19
Jul
09

‘Kenali’-lah lawan bicara anda …

STICKY

Ulasan berikut, tanpa referensi dari manapun. Jadi mohon maaf bila dirasa tak berdasar.
Penulis sekedar ingin berbagi sedikit yang diketahui.

Tentang-mu by dinda'kk, July 24, 2009

Mari berkelana ‘mengenali’ suasana hati-lawan bicara melalui suara. Meski tak saling bertatap wajah, atau bahkan belum pernah bertemu sekalipun. Pastinya akan mudah ditebak bila berhadapan langsung atau ketika lawan-bicara sedang meluapkan emosinya secara transparant.
Tapi bagaimana bila emosi itu tersamar, sementara kita hanya mendengar suara (tanpa bertatap wajah)?
Semisal: apakah lawan-bicara sedang dalam kondisi kurang sehat, perhatian lawan-bicara sedang tak fokus karena ada kejadian yang sedang teralami diwaktu bersamaan, lawan-bicara menyukai kita (tentunya dengan lawan jenis. Ini yang termudah), atau sebaliknya, dll.

Coba simak getar suaranya. Resapkan seolah lawan-bicara adalah diri sendiri.
Lakukan ‘pengamatan’ tanpa abaikan apa yang sedang diucapkan-nya. Tepatnya kepekaan menangkap aura suara.
Dimulai dari hal kecil, bila di’laku’kan berulang maka kita ‘kan mampu rasakan apa yang tengah ‘terjadi’ di seberang sana.

Pengamatan ini tentunya agak sulit diterap-kan pada lawan-bicara yang terlatih dalam berkomunikasi. Kecuali orang tersebut sedang terbelenggu dengan suasana hatinya.
Meski demikian, dalam percakapan-nya yang punya durasi menit, ada satu-saat termunculkan ‘suasana-hati’nya diantara kalimat-nya tanpa disadarinya.

Anggap saja lawan-bicara adalah orang yang telah dikenal. Atau, seolah sedang berbincang dengan diri sendiri. Resapi tiap tekanan suara, coba peka terhadap bunyi yang menyertai dibelakang suara.
Bila terlatih maka dengan sendirinya ada banyak hal kita peroleh dari sepintas percakapan tanpa bertatap wajah (tanpa berhadapan langsung):
* Berita yang disampaikan
* Suasana hatinya, hingga bagaimana perasaannya terhadap kita
* (hawa) suasana disekitar lawan bicara.

Bila terbiasa, maka secara otomatis kepekaan akan terasah. Lakukan tanpa beban. Seolah kita sedang mencuri perhatian kita tanpa diketahui oleh pikiran kita.

Yang perlu di-garis bawah-i, bila lawan bicara menyukai kita … bila itu tak layak diteruskan, kita wajib bersikap tegas dengan hati nurani.
Bila diabaikan, maka hal terakhir ini akan jadi masalah dikemudiannya.
Semoga bermanfaat.  *Publish: July 22, 2009*


63 Responses to “‘Kenali’-lah lawan bicara anda …”


  1. 25 December 2010 at 12:48

    Lagi-lagi kita perlu belajar melatih insting kita.

  2. 25 December 2010 at 12:47

    Lagi-lagi kita mesti perlu belajar melatih insting kita.

  3. 16 November 2010 at 22:16

    Wah ilmu kaya gini dimana belajarnya ya

  4. 6 August 2009 at 21:12

    Lebih jauh tentang topik diatas … 2 contoh berikut disertakan, agar lebih terjelaskan:
    1. Saat A sedang telphon, tiba2 perhatiannya terbagi dg kehadiran B.
    A mencoba berinteraksi dg B gunakan bahasa isyarat.
    * Suasana yg coba disunyikan A, signalnya mampu merambah ke ruang kita … ini mudah terbaca.

    2. Ketika C sedang bicara, kita ‘menangkap’ adanya ’orang’ lain didekat C meski sebenarnya C sedang sendirian.
    * Aktivitas ‘orang’ lain ini ‘tersampaikan’, meski hanya melalui telphon. Sementara C tidak mengetahui sama sekali. Sayangnya bagi ‘awam’ kondisi ini sering ditudingkan sebagai halusinasi, dsb.nya.

  5. 5 August 2009 at 06:45

    emang lidah tidak bertulang….tapi lebih tajam dari pedang…sayatannya membuat hati meradang..

  6. 5 August 2009 at 04:30

    Ini betul sekali …
    Kalau boleh sedikit sharing …
    Mengenali Audience … or Trainee
    adalah langkah pertama yang harus dilakukan oleh seorang Trainer
    (selain mengenali Materi dan mengenali venue tentunya)

    Salam saya
    NH18

    • 6 August 2009 at 20:54

      @ nh18
      Apa khabar Pak? Lama kita tidak saling menyapa.
      Wah kalau yg beginian sih sudah bagian dari kepiawaian seorang Trainer.
      Sy harus belajar banyak dari Pak NH, akhlinya.
      Sukses selalu. Terima-kasih telah berkunjung.
      Salam-ku, dinda27

  7. 4 August 2009 at 06:01

    memang benar Mbak Dinda,
    kita bisa mengenali dr suara,apa dan bagaimana seseorang itu,
    ternyata Mbak Dinda seorang pengamat yg baik ya.
    salam

    • 6 August 2009 at 20:49

      @ bundadontworry
      * hehe jadi malu.
      Sebenarnya bukan pengamat. Justru kalau disengaja, tidak mampu ‘teramati’.
      Seperti air mengalir saja, ‘mencuri’ disaat pikiran lengah.

  8. 1 August 2009 at 14:24

    hati2..jangan salah lawan

    ** dinda27 *Aug.03, 2009*
    yoi 🙄

  9. 31 July 2009 at 16:41

    Met sore dindAA,

    Ada apa denganmU??
    😀😀

  10. 30 July 2009 at 15:20

    Yang utama pandangilah orang yang diajak kamu bicara…
    Jangan pandangannya kemana-mana…

    • 31 July 2009 at 08:35

      @ masher
      Kalau pandangannya kemana-mana … hehehe namanya celingukan 🙄

      Masher, topik yang disini … sedang ber-telphon ria 🙂
      ‘makasih ya.

  11. 28 July 2009 at 22:25

    Mungkin kah suasana…itu terbaca…

    But anyway…bahasa memang bukan hanya sekedar suara yg terucap dari bibir saja. Rasa yg sesungguhnya ada di dalam intonasi kalimat dan kata-kata, karena ia merefleksikan getaran nurani. Maka rasa adalah bahasa juga, sebagai alat penyampai pesan. Namun banyak org tak menyadari, jika bibir berucap A, sementara rasa bergetar B. Dan kebenaran itu bukan pada bahasa dan suara, namun ada pada rasa (rasa sejati).
    salam….

    • 29 July 2009 at 11:39

      SABDå
      Apa khabar Mas? Nice to see you again.
      * Mungkinkah …?
      mengapa tidak, bila ‘signal’ itu sedemikian kuat ke-‘hadiran’-nya.
      Sayangnya, sy tidak cukup mampu menjelaskan. karena tak terjelaskan.

      * Bahasa … rasa … dst.nya
      Yah memang demikian, seperti yg disampaikan Mas.
      Sebagai tambahan, sebenarnya juga merupakan gabungan dari kesemuanya.
      adalah satu kesatuan yang kadang tersamar,
      Terkadang cukup mudah ‘ditangkap’ pada satu kondisi tertentu.
      Ada getar yg termunculkan, walaupun disembunyikan.
      Boleh saja bicara A, sementara sanubari berkata B …

      Tentang rasa, justru ini yang sangat ‘mengedepan’ signalnya
      Hingga getaran yang paling sensitif-pun mampu tersampaikan dengan baik.
      Bahkan hawa ‘panas’ (tepat-nya, ‘hangat’) yg menandai kehadiran signal tsb.,
      mudah terasakan disetiap inci gerak-nya.
      Apakah rasa tsb muncul pada saat berhadapan dengan seseorang atau tanpa seseorang.
      Nyaris sama saja.
      (Mohon maaf sy tak mampu mengurai dengan bahasa yg baik.
      Alangkah minimnya perbendaharaan kata yg sy miliki).

      Bila ingin menebak siapa gerangan yang sedang mengirim signal;
      mari bertanya pada Allah.
      Dan jawaban akan diberikan Allah dalam waktu tak lama,
      dengan kehadiran ‘sosok’nya dalam segala bentuk riil.
      Ntah telphon, message, atau benar2 datang.

      * Sy yakin cukup banyak diantara kita yg memiliki kepekaan ini.

  12. 28 July 2009 at 18:45

    Bagus sekali tips-nya. Untuk menguasai kepekaan seperti itu perlu berlatih ya…. Ada gak cara yang instan? Misalnya dengan berpikir terus bisa gitu…he..he…
    Salam kenal dan hormat.

    • 29 July 2009 at 09:03

      @ refa
      Ada, gampang pula!! begini …
      perbanyak mengkonsumsi semua yg serba instan.
      dari mie instan, sampai den2g-balado yg ada di RM Padang.
      silahkan coba … Salam kenal juga, salam hormaaatt … siaaap … 🙄

  13. 20 riy4nti
    28 July 2009 at 18:07

    soalna klo disuruh jelasin malah bkin penasaran ikz, makanya apa klo suka ngomong nggantung kyk gt berarti dia bo’ong?

    Uk dech jeng, thankz begete yah

    Cu again, salam sayank

    • 29 July 2009 at 09:10

      @ riy4anti
      boleh jadi dianya lagi sariawan kalEE.
      Makanya digantung. Tinggal ditelusuri digantungNA dimana?
      Apakah ditiang jemuran tetangga ono atO entu.

      Hehehe, coba aza pancing: “kamu tuh bo’ong yah?”
      pasti deh bukan saja bicara-dia digantung,
      bisa jadi bicara-Qta digantung pula
      huaaaa lari akh, dari pada dilempar bakiak sama si jeung riy4nti.

  14. 27 July 2009 at 23:29

    tips yang sangat berguna.. trims.:mrgreen:

    ** dinda27 *July 29, 2009*
    ndak usah malu2 … akh. apa hubungannya yakh? 🙄
    gravatar … Na itu lho
    Salam kenal.

  15. 23 Yep
    27 July 2009 at 21:53

    Boz…kunjungan balik dari blog yang ini, dan juga menjawab pertanyaannya nih….memang pemiliknya sama, bingungkan yang mana ? 🙂

    • 29 July 2009 at 11:00

      @ Yep
      huzz!! jangan panggil aQ Boz. kabotan Q-nya 😦
      namaQ dinda27 … d i n d a 2 7 … dindaa aaaaaaa 😀

      Ga’ bingung tuh cuma penasaran aza liat futuNa
      mengapa dikau berlindung dibalik futu🙄

  16. 27 July 2009 at 19:22

    Wew, klo lawan bicara ngomongnya suka nggantung berarti suka bo’ong yah? *garuk2 kepala*

    Kapan hari *biz dapet award dari kang Cholik* aku mau mampir sini but ndak bs ikz, lama begete ngebukak`e link na, koneksinya lagi ndak bersahabat kalee yah huehehehehe, gpp dech cuma koneksinya yg ndak bersahabat yang penting aku masih bisa bersahabat dengan jeng Dinda gituuhh *senyum manis*

    Aku tautkan yah jeng link na biar tambah bersahabat🙂

    Salam sayank

    • 27 July 2009 at 20:06

      @ riy4nti
      * kayaknya dia suka naik kereta gantung. fuuhh, apa hubungannya ya?🙄
      * Jangan garuk kepala, nanti isi kepala pada berhambur keluar. Yg rugi siapa hayo?
      * yayaya … biar saja-lah koneksi internet bersiput ria
      asalkan koneksi persahabatan lancar.
      * Monggo. Q beloN bisa utak atik tautan link.
      siput nya masih tidur. lelah juga nungguin-nya.
      Salam hangat aja.

  17. 27 July 2009 at 17:54

    makasih dah mo mampir blog beta…blog kmu sudah beta link jg di blogroll..🙂

    ** dinda27
    ocre. makasih ya.

  18. 27 July 2009 at 15:57

    Memang benar, suasana hati sedikit banyak akan terpancar pada wajah dan suara. Dengan demikian walaupun tanpa melihatnya kita kadang bisa tahu bagaimana kondisinya.
    Mantap observasinya mbak.

    Salam hangat dari blog baruku mbak.

    • 27 July 2009 at 22:27

      @ Pakde Cholik
      Wah kalau jam terbangnya PakDhe pastinya jauh lebih muantabb.
      Ibarat sy seujung kuku-nya PakDhe.

      sayang banget sy belum bisa leluasa BW.
      Koneksinya seperti siput leye2.
      Salam hangat juga. (tapi sayaHnya lagi meriang dari tadi tuh)

  19. 27 July 2009 at 14:39

    Mampir ke tempat Bu Dinda lagi nih

  20. 32 tforce2009
    27 July 2009 at 12:37

    aio dukung Pulau Komodo sebagai new7wonders
    klik disini

  21. 34 Yep
    27 July 2009 at 11:04

    Mmm…boleh juga tipsnya nih 🙂 Thanks

    ** dinda27
    yaH tebalkan saja-lah biar ga’ tip1s. ga’ nyambung ya? 🙄

  22. 27 July 2009 at 09:37

    Setuju…
    Saya ingin berbicara dengan Anda..
    Kenalan donk😆
    salam……….

    • 27 July 2009 at 12:42

      @ indra1082
      Bicaralah … kudengar. Lho koq sunyi?
      Kenalan juga. Salam juga.
      btw: susah banget mau comment di blog-nya
      juga blog lain-nya. Koneksinya bak siput tidur.
      pufft … lelah nian. enaknya libur dulu yaa

  23. 27 July 2009 at 08:41

    wadoohh..!! bisa kebaca dong suasana hatinya dr tulisan…??!

    • 27 July 2009 at 14:15

      @ emma
      ini lagi ku baca, bunyinya begini:
      wadoohh..!! bisa kebaca dong suasana hatinya dr tulisan…??!

      ela koQ sama yaKh? tuh kan jago g tuh? Q bisa baca suasana hati + pikiran.
      ccckkk cckk … huebaaatt 🙄

  24. 26 July 2009 at 20:55

    kadang2 emang butuh waktu, apalagi klo baru aja ketemu…tapi ya pelan2 juga bisa…🙂

    • 29 July 2009 at 12:52

      @ Dita
      Yeah …
      Dan uraian diatas ga’ perlu2 amat kok,
      masih banyak pekerjaan lain yg lebih penting sedang menanti,
      terutama bagi ibu rumah tangga beneran. Gimana ibu2?
      Terima-kasih ya Dita.

  25. 26 July 2009 at 13:51

    Kenali lawan bicaramu,, gunakan bahasa yg ia mengerti,, tatap matanya (bukan untuk tidak sopan)…. perhatikan intonasi yang pas selagi berbicara….. dll.

    • 29 July 2009 at 14:15

      @ agoesman120
      Yup benar,
      bila kita saling bertatap wajah atau berhadapan langsung dengan lawan bicara kita.
      Terima-kasih tambahan-nya.

  26. 25 July 2009 at 08:11

    @ Kurotsuchi
    100 buat Kurotsuchi.

    Konon kata-nya (tanpa referensi dari manapun), sebagai tambah-an, lebih jauh tentang:
    * waras
    Biasanya, kepekaan tsb sangat mampu beradaptasi dalam segala kondisi, bahkan lebih sensitif.
    Karena ‘kepekaan’ ini lebih berfungsi sebagai ‘pelindung’ si empunya diri, tanpa disadari-nya.

    * prasangka
    Memang nyaris tak da bedanya dg prasangka, buruk sangka, suuzon atau apapun yg negatif.
    Tapi ini ditudingkan oleh mereka yg-kurang-rasa-berempati-nya.
    Mungkin ke-peka-an-nya belum terbiasa memilah ‘diri’

    * prediksi
    Yup! Kadang2 ‘ketajaman’ kepekaan menjadi ‘warning’ – petunjuk -prediksi.
    biasanya akan terpahami dan diaminkan setelah terjadi.
    Disinilah bedanya dg prasangaka-suuzon dll.

    Seperti uraian diatas …
    Bila terbiasa, maka secara otomatis kepekaan akan terasah. Lakukan tanpa beban. Seolah kita sedang mencuri perhatian kita tanpa diketahui oleh akal kita.
    Proses kemunculannya ada di moment awal yg belum tersentuh olah pikir … ini ‘murni’.
    Jadi, belum ada ‘campur-tangan’ dari pikiran atau memori apapun.
    inilah yg membedakan pengertiannya dr prasangka

    Salam kenal. Terimakasih atas sambung rasa-nya.
    Kalau koneksi sudah lancar, sy akan silahturahmi ke blog-nya.

  27. 44 Kurotsuchi
    25 July 2009 at 06:56

    ho ho ho…
    saya juga lumayan sering melakukannya, tapi jika dan hanya jika saya sedang dalam kondisi waras…

    bagusnya:
    kita bisa berusaha mengerti siapa dan gimana lawan bicara kita…

    jeleknya:
    bisa memicu prasangka

    dan kalau menurut saya, mengenali siapa lawan bicara kita, dan gimana kondisinya, juga bisa digunakan untuk memprediksi prospek mengenai keberlanjutan percakapan dan segala urusan yang mengikutinya…

  28. 24 July 2009 at 21:12

    Sip tipsnya, ini sedikit banyak mengingatkan saya yang kadang susah menjaga pembicaraan apalagi saya kerap kali berhubungan dengan orang2 yang ruwet he he. Trims atas tips yang bermanfaat ini.
    Btw, salam kenal. Dari Mas Bendol saya menerima award dan mengenal blog yang keren ini. Salam sukses selalu.

  29. 47 KangBoed
    24 July 2009 at 11:55

    Kenalan dulu dunk.. hehehe.. maksudnya jelas perlu kenal dulu.. haruuuusss
    Salam Sayang

    • 24 July 2009 at 12:37

      @ KangBoed
      * wuaaahhhh aya2 wae AkangBoed ini.
      punten Kang, glaZZeZ Nah kAtinggalan dimana yaKh?
      Zangan2 kangBoed inNiiii dah muNlaHi kHun-FikHun

      * baIdEwe …
      kenalan ‘ma ZiapaH kang? Ama dinda27 atO Zama yg telFon?🙄

      * wegaH aKh di salamin sayang (maaf kang, sy risih)
      mending Zalam temFel, ijonya bisa gantiIN FERtamaXZ.
      ga’ mudeng yaaa? bagus-laaah. Duh bakiak sapa niCh, ampir kena muka 🙂
      Salam-ku

  30. 24 July 2009 at 11:30

    Memang mengenal lawan bicara itu wajib hukumnya biar kita lebih bisa tau cara bersikap dan berkata2

  31. 24 July 2009 at 02:15

    Apakah ini pengalaman pribadimu dinda?

  32. 23 July 2009 at 23:38

    Salam kenal dan salam sahabat

    ** dinda27 *July 24, 2009*
    Salam kenal kembali. Terima-kasih ya🙂

  33. 54 Fietria
    23 July 2009 at 14:08

    😆
    salam kenal, nice post.

  34. 23 July 2009 at 09:57

    wedew mantab artikelnya buk ..
    kalo mengenali lawan bicara yang bohong begimana yah😉

    • 23 July 2009 at 13:02

      @ MacFamous
      Akan terasa dari getar suaranya.
      Sekalipun dia sedang mencoba ekspresikan seolah bicara benar.
      Orang yg berbohong, mudah tertangkap aura kebohongannya.
      Bila tertawa, bila bersedih, apapun itu.
      Kalimatnya pun serba menggantung.
      Berbeda dengan kebohongan karena ingin sembunyikan sesuatu yang lebih ‘mulia’.
      Salam kenal.

  35. 58 KangBoed
    22 July 2009 at 18:25

    pertamaaaaaaaaaaaaaaaaaaxxxxxxzzzzzz

    ** dinda27 *July 24, 2009*
    * Kedua-lah … CUba lihat keataZ🙂
    * wah KangBoed ini salah satu iklan berjalannya FRAtamaxZ yakh?
    eh salah .. FERmium. eh salah lagi🙄
    * ‘met malem mingguan yaaaaaXZ

    • 59 KangBoed
      22 July 2009 at 18:28

      setujjjuuuuuu.. berhati hatilah jika berbicara jangan asal njeblak aja
      Salam Sayang

    • 60 dinda27
      23 July 2009 at 13:10

      KangBoed
      * Met siang Kang. ‘pa khabarE?
      * Iyalah seperti KangBoed ini yg salam sayang-nya ‘da di-mana2.
      KalO ini mah ‘dah seperti kacang ‘ma kulit … KangBoed identik salam sayang.
      Ga’ percaya? Coba aja BW ke blog lain-nya.
      * Ini tuk me-respon pertanyaan seseorang, tempo hari.
      Pertanyaan yg baguZ, sXguZ tuk yakinkan: I’m not belong to ZiapaH2 but Allah.
      punten … maaP Inglish NA mburadul. Zjadi mohon diNGertiIN aZa yaH.
      😀
      * LantaZ apa hubungan-nya yaH ? ‘Tau akh lap 🙄
      * inilah contoh soalE …
      jika berbicara jangan asal njeblak aja”🙄
      Begitu-lah kata KangBoed. Salam aZa, kata-ku🙂

    • 24 July 2009 at 13:06

      @ KangBoed
      * Kedua-lah … CUba lihat keataZ 🙂
      * wah KangBoed ini salah satu iklan berjalannya FRAtamaxZ yakh?
      eh salah .. FERmium. eh salah lagi 🙄
      * ‘met malem mingguan yaaaaaXZ

  36. 22 July 2009 at 17:15

    Met sore semua.
    Ada yang ingin memberi tambahan?
    Yuk berbagi … Salamku

    • 23 July 2009 at 15:38

      Emang perlu kejelian kalo ngomong ama orang, thanks ya udah diingetin..

      ** dinda27
      hehe …😀 sebenErnya ga’ lagi ingetIN siapa2. cuma sekedar berbagi koq.
      Salamku.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Thanks to: Wordpress

by-dinda27
Wordpress
Add to Technorati Favorites
dinda'kk2009.
July 2009
M T W T F S S
« Jun   Aug »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 8 other followers

Categories

Archives

Blog Stats

  • 36,935 hits
free counters 140209
PageRank Checking Icon 110609

Top Clicks

  • None

RSS ‘kawanku’ mahluk tak bernyawa

  • By: judi poker online
    I have read so many posts on the topic of the blogger lovers except this paragraph is in fact a good piece of writing, keep it up.

RSS Ruang Terselubung

  • mahluk itu datang lagi
    Beberapa menit lalu ada benda asing mencengkeram kuat ubun-ubun, merayap perlahan melewati dahi seakan hendak menutupi seluruh wajah. Kugerakkan kepala berusaha menghalau, tapi tak mampu digerakkan. Makin dicoba lepaskan diri, semakin membekapku. Aku kalut. Benda itu menyerupai gumpalan gelember daging, kenyal terbalut kulit … lebih lembut dari kulit bayi. B […]

%d bloggers like this: