Posts Tagged ‘Pernak Pernik Hidup

10
Apr
10

Jiwa yang ‘terpasung’

Tak seorangpun akan percaya bila dia ungkap masa lalunya.
Bagaimana mungkin seorang yang kharismatik, bijak, tingkat keagamaannya terpuji,
mampu menganiaya anak tirinya sekian lama.
Pasti yang tidak benar adalah si anak.

.
Leyda terpaku diam melihat reaksi ibunya tak mempercayai penuturan kisahnya … “Apa bnar bgitu ?” Continue reading ‘Jiwa yang ‘terpasung’’

Advertisements
10
Feb
10

‘bung’ Sepeda … aku jera

Kemarin siang saat di perjalanan, ku-sempat-kan mampir ke Blog Humberqu atas undangan beliau pada January lalu. Sekian lama tidak update, tidak juga BW … rasanya terbelakang sekalleee.

Cerita berikut ini mungkin terlambat diikut sertakan ke ajang berkisah-ria tentang Sepeda. Waktu terakhir yang di-syarat-kan adalah esok. mmm, setidaknya ikut berpartisipasi ramaikan acara …*tul nggak, tul nggaak, tul nggaaak? **diih segitu amit.

Kisah ini biasa saja, kebetulan juga hingga di-usia-ku kini masih belum bisa berkendara sepeda. Jujur kapok abizz dan ogah nyoba lagi.

Penyebab mengapa tak mampu belajar naik sepeda, hingga kini tak terjawab. Cukup banyak memory-ku yang hilang, setelah koma sekian hari.  Yang kuingat hanyalah cerita kakak. Ketika SMP nyaris tewas saat sepeda-baru-nya ikut masuk kebawah truk. Yuuk lanjuut …

Di satu pagi nan cerah, diusia berkepala tilu dengan anak-anak yang sudah besar (maklum menikah dini), tiba-tiba ingin belajar bersepeda. Tanpa rasa malu, gunakan sepeda mini anakku, yang masih terawat apik meski telah di-pensiun-kan. Serasi dengan penampilan tubuh kecil idealku bak gadis kemayu. *soknarsisdotcom. But suerrr, kata orang begitCYu waktu itCYu. **Oiii centil nian! Ingat umur neeeng.
Aku tak bernyali gunakan sepeda besar, takut kesulitan menjejak bumi bila melaju kencang.

Sempat melewati beberapa jalan di perumahan. Wow, aman-aman saja.
Hingga tiba di tikungan, sekonyong-konyong sepeda melaju tak terkendali dan …  gubrruaaaaak!!! Menabrak tong sampah. Isinya berhamburan keluar. Duuh malunya itu gaketulungan. Untung (**bahh! Apa yang untung. Malu tauu!!) aku memakai celana pendek (setengah paha. **Ga nanya tuuh!) … hehe stelan keseharian. Dimana saja, kapan saja. Coba bayangin (**bayangin aza ndiri!) … kalau kenakan rok … *wuih sexy abez, rok-Na robek sana-sini **Lalu apa bedanya dengan sepotong CeLPen? *Ya beda tau!
Lupa, luppa luva lupaH … setelah berdiri dari tumpukan sampah dan tertindih sepeda, masih mampu-kah mengkayuh sepeda atau hanya menuntun-nya hingga di rumah. *Helahh, mo gaya, malah … hikz … hikz … maluuu! **Rasain loH. *Diiih jahat.

Karena sebal … semua sepeda tak ada lagi di rumah. Terakhir, sepeda terbaru buatan luar (**Ruarr angkasa ya Din? *Usil amit. Diam bentar, nape!) yang harganya cukup mahal, kuberikan sebagai hadiah tuk seorang anak yang ingin memiliki sepeda.

Catatan kaki:
*celetukan ku
**celetukan si fulan




Thanks to: Wordpress

by-dinda27
Wordpress
Add to Technorati Favorites
dinda'kk2009.
December 2017
M T W T F S S
« Apr    
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 8 other followers

Categories

Archives

Blog Stats

  • 37,856 hits
free counters 140209
PageRank Checking Icon 110609

Top Clicks

  • None

RSS ‘kawanku’ mahluk tak bernyawa

  • By: Twennye K
    Salam kangen 'tuk teman² yg pernah berkunjung ke blog dinda27 / dinda'kk 2017/01/27

RSS Ruang Terselubung

  • mahluk itu datang lagi
    Beberapa menit lalu ada benda asing mencengkeram kuat ubun-ubun, merayap perlahan melewati dahi seakan hendak menutupi seluruh wajah. Kugerakkan kepala berusaha menghalau, tapi tak mampu digerakkan. Makin dicoba lepaskan diri, semakin membekapku. Aku kalut. Benda itu menyerupai gumpalan gelember daging, kenyal terbalut kulit … lebih lembut dari kulit bayi. B […]