27
Sep
09

sang juragan

T’lah lama dia biarkan ke-2-roda-empat-nya membisu di kebekuan ruangnya
Betapa bodoh si’Majikan’ lebih memilih kaki-empat-umum yang tak-nyaman;
demikian pikir ke-2-roda-empat disela senyum getir-nya.

Duhai ‘juragan’ tersayang, hati kami tersentuh di setiap engkau tersenyum.
Bila kami mampu bersihkan tubuh kotor kami sendiri ketika diterjang hujan panas;
Bila kami mampu rawat diri sendiri agar tetap terjaga dari kemunculan rewel mesin;
Bila tak lagi butuh minum berlebih saat jelajah jalanan macet, berlindung dikenyamanan pendingin,
dari berpayung terik mentari, kepulan asap tebal menyesak rongga dada, terpaan cuaca;
Tak diresahkan tingginya pajak, lembar hijau yang berhitung cepat disetiap bilangan jam parkir,
lembaran hijau setiap melintas jalan yang katanya nyaman tapi lelahkan saku para majikan;
Bila kami sanggup berjalan sendiri dengan remote tanpa sopir ketika ‘majikan’ takut keluar sendiri;
ingin rasanya kami berdua atasi semua-bilangan-bila, agar ‘juragan’ tersayang rela gunakan kami.

Tapi coba tengok di pagi nan cerah … ‘juragan’ berseri meski kesunyian menggayut relung hatinya.
Salah satu dari kami disentuhnya, dibukanya selubung penutup body, menyalakan mesin.
Tampak gelisah hatinya, kami tahu dia sedang berpikir … gunakan kami atau memilih umum.
Mengapa seolah berhitung tuk diri sendiri? Akh kami tahu jawabnya, wahai perempuan berbudi …

Mata sendu perempuan berjilbab ini sekilas memandang seseorang melintas diluar pagar.
Tunggu dulu … siapa gerangan siPengendara yang mencuri perhatian kami juga.
Berlindung dibalik helm dan jacket kulit, sekonyong hentikan roda duanya tepat diluar pagar.
Memandang kami bertiga, kemudian seolah sibuk dengan HP-nya menulis sesuatu.
Di selama ‘majikan’ persiapkan salah satu dari kami sebagai pendamping sesaat-nya.
Berselang menit kemudian, lelaki itu beranjak pergi menuju mobil asing di hujung jalan.
Dan saat pagar dibuka, huh! dia melintas perlahan seolah sengaja mencari perhatian ‘juragan’.
Dibalik kacamata gelap juragan, tersimak sekilas lemparan senyum menawan si lelaki muda
Terpancar gurat tanya di wajah ‘juragan’ ketika terlihat si mobil asing beranjak bersamaan
Pengemudi seakan sedang mengamati dibalik kaca gelapnya, lalu siapa yang sedang diamati
Ouw, rasanya pernah melihat lelaki tampan tsb berkunjung suatu hari setelah ditolak berulang
Tapi mana-lah ada cerita, bila ‘majikan’ tetap saja tak bergeming dalam ruang tertutupnya
Akh sudahlah, juragan juga tak ambil perduli. Kini, kuresapkan saja senandung merdunya.

Bila ku mampu bicara, kan kuungkap betapa sukacita-ku setiap bersamanya.
Di-setiap lajukan tubuhku, betapa rona kebahagiaan terpancar dari wajah sendunya.
Perempuan bersahaja yang selama ini jadi bagian terindah hidupku dalam suka dukanya.
Seolah betah bersendiri jelajah jalanan, meski kutahu tangisnya kerap basahi cover-ku
Kemudian bersegera pulang seusai beraktivitas, kar’na tak mampu melebur didunia hiburan.

Tubuhku kini telah tegak berjajar bersama jenis-ku di RumahSakit menunggu ‘juragan’.
Sedang mengunjungi ibu sahabat-nya yang ‘tertidur’ dengan seperangkat alat bantu ‘hidup’.
Pernah kucuri dengar pembicaraan ‘juragan’ dan sahabat tentang Ibu sahabat-nya
yang kini hanya terbalut tulang atas derita sakitnya yang selalu minta berpulang
… ‘juragan’ juga ingin berpulang, tugasnya telah diusaikan.

** kutipan kisah seorang sahabat-nya ‘juragan’ dari si roda empat, medio September 2009.


7 Responses to “sang juragan”


  1. 29 September 2009 at 04:04

    Salam Takzim
    3 sosok yang memiliki gaya satra yang berbeda, yang petinggi beroda empat, pemerhati selembut kapas dan penoreh harap beroda dua, berdoa bersama demi terangkatnya penyakit bunda, cepat sembuh ya bun..
    Salam Takzim Batavusqu

    ** dinda27 *Nov.02, 09*🙂 Terima kasih

  2. 28 September 2009 at 19:21

    Minal ‘Aidin Wal Faidzin Mohon Maaf Lahir Batin

    Surya (Kuliah Gratis) dan Keluarga

    ** dinda’27 *Oct.01’2009*
    Sama2, terima-kasih.

  3. 27 September 2009 at 18:49

    aamiin..
    seperti kejadian yg pernah di alami y??😀

  4. 27 September 2009 at 14:38


    Semoga Tuhan memberi yang terbaik bagi Ibunda terkasih dari Sahabat-nya ‘juragan’.
    Salam, dinda27


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Thanks to: Wordpress

by-dinda27
Wordpress
Add to Technorati Favorites
dinda'kk2009.
September 2009
M T W T F S S
« Aug   Oct »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 8 other followers

Categories

Archives

Blog Stats

  • 36,935 hits
free counters 140209
PageRank Checking Icon 110609

Top Clicks

  • None

RSS ‘kawanku’ mahluk tak bernyawa

  • By: judi poker online
    I have read so many posts on the topic of the blogger lovers except this paragraph is in fact a good piece of writing, keep it up.

RSS Ruang Terselubung

  • mahluk itu datang lagi
    Beberapa menit lalu ada benda asing mencengkeram kuat ubun-ubun, merayap perlahan melewati dahi seakan hendak menutupi seluruh wajah. Kugerakkan kepala berusaha menghalau, tapi tak mampu digerakkan. Makin dicoba lepaskan diri, semakin membekapku. Aku kalut. Benda itu menyerupai gumpalan gelember daging, kenyal terbalut kulit … lebih lembut dari kulit bayi. B […]

%d bloggers like this: