Posts Tagged ‘KDRT 3 … Serpihan kisah yang terserak

01
Nov
09

KDRT 2

Tulisan kali ini merespon tanggapan ke 49 (26 Oktober 2009) terkait tanggapan ke 50-51 pada artikel berjudul KDRT 1; kekerasan dalam rumah tangga

M … Mohon maaf-kan ‘cara’ saya, hingga M tergerak bertutur. Mohon maaf-kan ‘cara’ terselubung saya memanfaatkan ruang dan kesempatan guna mengungkap kisah, agar tersimak oleh
Sejujurnya tak mudah, bila tanpa ‘pemicu’.

Terimakasih telah berbagi menguak masalah sebenarnya. Setidaknya menerawangkan betapa kejadian yang acap dialami korban KDRT, tersumbat dalam lorong kegelapan. Tidak saja istri, bahkan suami pun ada yang mengalami hal serupa.
Respon disini sebatas memberi masukkan lagi, kedepankan kejadian yang belum terungkap … Memberi gambaran, M tak sendiri. Ini sekaligus menjawab pertanyaan terakhir.

Lapor ke polisi, di tuduh berselingkuh yang belum teralami R karena tak ada yang perlu dilaporkan. Justru sebaliknya, R seharusnya melaporkan suaminya ke polisi. Tapi biarlah Pengadilan Tertinggi yang layak menghakiminya.
Selebihnya, ragam perilaku nyaris tak jauh beda. Demikian juga plus minus yang dialami istri si Mr. dalam tulisan KDRT 1.
Saya bergidik membaca kisah M (komentar 49, 52). Sama miris-nya saat cermati kisah R atau kisah KDRT lainnya.

Uraian berikut ini terdengar tak nyaman. Tapi karena kejadian tsb, maka perceraian pada kasus R termudahkan …
* R dibebani tanggung jawab merawat ibu mertua yang terganggu jiwanya. Dimana saat ‘kambuh’ memiliki tenaga yang harus libatkan sejumlah pria dewasa guna mengatasinya. Sang ibu telah di’telantarkan’ anak-anak perempuan kandung-nya sendiri. Sementara si anak kandung lelaki, suami-nya R, acapkali tak perduli dan jarang ditempat. Lebih dari 12 tahun R hidup dalam ketakutan. Alhamdulillah tak mensiakan beliau. Dirawatnya ibu mertua sepenuh hati, tanpa seorang kerabatpun yang tahu, bahkan anak-anak R.
Tuntutan keluarga suami yang sering tak masuk akal, terus membengkaknya biaya pengobatan guna mendapat perawat dan ‘rumah sakit sepadan bukan tuk kategori penderita’; sementara di masa tsb baru saja membangun rumah … maka terpaksa menjual rumah indahnya serta 2 mobil kemudian pindah menyewa Rumah-Sangat-Sederhana berdinding batako mentah.
Ketiadaan-serta-merta rumah sakit yang maHu menerima dalam kurun waktu, kaburnya perawat karena ketakutan, menjadikan R sport jantung. Semua beban menjadi berlipat. Ketakutan terhadap suami, ibu mertua serta keluarga suami, memunculkan trauma… Berulangkali R terjatuh lemas, setiap saudara-i suaminya datang berkunjung ikut campur mengatur rumah tangganya, terutama hal keuangan. Hanya airmata pelipur kesedihan tanpa sanggup bicara, karena selalu dibawah ancaman diceraikan suami bila tak turut kehendaknya. Belum lagi bila tengah malam terjadi masalah, maka R akan berkendara sendiri ditengah malam gulita demi keselamatan ibu mertua. Sayangnya perilaku suami makin sewenang … masyaAllah!
Bagaimanapun juga, R sangat berterima-kasih kepada alm.ibu mertuanya, karena ‘kondisi’ beliau-lah maka perkawinan R ‘terselamatkan’ sekian masa.
* R beralih keyakinan juga atas kata-titik-tanpa-syarat suaminya. Dengan tanpa mendapat bimbingan agama dari suaminya.
* dst.nya.
* Suami membawa perempuan lain ke rumah, pertontonkan kemesraan dengan perempuan lain dihadapan R dan anaknya serta berkebiasaan berganti perempuan adalah hal ‘biasa’. Hingga menikahi salah-satu atau salah-sekian diantaranya dengan diam2.
* Ketika ibu mertua meninggal dunia, ketika perekonomian keluarga menjadi lebih baik, suami menceraikan R dan proklamirkan keberadaan perempuan simpanannya.
* Ntah telah berapa kali suami menjalankan rencana ‘pembunuhan’. Semoga suami sadar betapa Allah mencatat, yang tersembunyi sekalipun.
* Agar hidupnya tak tersiksa lebih lama lagi, R pun merelakan hak-nya atas tabungan bersama senilai rumah mewah tuk ‘dirampas’ suaminya. Rupanya 2 bagian belum cukup bagi suami, hingga mengambil 1 bagian lagi milik anak dan istri sahnya … yang kemudian dihabiskannya demi nafsu keduniawian. Ya Allah …

Point terakhir ini mungkin dapat menjadi pertimbangan, bila masalah harta menjadi ‘dalang’ terpasungnya M.
Sebenarnya ada dampak lain hidup dengan kondisi buruk yang berlangsung lama… R tak lagi mampu menaruh kepercayaan pada lelaki dan takut berumah tangga kembali. KDRT yang dialami dalam bilangan usia, telah menjadikan mudah lelah bathin.
Bagaimana dengan anak-anak? Banyak orangtua kurang seksama menyadari, dampak ini besar pengaruhnya bagi perkembangan jiwa, akan membentuk kepribadian mereka tak lagi utuh hingga usia tak berbatas.

Memang kasus M, riskan bila salah ambil keputusan.
Bila hendak berpisah, artinya membawa serta buah hati menjauh dari kota. Tentunya tak mudah. Kehilangan harta, pekerjaan. Lalu sebandingkah bila senantiasa hidup dalam ketakutan?? Kecuali mampu mensikapi, menerima. Keberadaan anak-anakpun perlu dipertimbangkan.

Sebenarnya lelaki beringas, adalah lelaki ‘lemah’. Dia berlindung dibalik itu semua. Ketakmampuan menyeimbangkan atau berada di posisi yang seharusnya sebagai kepala Rumah tangga, menjadikan masalah cukup pelik. Hidupnya penuh curiga …

Tapi Allah Maha Adil, lihatlah DIA mengkaruniakan anak-anak yang sholeh dan baik.
Cobaan menjadikan hambaNYA lebih memerlukan keberadaan Allah disetiap saat, diatas segalanya. Menjadikan diri takut akan murka Allah. Usia-pun seolah menjadi berlipat dari bilangan waktu yang telah terjalani. Ibarat sekian perjalanan pengadilan telah terlampoi lebih dini di dunia.

Semoga M mendapat jalan keluar yang terbaik. Semoga hidupmu dan anak-anak senantiasa dalam lindungNYA. Amin. Salamku.

* Simak juga komentar ke 9 pada tulisan KDRT 1, KDRT 3 … Serpihan kisah yang terserak.

01
Aug
09

KDRT 1

by dinda'kk, Aug 01, 2009 - 2.004

Baru saja aku menerima telphon dari Mr. …
Mr.: “Mbak, aku bingung harus gimana lagi. Kayaknya istriku udah gak bisa aku bilangi.”

Aku terdiam …
Mr.: “Mbak lagi ngapain?”
Aku: “Lagi dengerin”
Mr.: “Iya itu mbak, kayaknya istriku masih pacaran sama pacar-nya yang dulu itu. kalau gak salah namanya si fulan. Istriku itu sukanya dikamar terus, gak tau apa yang dikerjain. Kayaknya sms an sama pacarnya itu. Tadi saya kan lagi nonton di ruang tamu. Terus saya masuk kamar. Saya tanya ma lagi ngapain? Dia seperti kaget, terus langsung matikan handphone. Katanya, ini lho aku lagi ngucapin selamat ulang tahun sama adikku tapi kok susah masuknya. Terus aku minta hapenya. Eh dia malah ngancam. Katanya, tak patahin lho hapenya. Trus dia patahin hapemya. Padahal itu hape mahal.”

Aku masih terdiam.
Mr.: “Mbak, lagi ngapain?”
Aku: “Lagi dengerin”
Mr.: “Hehe”

Kudengar tertawanya getir.
Mr.: “Saya bingung harus gimana lagi. Mau diapain. Ngomong baik-baik gak didengerin. Apalagi ngomong kasar. Saya minta tolong mbak, istriku itu dibilangin ya.”
Mr.: “Mbak!” Ujarnya, membuatku seolah tersadar. Tapi tetap diam, tanpa komentar apapun, hingga pembicaraan ditutupnya.

Yang kurasakan adalah, istrinya sedang kesakitan dianiaya. Tubuhku langsung meriang, seolah ikut merasakan rasa sakitnya. Lelaki ini memang suka melakukan Tindakan Kekerasan Dalam Rumah Tangga-nya. Membanting, menginjak, meninju dan lain-lain ke bagian tubuh vital sekalipun. Ntah perut, wajah , mata dan lain-lain. Bahkan ketika istri-nya sedang hamil besar, dia menendang dan membanting istri-nya.
Ya Allah …

* Terbit: Agustus 01, 2009.
* Oktober 29, 2009.
Beberapa kasus lainnya terungkap dalam sejumlah tanggapan dibawah ini. Antara lain: respon ke 9 dan ke 50.
* November 05, 2009
Simak juga silang tanggapan ke 51 sd 56.
Catatan: KDRT 1, seakan langkah awal terkuaknya kisah berikutnya dalam tulisan KDRT 2, KDRT 3. Kisah diatas memberi gambaran seolah perbuatan istri si Mr. menjadi pemicu munculnya kekerasan. Sebenarnya ada ‘kisah’ dalam kisah yang belum terungkap …




Thanks to: Wordpress

by-dinda27
Wordpress
Add to Technorati Favorites
dinda'kk2009.
August 2017
M T W T F S S
« Apr    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 8 other followers

Categories

Archives

Blog Stats

  • 37,616 hits
free counters 140209
PageRank Checking Icon 110609

Top Clicks

  • None

RSS ‘kawanku’ mahluk tak bernyawa

  • By: Twennye K
    Salam kangen 'tuk teman² yg pernah berkunjung ke blog dinda27 / dinda'kk 2017/01/27

RSS Ruang Terselubung

  • mahluk itu datang lagi
    Beberapa menit lalu ada benda asing mencengkeram kuat ubun-ubun, merayap perlahan melewati dahi seakan hendak menutupi seluruh wajah. Kugerakkan kepala berusaha menghalau, tapi tak mampu digerakkan. Makin dicoba lepaskan diri, semakin membekapku. Aku kalut. Benda itu menyerupai gumpalan gelember daging, kenyal terbalut kulit … lebih lembut dari kulit bayi. B […]