minggu. Hp kumatikan sekian lamanya.

Suatu hari, akhirnya kupenuhi pintanya tuk bertemu.
Saat itu kami ‘terlihat’ sepadan, meski pebedaan usia terpaut cukup jauh.

Setelah pertemuan, nyaris di setiap malam minggu, dia meminta bertemu. Kutolak. Aku memang menghindar.

Tiba di suatu malam, saat itu jam menunjuk angka 3 pagi, dering telphon memecah kesunyian di kamar-kerja-ku. Kuangkat dengan nada tanya, siapa berani telphon di-waktu tak tepat? Ternyata dia. Sambil meminta maaf, memberi alasan, bila telphon di waktu yang tepat, dipastikan bukan aku penerimanya.
Aku diberi tau karyawanmu kalau kamu kerja ditengah malam sampai pagi, makanya kuberanikan diri menelphonmu“, lanjutnya membuatku sedikit kesal dengan mereka yang berani menguak perihalku.
Dia meminta diberi kesempatan tuk bicara langsung empat mata. Di ungkapnya rasa herannya, karena ku tak lagi maHu menerima kehadirannya, menolak telphonnya.
Dengan menghiba, memohon tuk bertemu segera. tapi kutolak dengan alasan sibuk.
Tiba-tiba: “ok, kalau begitu izinkan saya memperistri kamu …”, diucapnya kalimat tsb dengan lugas.
Jujur aku merasa aneh aja, apa ga’ salah ini orang. Sayangnya pintu hati ini tertutup …
Dia masih berusaha memaksa, serta memberi alasan, bila kali ini ditolak, segera akan pulang kampung guna menerima pilihan orang tuanya tuk dinikahkan.

Hingga detik terakhir dia masih ajukan pintanya lewat telphon, ketika sedang berada di airport sesaat sebelum keberangkatan ke kampung halaman-nya. Setelah itu, tak lagi terdengar beritanya.

* Di suatu senja yang lalu, tatkala ku telah bersendiri menata hidup yang retak… *



Thanks to: Wordpress

by-dinda27
Wordpress
Add to Technorati Favorites
dinda'kk2009.
June 2009
M T W T F S S
« May   Jul »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 8 other followers

Categories

Archives

Blog Stats

  • 36,935 hits
free counters 140209
PageRank Checking Icon 110609

Top Clicks

  • None

RSS ‘kawanku’ mahluk tak bernyawa

  • By: judi poker online
    I have read so many posts on the topic of the blogger lovers except this paragraph is in fact a good piece of writing, keep it up.

RSS Ruang Terselubung

  • mahluk itu datang lagi
    Beberapa menit lalu ada benda asing mencengkeram kuat ubun-ubun, merayap perlahan melewati dahi seakan hendak menutupi seluruh wajah. Kugerakkan kepala berusaha menghalau, tapi tak mampu digerakkan. Makin dicoba lepaskan diri, semakin membekapku. Aku kalut. Benda itu menyerupai gumpalan gelember daging, kenyal terbalut kulit … lebih lembut dari kulit bayi. B […]

%d bloggers like this: