10
Feb
10

‘bung’ Sepeda … aku jera

Kemarin siang saat di perjalanan, ku-sempat-kan mampir ke Blog Humberqu atas undangan beliau pada January lalu. Sekian lama tidak update, tidak juga BW … rasanya terbelakang sekalleee.

Cerita berikut ini mungkin terlambat diikut sertakan ke ajang berkisah-ria tentang Sepeda. Waktu terakhir yang di-syarat-kan adalah esok. mmm, setidaknya ikut berpartisipasi ramaikan acara …*tul nggak, tul nggaak, tul nggaaak? **diih segitu amit.

Kisah ini biasa saja, kebetulan juga hingga di-usia-ku kini masih belum bisa berkendara sepeda. Jujur kapok abizz dan ogah nyoba lagi.

Penyebab mengapa tak mampu belajar naik sepeda, hingga kini tak terjawab. Cukup banyak memory-ku yang hilang, setelah koma sekian hari.  Yang kuingat hanyalah cerita kakak. Ketika SMP nyaris tewas saat sepeda-baru-nya ikut masuk kebawah truk. Yuuk lanjuut …

Di satu pagi nan cerah, diusia berkepala tilu dengan anak-anak yang sudah besar (maklum menikah dini), tiba-tiba ingin belajar bersepeda. Tanpa rasa malu, gunakan sepeda mini anakku, yang masih terawat apik meski telah di-pensiun-kan. Serasi dengan penampilan tubuh kecil idealku bak gadis kemayu. *soknarsisdotcom. But suerrr, kata orang begitCYu waktu itCYu. **Oiii centil nian! Ingat umur neeeng.
Aku tak bernyali gunakan sepeda besar, takut kesulitan menjejak bumi bila melaju kencang.

Sempat melewati beberapa jalan di perumahan. Wow, aman-aman saja.
Hingga tiba di tikungan, sekonyong-konyong sepeda melaju tak terkendali dan …  gubrruaaaaak!!! Menabrak tong sampah. Isinya berhamburan keluar. Duuh malunya itu gaketulungan. Untung (**bahh! Apa yang untung. Malu tauu!!) aku memakai celana pendek (setengah paha. **Ga nanya tuuh!) … hehe stelan keseharian. Dimana saja, kapan saja. Coba bayangin (**bayangin aza ndiri!) … kalau kenakan rok … *wuih sexy abez, rok-Na robek sana-sini **Lalu apa bedanya dengan sepotong CeLPen? *Ya beda tau!
Lupa, luppa luva lupaH … setelah berdiri dari tumpukan sampah dan tertindih sepeda, masih mampu-kah mengkayuh sepeda atau hanya menuntun-nya hingga di rumah. *Helahh, mo gaya, malah … hikz … hikz … maluuu! **Rasain loH. *Diiih jahat.

Karena sebal … semua sepeda tak ada lagi di rumah. Terakhir, sepeda terbaru buatan luar (**Ruarr angkasa ya Din? *Usil amit. Diam bentar, nape!) yang harganya cukup mahal, kuberikan sebagai hadiah tuk seorang anak yang ingin memiliki sepeda.

Catatan kaki:
*celetukan ku
**celetukan si fulan


45 Responses to “‘bung’ Sepeda … aku jera”


  1. 1 sudar
    27 February 2010 at 10:01

    gambarnya lucu. Dicoba lagi mbak belajar sepedanya.
    .

  2. 2 darahbiroe
    18 February 2010 at 08:46

    hehe jangan patah semangat dunt jika jatuh bangun lagi terus genjot again sepedanya..

    kontes kah>?>>>?? kalu iya moga menang seo na

    berkunjung dan ditunggu kunjungan baliknya makasihh😀

    • 18 February 2010 at 11:57

      @ darahbiroe
      hohoho … bung Speda-Na lari ter-birit2. Kayak-Na kapok tertabrak tong sampah.
      tuuuh coba liat si bung merana, body benyok sani-sini.
      okay, moga masih sempat kunjung ke smua tman yg mninggalkan goresan di artikel ini.
      ‘makasih. Salam kenal.

  3. 17 February 2010 at 21:13

    Bersepeda akan kehilangan keindahannya kalau tidak pernah jatuh, kadang jatuh dari sepeda bisa jadi momen terindah yang bisa diingat seumur hidup, bisa membuat kita tertawa bersama kalau menceritakannya kembali😀

    • 18 February 2010 at 06:57

      @ Cahya
      yuuup seratus buat Cahya.
      emang sich, buktinya masih kebayang sambil snyum simpul.
      malunya sih dah huilang. Tapi ogah blajar lagi.

      Halo Cahya, pa ‘khabar-nya? mmm dah lama sy ga’ BW.
      Moga2 sebelum absen lagi, bisa sempatkan mampir ke-teman2. hmmm … kudu!!

  4. 17 February 2010 at 14:50

    ho..ho…tuh kan, tiap baca postingan tentangs sepeda pasti karena ada lomba…ane juga telat tahu inpohnya, tapi pengen dah kapan2 bikin cerita tentang sepeda..huehehhhe

  5. 17 February 2010 at 10:38

    Hahaha….

    Tidak pernah ada kata terlambat utk mempelajari sesuatu, bukan begitu? Walaupun akhirnya berakhir dengan tekad tidak ingin mencoba lagi (iya, kan?):mrgreen:

    • 18 February 2010 at 06:49

      @ Reva Liany Pane
      … bukan begitu? …
      bukaaaan. hehehe. dah ketuwiran mbak.
      bisanya speda mini, trus apa kata dunya anak cucu … ohohoho.
      Salam kenal, makasih ya Reva.

  6. 16 February 2010 at 15:01

    Wahh.. daku rindu berkendara angin… ^^

    gambarnya nyeni ^^

    • 16 February 2010 at 21:37

      @ Nisa
      hoho biar dikit seger, ada snyum saat mnyimak si kreta angin ‘ma tuannya.
      emang cuma paha ayam ajah yang bisa ngundang slera maem😀😀😀

      upz ktapel syapa neh nyangkut di konde bi2k?
      helahhh ‘mang-nya ada nyang salah? yeee ini pan gambar jenaka atuHHH🙄

  7. 14 bri
    14 February 2010 at 12:16

    ka dindaa apa kabarrr😉 ….iah ka kan ada bri nanti bri boncengin ajah kaka duduk manis😉

    • 18 February 2010 at 07:02

      @ bri
      khabarku insyaAllah baik. Semoga Bri juga yaa.
      Ogah akh aTut jatuh lagi. Kan tempo hari dibawa kliling Ragunan,
      speda-Na nyungsep ke comberan punya-Na ki’aki-Gajah. LuPPaH ya😀😀😀

  8. 12 February 2010 at 22:38

    Mbak Dinda…
    Ikut berdukacita atas tragedi sepeda untuk kesekian kalinya.
    Jangan berhenti belajar mbak…pelan-pelan sampai bisa supaya Mbak Dinda bisa merasakan enaknya naik sepeda.

  9. 12 February 2010 at 22:24

    salam mbak, gpplah nggak bisa naik sepeda, so what gitu loh, ntar diboncengin ananda aja

    • 16 February 2010 at 21:49

      @ monda
      hehe … keburu kadaluwarsa buat belajar sepeda lagi.
      eno meter wot wot gito loh😀😀😀
      keburu masuk angin, nunggu di boncengin ananda … hohoho
      Salam hangat. ‘makasih ya mbak Monda.

  10. 12 February 2010 at 12:38

    haha.. tapi trauma itu harus dihilangkan, jangan sampai jadi phobia.

  11. 22 Abu Ghalib
    12 February 2010 at 09:05

    hahaha…
    ternyata banyak juga ya yang sampai detik ini belum bisa naik sepeda, apa kata dunia?
    padahal sebentar lagi di indonesia, di jakarta pada khususnya, anjuran untuk naik sepeda dimulai, jadi ga ada lagi yg naik mobil pribadi, hehehehe…

    • 18 February 2010 at 07:12

      @ Abu Ghalib
      kata dunYa … malu-lah kau sama anak si upik.
      * Nah loh kalo ga’ bisa naik sepeda, trus sayaH naik apa dUnk?
      kau duduk maniz ajaH ya din
      * Thanks ya.

  12. 11 February 2010 at 10:52

    sampai detik inipun saya belum bisa naik sepeda, tapi langsung ke sepeda motor. lho kok bisa? entahlah aku hanya nekad saja, pernah nyungsep ke kolam, pernah pula ada anak nyelonong jatuhlah aku, dan sekali pingsan karena waktu yang tak tepat saat adzan magrib saya tergesa-gesa, itulah sekelumit pengalamanku belajar kendaraan

    • 12 February 2010 at 01:19

      @ sunarsossahlan
      Hidup ini mudah dimonopoli NTAH bila adanya suatu kejadian diterima begitu saja tanpa mengkaitkan sebab akibat. Sementara sesuatu itu menjadi ada karena bermuasal.

      Mengapa dengan mudah belajar naik sepeda motor sementara sepeda berliku.
      Sebenarnya mudah saja ditebak. Mungkin karena sepeda motor belum memiliki kumpulan rasa tersakiti, karena kebutuhan, karena keinginan. Sehingga masih mampu berbuat nekat, dimana keberanian masih belum terhalang bayang2 tak-nyaman. Sementara per-sepeda-an telah mencatat track record lumayan menjerakan nyali. Sementara kebutuhan bersepeda tidak sepenting ber-sepeda motor.
      Hmmm disini lagi2 akan mengedepankan, betapa kita manusia memiliki keterbatasan menampung rasa tak nyaman.
      nah loh pembahasan tentang empati kok berlanjut diruang ini Din? hehe, mUUPH🙄
      Bila masih mampu terlampoi, artinya ketaknyamanan itu masih dalam batas ‘wajar’. artinya belum kapok terus mencoba. Selain itu dipengaruhi oleh faktor … adanya kemauan, ada jalan.
      Bila mundur teratur, kemungkinan besar karena nyalinya telah tergerus kejadian yg mengakibatkan jera. akh sok tau aku.

      Salamku. dan terima kasih atas kesetiaan berkunjung. Sementara dari sy banyak absennya.

  13. 11 February 2010 at 03:05

    masih untung gak masuk tempat sampahnya mbak heheheh

    • 11 February 2010 at 04:21

      @ maya
      hehe … ‘pa bedanya sama ketumpahan sampah, isinya keluar semua
      hoho … beda tipis🙄😦
      Salam kenal ya dan terimakasih sudah berkunjung.

  14. 10 February 2010 at 17:49

    ceritanya lucu jg…he..he… Smoga sukses dengan kontesnya ya..😀

  15. 10 February 2010 at 12:32

    wah.. ikutan juga ya mbak…
    pasti malu ya mbak mau gaya malah jatuh…. heheheh….

  16. 32 leysbook
    10 February 2010 at 07:03

    atas permintaan MAs Isro, saya minta ijin menjemput artikelnya.
    Trims.
    Salam hangat selalu

    • 11 February 2010 at 00:40

      @ leysbook
      Terimakasih yaa. Monggo, tersanjung sekali dijemput artikelnya.
      Pasti yang lainnya juga sama dengan sy …
      Salam hangat juga, dan salam kenal.

  17. 10 February 2010 at 06:23

    Salam Takzim
    Selamat pagi mbak, terimakasih sudah berpartisipasi dalam memeriahkan acara di humberqu, Artikelnya langsung saya sampaikan ke kang Yayat ya sebagai dewan jujri
    Salam Takzim Batavusqu

    • 11 February 2010 at 00:30

      @ zipoer7
      ‘met pagi lagi (00:25am. Feb.11’2010).
      Terimakasih terimakase matur-nuwun kamsia yaa …
      Akang-Abang-Mas-opo neh yaa?, dah sempatkan mampir ke pondok sy.
      Salam takzim juga.

  18. 10 February 2010 at 04:09

    mantap kata-katanya sob

  19. 10 February 2010 at 01:47

    Kisah ini kupersembahkan tuk:
    * my beloved brother
    mizz u soo much, i wanna go ‘home’ to see u.
    Setahun setelah kepergiannya 03 Feb.2009 …

    Ngen, ini tentang sepeda yang dengan mudah kudapatkan dengan harga-dasar atas rasa kasihmu.
    Maaf sepedanya sudah ga’ ada di rumah. Setidaknya dapat dimanfaatkan mereka ya Ngen
    “.
    Ternyata sepeda tsb telah dimanfaatkan ‘tuk kepentingan banyak orang.

    * Vawhere are you now? …
    She wasgone away‘ …

    * 3yyt0n
    ^, _ ^


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Thanks to: Wordpress

by-dinda27
Wordpress
Add to Technorati Favorites
dinda'kk2009.
February 2010
M T W T F S S
« Jan   Apr »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 8 other followers

Categories

Archives

Blog Stats

  • 36,935 hits
free counters 140209
PageRank Checking Icon 110609

Top Clicks

  • None

RSS ‘kawanku’ mahluk tak bernyawa

  • By: judi poker online
    I have read so many posts on the topic of the blogger lovers except this paragraph is in fact a good piece of writing, keep it up.

RSS Ruang Terselubung

  • mahluk itu datang lagi
    Beberapa menit lalu ada benda asing mencengkeram kuat ubun-ubun, merayap perlahan melewati dahi seakan hendak menutupi seluruh wajah. Kugerakkan kepala berusaha menghalau, tapi tak mampu digerakkan. Makin dicoba lepaskan diri, semakin membekapku. Aku kalut. Benda itu menyerupai gumpalan gelember daging, kenyal terbalut kulit … lebih lembut dari kulit bayi. B […]

%d bloggers like this: