11
Dec
09

proses KESEMBUHAN

Allah menciptakan seisi alam demikian sempurna. DiciptaNYA jenis hewan kecil yang tampak lemah tak berdaya tapi mampu lumpuhkan  pengusiknya, semisal dengan semburan tintanya pada cumi-cumi. Atau terkepaknya duri pada putri malu saat terhembus angin sekalipun. Hingga tumbuhnya tunas baru dari dahan tetumbuhan yang nyaris patah … adalah bentuk penyembuhan ‘diri’ sendiri. Suatu Maha Karya tiada duanya. Allah tak hanya mencipta dan jadilah, tapi keberlangsungan karyanya terproses sempurna menjadi satu kesatuan.

DiciptakanNYA manusia dengan segala kelebihan kekurangan. Dari seorang bayi yang baru lahir yang mampu mencari puting susu ibunya tatkala didekatkan kemulut mungilnya. Atau seorang bayi yang menangis tatkala merasa ada yang tak berkenan. Terjadi secara naluri dan alami.

Lalu bagaimana dengan daya tahan tubuh manusia. Selama kita terlahir sehat, maka tubuh kita telah dibekaliNYA sistim kekebalan. Demikian pula dengan sesama kita yang kurang beruntung kesehatannya. Allah tak membedakan makhuk ciptaanNYA. Hanya saja kondisi yang terlahir kurang sehat, rentan terserang penyakit. Tentunya membutuhkan bantuan ‘asupan’ diluar dirinya.

Bila terjaga kesehatan kita, maka organ tubuh akan  berfungsi baik. Sebenarnya manusia yang terlahir sehat, ketika terserang sakit, mempunyai kemampuan tersembuhkan sendiri. Hanya dibutuhkan istirahat  cukup serta asupan makanan bergizi. Dan yang bergizi tak selalu mahal.

Penyakit yang muncul pada manusia yang terlahir sehat dan hidup secara sehat, pada umumnya ‘banyak’ bersumber dari pikiran. Tiba-tiba pada usia tertentu terserang lumpuh. Maka boleh jadi kelumpuhan itu karena pikiran. Jauhi sumber masalah. Yakinkan diri  akan sembuh. Berusaha sekuat hati mengurangi timbulnya rasa panik atas ketergantungan akan pengobatan ‘bantuan’. Yakinlah, Allah telah menyediakan pengobatan alami. Hindarkan pe-manja-an diri mencari jalan pintas dengan pengobatan ‘bantuan’, dimana seolah akan segera sembuh. Akan tetapi bila itu terlakukan terus menerus, akan timbul ketergantungan, selalu mencari bantuan sehat dari luar tubuh. Betapa mahalnya biaya pengobatan kini. Tak jadi masalah, bila miliki dana berlebih …

Saat terserang sakit, separah apapun, yakinkan diri akan sembuh, meski proses penyembuhan bekerja sangat lamban. Tatkala merasa sehat sedikit, coba alihkan rasa sakit. Lakukan kegiatan keseharian. Berhentilah saat tubuh menjadi lemah kembali. Lakukan itu secara rutin.

Tentang kelumpuhan …

Allah bersama kita ‘saat ini’. Dengan sekuat tenaga dan pikiran, bangunlah dari ‘pembaringan’ dengan keyakinan, Allah akan sembuhkan kita. Gerakkan tubuh secara perlahan semampu kita. Pada anggota tubuh yang lumpuh sekalipun. Ayunkan se-rileks mungkin. Perlahan dan makin lama akan terikuti irama pergerakan berputar secara alami. Tutuplah mata … lantunkan pujian kepada Allah Sang Maha Pemilik Dunia. Berbincanglah dengan Allah, katakan kesalahan apa yang telah diperbuat selama hidup, katakanlah dari lubuk hati terdalam betapa kita mohonkan ampunan serta dibukakan pintu taubat, betapapun tidak (sedang) melakukan kesalahan. Taubat dan pengampunan ini adalah perbuatan selama usia terjalani. Bermohonlah kesembuhan  dariNYA, selingi doa-doa yang kita ketahui. Lakukan itu sambil menggerakkan seluruh anggota tubuh. Hingga mampu menangis dan berserah diri secara total. Tanpa terasa tubuh menjadi lentur, gerakan menjadi lebih cepat, dan … insyaAllah akan tersembuhkan dari kelumpuhan. Allah Maha Besar. Tak terasa waktu telah terhabiskan dalam durasi jam … di kesunyian malam merambah pagi.

Salam, dinda’kk.


13 Responses to “proses KESEMBUHAN”


  1. 20 October 2011 at 11:43

    Siapapun anda, hendaknya: tidak memaksa orang lain, apalagi keluarga sendiri melakukan pengobatan ini. Berikan…

    Maksudnya apa ya?

  2. 2 Dian TQT
    17 October 2011 at 13:55

    Beberapa menit lalu, sy melihat TRANS tv yang menayangkan tentang beberapa pengobatan alternatif.
    salah satunya tentang metode Healing. Pengobatnya adalah seorang lelaki.
    Ada kalimatnya yang senada dengan kalimat yang ada dalam tulisan diatas ini.
    kira2 begini: “bahwa manusia itu sebenarnya memiliki kemampuan untuk menyembuhkan penyakitnya sendiri”.
    Sy juga melihat aktifitas pasien dengan gerakan seperti yang dituturkan dalam artikel ini.

    Dalam tayangan tadi, sy sempat mendengar penjelasannya bahwa:
    metoda pengobatan ini baru setahun ini dijalankan.

    Blog ini ternyata banyak memberikan hal positif. Salam, Dian.

    • 20 October 2011 at 02:32

      Terimakasih.
      Secara kebetulan siang itu tergerak ingin nonton TV.
      Sy terkesima mendengar kalimat2 yang diucap pengobatnya (ntah siapa namanya),
      juga dengan gerakan rileks yang terlakukan host perempuan dari Trans tv.

      Isi kepala serta gerakan rileks yang terlakukan beberapa tahun silam, seolah tersuguhkan kembali.. Spontan teringat kejadian th 2007 – 2009 .. ketika sakit selama 1th dan mengalami ‘kelumpuhan’.

      Semua usaha pengobatan-sendiri terlakukan secara naluri, alami, tak ber-nara-sumber.
      Dalam kondisi teramat sakit, tdk tahu lagi harus bagaimana, dan pasrah.
      Yg terlintas di-benak.. Allah Maha Kasih.. DIA yang akan menyembuhkan.

      Detik2 merasa akan segera ‘putus-nafas’, dg susah payah menelphon putra sulung, memintanya bersegera pulang. Karena tak sanggup bertahan lagi.
      Setelah itu, tak sadarkan diri ntah berapa lama, tak seorangpun tahu.

      Kala itu, putra sulung sedang melaksanakan PTT di NTT. Dan sebenarnya masa tugas masih 3 bulan lagi.

      Dalam kesempatan kali ini, terimakasih sy haturkan kepada Pimpinan Pejabat Negara disana, yang telah memberikan kemudahan hingga putra sy bisa segera pulang.

      Kisah nyata ini sengaja di-ungkap, mengingat banyak orang yg tak cukup mampu berobat karena ketiadaan dana.

      Mari yakinkan diri, kita dapat melakukan pengobata sendiri.

      Siapapun anda, hendaknya: tidak memaksa orang lain, apalagi keluarga sendiri melakukan pengobatan ini. Berikan pada keluarga / mereka pengobatan yang dianjurkan para medis.
      Bila ada yang ingin mencoba, biarkan mereka melakukan pengobatan ini dengan kesadaran sendiri.
      Salam, dinda’kk(27)

  3. 4 linda
    27 February 2010 at 10:17

    biasanya orang yg sakit (serius), yg ada dipikirannya ya cepet2 pergi kedokter.
    Ada yg maksa minta disuntik segala. Padahal kadang obat yg dikasih mungkin cuma vitamin..
    .

  4. 14 December 2009 at 09:36

    orang yang ikhlas, bahkan saat sedang sakit pun ia masih bersyukur. ia tetep bisa menikmati detik- detik hidupnya.

    nice post🙂

  5. 7 Kurotsuchi
    13 December 2009 at 06:08

    Kalo saya malah sudah kadung ‘hobi’ ke dokter😦
    Dan setelah minum obat, baru saya berpikiran optimis bahwa Tuhan bakal menyembuhkan saya karena tahapan tawakkal dengan berusaha berobat sudah saya lakukan. Kalo gitu gimana ya bu?😕

    • 13 December 2009 at 18:21

      @ Kurotsuchi.
      Seharusnya memang demikian. Ketika sakit, bersegeralah ke dokter, berikhtiar tuk cepat sembuh, agar aktivitas berjalan normal kembali.
      Sy pun pernah berada dalam kondisi dokter minded. Hingga punya ketergantungan berlebihan. Bahkan ke dokter sudah seperti shopping layaknya. Sakit ringan sedikit, merasa sudah payah. Bahkan banyak terjumpai teman2 yg memiliki dana berlebih, ketika divonis sakit blablahblah dan diharuskan opname, seolah merasa bangga menyebutkan apa penyakit yg sedang dideritanya. Tak jarang tersimak, pasien-lah yg menentukan agar di opname. Sementara hanya sakit demam biasa. Mengapa rela diperbudak oleh penyakit?

      Tak sedikit sy jumpai, banyak yg memaksa diri pinjam uang kesana kemari tuk pengobatan dirinya sendiri. Sementara penyakitnya sebenarnya bersumber dari pikiran. Dan ketika tak mendapatkan pinjaman, bukankah akan menjadikannya lebih sakit. Kepanikkan, menjadikan seseorang memiliki ketergantungan yg berlebihan. Memaksakan diri dg menggali tutup lubang. Mengapa tak mencoba mengurangi ketergantungan akan pengobatan yg jelas2 sangat mahal.
      Uraian diatas berikut tanggapan sy ini tentunya sy tujukan tuk diri anda sendiri yg terlahir sehat (tidak disarankan tuk anggota keluarga) , hidup berusaha sehat, sekurangnya 1/2 vegetarian. Yg tidak memiliki dana berlebih. Tidak di sarankan tuk yg non vegetarian, atau yg terlahir kurang beruntung kesehatannya. Tapi tak ada salahnya mencoba. Dengan keyakinan bermohon pada Allah sebagai Sang Maha Penyembuh. Bila toh nantinya usaha diatas seolah sia2, sesungguhnya kita sedang dicoba Allah tuk lebih sabar dan tawakal.

  6. 12 December 2009 at 20:32

    Kita adalah apa yang kita pikirkan…

    “Hingga mampu menangis dan berserah diri secara total”.

    Semoga aku bisa. Terimakasih mba Dinda sudah berbagi. It means a lot.

  7. 11 December 2009 at 09:59

    @sunarnosahlan
    humz … baru di bathin lho Mas. ndilalah muncul
    sami mawon sy juga lama tidak update, tidak juga leluasa BW.
    ‘makasih ya.

  8. 11 December 2009 at 09:11

    lama tak berkunjung, pembahasan sungguh amat menyentuh

  9. 11 December 2009 at 09:00

    Artikel ini kupersembahkan ‘tuk urLuvlyMum3yyt0n.
    Semoga segera dipulihkan kesehatan beliau. amin.
    Salam hormatQ ‘tuk beliau.

    Smoga qm b’hagia dg nya. SalamQ ‘tuk-nya.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Thanks to: Wordpress

by-dinda27
Wordpress
Add to Technorati Favorites
dinda'kk2009.
December 2009
M T W T F S S
« Nov   Jan »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 8 other followers

Categories

Archives

Blog Stats

  • 36,935 hits
free counters 140209
PageRank Checking Icon 110609

Top Clicks

  • None

RSS ‘kawanku’ mahluk tak bernyawa

  • By: judi poker online
    I have read so many posts on the topic of the blogger lovers except this paragraph is in fact a good piece of writing, keep it up.

RSS Ruang Terselubung

  • mahluk itu datang lagi
    Beberapa menit lalu ada benda asing mencengkeram kuat ubun-ubun, merayap perlahan melewati dahi seakan hendak menutupi seluruh wajah. Kugerakkan kepala berusaha menghalau, tapi tak mampu digerakkan. Makin dicoba lepaskan diri, semakin membekapku. Aku kalut. Benda itu menyerupai gumpalan gelember daging, kenyal terbalut kulit … lebih lembut dari kulit bayi. B […]

%d bloggers like this: