Posts Tagged ‘STNK

12
Jan
09

STNK

Cukup lama tak menoreh kata dan benahi blog ini, sungguh rasa kangen dari waktu ke waktu.
Berikut ini ada cerita tertunda yang kutulis pada 15 Desember lalu.

Di-pagi ceria ku-pacukan ‘kaki empat’ku di jalan raya, sementara lengan kiri masih bermasalah. Sesekali terdengar rintihan: “Ya Allah, sakit …”
Jam 8 lewat beberapa menit tiba di tempat. Agak sulit pindahkan gigi mundur, sehingga tangan kiri perlu di bantu tangan kanan saat merapikan posisi kendaraan di lapangan parkir.

Surprise dengan perubahan suasana kantor yang hanya terkunjungi setahun 2kali itu, ketika mengurus pajak. Lebih familiar, teratur dan akh … rupanya kini dengan warna kemeja yang lembut tak lagi kesankan ’angker’. Para petugas terlihat jauh lebih ramah, seperti pegawai ‘kantor’-an dengan seragam ‘baru’nya dibanding seragam soklat. Entah sejak kapan perubahan berawal.
Di tahun terdahulu, setiap membayar pajak STNK, ku tak lalui loket demi persingkat waktu. Langsung ke meja petugas yang terletak mencolok di pintu masuk. Atau meminta bantuan teman petugas. Kini meja-meja tsb kosong dan dingin, tampaknya tak lagi digunakan. Tahun lalu sempat merasa kecil hati saat mengurus pajak. Waktu dan biaya yang dibutuhkan tak sebanding dengan pegunjung di sebelahku dalam mengurus ‘kaki-dua’nya. Dia hanya menunggu 15menit. Berkebalikan denganku.

Kuambil formulir, mengisinya, sertakan STNK dan KTP asli serta foto copy KTP. Dari loket awal, beranjak ke loket berikut tuk serahkan berkas. Lelaki ‘muda’ berparas bagus di loket satu, ramah membantu memberi penjelasan. Sempat menunggu 30menit lebih, ketika namaku diucap melalui pengeras suara memecah diamku dari ke tak yakinan akan waktu yang terbilang singkat. Petugas benar-benar menyebut angka yang tertera pada STNK untuk pembayaran pajak-nya. Selesai?! Ya sudah selesai!

SAMSAT propinsi Jabar …
Bukan main, betapa patut diacung jempol, siapapun sekarang pemimpinnya.
Dari seragam, ketertiban, keramahan, waktu yang singkat, dan biaya yang di keluarkan sesuai pajak.
Selamat atas kerja sama yang bagus, keteraturan, atas semuanya, baik para Petugas maupun Pimpinan-nya.

Gerimis kecil mengotori kulit mulus ’empat kaki’ku. Artinya kerja ekstra membersihkannya sebelum diberi selimut. Apa ‘leh’ buat. Meski di steam pun akan bernasib sama; di bersihkan ulang setiba di garasi ruang tidur ‘kaki empat’ ku. Ribet ei, emang gitu sih.
dinda’kk, Dec 15, 2008

16
Dec
08

Awasss nab …. BBRRUUAAKK!

Si cantik akan menikah beberapa hari mendatang. Semoga kehidupannya berjalan baik. Bila ingat pertama kali datang bekerja di tempat-ku, terlihat perbedaannya. Tadinya ‘liar’, kata Bibi. Ku-amini setelah bersamanya berbilang tahun. Setelah ku hidup melajang, kuangkat dia sebagai anak.

Dia tampak senang bila ku ajak pergi. Selama di jalan celoteh tak henti. Tiap sebentar meributkan pandangan orang di jalan terhadap kami. Seperti biasa ku tanggapi dingin. “Buk, tuh orang matanya ampe mlotot gitu ngliatin ibuK”. Atau … “BuK liat deh tuh  bule, orangnya cakeph, dia ngliat ibuK tuuh”, sambil memutar tubuh kebelakang seakan tak ingin melepas siBule. Tersenyum kecut mendengar omelannya manakala yang ditangkap matanya lelaki tua: “udah jelek gendut, item pula”. Hus! Kadang terganggu manakala ku ingin suasana tenang. Tapi setidaknya menjadi tahu apa yang terjadi di sepanjang jalan yang selalu luput dari perhatianku.
Meski ber-kacamata gelap tak membuatku bebas cuci mata. Dibelakang kemudi perhatianku terpusat pada jalan dan kendaraan. Bukan pada siapa di balik kemudi.

Suatu saat si cantik yang sebenarnya mantan pembantu waktu ku masih berstatus istri, bicara terus terang… “Buk aku suka tiap diajak jalan, ibuk itu slalu diliatin orang. Aku bangga”.
Jujur bingung kenapa mereka melihatku, sementara gadis di sebelahku lebih cantik dan montok. Hingga mantan pendamping pernah bertekuk lutut. Terpaksa kubiarkan si cantik keluar dari rumah tanpa ada pembantu lagi. Ei cape ati meren. Punya pembantu muda seolah umpan, yang tua .. kurang gesit. Weleh opo neh iki.

Dulunya risih bila dipandang orang. Jadi ga PeDe. Tiap sebentar tanya (mantan) pendamping, adakah yang salah dalam penampilanku? “Ga ada yang salah’, katanya tersenyum. Sayangnya tak berterus terang bahwa akunya memang menarik … narik-becak  ^_^ Si dia gengsi kalE.
Ketika si bungsu mulai bersekolah hingga SMP, selalu keberatan dengan penampilanku, katanya seperti anak SMA. Dimintanya aku berpakaian seperti ibu-ibu temannya. Pandangan si bungsu berubah setelah kepergiannya ke negara Sakura. Setiap pulang vacancy, tak lagi malu berjalan dengan-ku di mall. Meski sering di goda temannya… “jalan dengan pacar baru yaa”. Kulihat putraku tersenyum simpul.

Sore itu kami keluar. Tanpa sengaja kutangkap pandangan mata seorang lelaki rupawan dibalik kemudinya sementara ada perempuan cantik disampingnya. Kali ini pandanganku menyita konsentrasi. Anak angkatku sempat bicara sesuatu, tak ku hiraukan. Terucap oleh-ku: “Tuh mataaa, awassss nab….” Belum selesai kalimatku, tiba-tiba terdengar benturan sangat keras …. BBRRUUAAKK!
MasyaAllah, lemas rasanya seluruh sendi. Ya Tuhan, kenapa jadi begini. Ada rasa bersalah. “Bukan IbuK yang salah, cowok itu aja gablek, mosok ngliatnya ampe muter badan gitu”, anak angkatku berusaha menenangkan ku. Benar juga. Senyum-pun tidak di kala itu. Ampuni aku ya Allah.




Thanks to: Wordpress

by-dinda27
Wordpress
Add to Technorati Favorites
dinda'kk2009.
June 2017
M T W T F S S
« Apr    
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930  

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 8 other followers

Categories

Archives

Blog Stats

  • 37,525 hits
free counters 140209
PageRank Checking Icon 110609

Top Clicks

  • None

RSS ‘kawanku’ mahluk tak bernyawa

  • By: Twennye K
    Salam kangen 'tuk teman² yg pernah berkunjung ke blog dinda27 / dinda'kk 2017/01/27

RSS Ruang Terselubung

  • mahluk itu datang lagi
    Beberapa menit lalu ada benda asing mencengkeram kuat ubun-ubun, merayap perlahan melewati dahi seakan hendak menutupi seluruh wajah. Kugerakkan kepala berusaha menghalau, tapi tak mampu digerakkan. Makin dicoba lepaskan diri, semakin membekapku. Aku kalut. Benda itu menyerupai gumpalan gelember daging, kenyal terbalut kulit … lebih lembut dari kulit bayi. B […]